sign up SIGN UP search


kehamilan

9 Bahaya Ibu Hamil Alami Anemia di Trimester 3

Annisa Karnesyia Jumat, 17 Jul 2020 06:00 WIB
A portrait of pregnant young woman indoors at home, feeling tired. caption
Jakarta -

Anemia adalah kondisi yang rentan terjadi pada ibu hamil. Meski umum terjadi, anemia pada ibu hamil harus segera ditangani ya.

Dilansir American Pregnancy, anemia merupakan kondisi medis di mana tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan-jaringan dalam tubuh. Jika ini terjadi, banyak organ dan fungsi tubuh terpengaruh.

Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena anemia karena butuh lebih banyak darah untuk diproduksi tubuh dan membantu memberikan nutrisi pada bayinya. Anemia bisa dikategorikan ringan dan mudah diatasi jika dideteksi lebih awal.


Ada lebih dari 400 jenis anemia, Bunda. Namun, lebih banyak terjadi pada saat kehamilan.

Dikutip dari MSD Manual dan WebMD, anemia terjadi pada sepertiga wanita selama trimester tiga. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini didefinisikan sebagai hemoglobin (Hb) yang kurang dari 11 g/dL atau hematokrit kurang dari 33 persen.

Hipertensi pada Ibu HamilIlustrasi Ibu Hamil/ Foto: iStock

Berikut dua penyebab paling umum anemia di trimester tiga kehamilan:

1. Kekurangan zat besi

Jenis anemia ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk menghasilkan Hb yang cukup. Hb adalah protein dalam sel darah yang membawa oksigen dari paru-paru tubuh.

Pada kondisi ini, darah tidak dapat membawa cukup oksigen ke jaringan di seluruh tubuh. Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum anemia pada ibu hamil trimester tiga.

Ahli tumbuh kembang anak, Prof Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengatakan, anemia pada ibu hamil umumnya disebabkan defisiensi zat besi. Kondisi ini umum terjadi karena asupan zat besi ibu dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel otak bayi.

Ibu hamil dengan kadar Hb normal, akan mentransfer zat besi pada bayinya. Tapi jika kadarnya rendah, akan berpengaruh pada bayi saat lahir.

"Saat kehamilan terjadi, ada yang disebut anemia fisiologis, jadi ibu hamil itu cenderung anemia. Kalau dasarnya dia anemia, tambah anemia. Jadi, memang ibu hamil semua itu mengalami anemia," kata Rini, beberapa waktu lalu.

"Tapi kalau ibunya anemia, itu zat besi yang dia kirimkan ke janinnya dikit, sehingga saat bayi lahir HB-nya sudah rendah," imbuhnya.

2. Kekurangan folat

Folat adalah vitamin yang ditemukan secara alami dalam makanan tertentu, seperti sayuran berdaun hijau mengandung jenis vitamin B. Tubuh ibu hamil trimester tiga membutuhkan folat untuk menghasilkan sel-sel baru, termasuk sel darah merah yang sehat.

Selama kehamilan, wanita membutuhkan folat berlebih. Namun, kandungan folat sulit dipenuhi dari konsumsi makanan saja.

Saat kekurangan folat, tubuh tidak dapat membuat sel darah merah dengan cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh. Biasanya ibu hamil akan mengonsumsi suplemen yang disebut asam folat.

Penyebab utama anemia adalah produksi sel darah merah menurun dalam tubuh. Penurunan disebabkan ekspansi volume plasma lebih besar dibandingkan peningkatan volume sel darah merah.

Portrait of beautiful pregnant woman relaxing on the sofa at homeIlustrasi ibu hamil/ Foto: iStock

Proporsi tingkat kenaikan plasma dan eritrosit darah biasanya memiliki perbedaan besar selama trimester kedua. Berikut kaitan anemia pada ibu hamil:

- Kekurangan zat besi karena tidak cukup konsumsi makanan tinggi zat besi atau tubuh tidak mampu untuk menyerap zat besi yang dikonsumsi.

- Tubuh ibu hamil membutuhkan zat besi untuk meningkatkan volume darahnya sendiri.

- Penggunaan suplemen zat besi mungkin dibutuhkan untuk memberi suplai darah ke janin yang sedang tumbuh,

- Terjadi pendarahan hebat karena menstruasi, ulkus atau polip yang menyebabkan sel darah merah hancur lebih cepat.

Anemia yang terjadi di trimester tiga bisa berbahaya bagi ibu hamil. Berikut bahayanya, mengutip berbagai sumber:

1. Kelahiran bayi prematur.

2. Infeksi postpartum pada ibu.

3. Dalam studi yang diterbitkan PubMed, anemia berat selama trimester tiga membuat peningkatan durasi rawat inap di rumah sakit.

4. Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

5. Depresi pasca melahirkan pada ibu.

6. Beberapa studi menunjukkan adanya peningkatan risiko kematian bayi sebelum atau setelah lahir.

7. Pertumbuhan janin buruk.

8. Bayi lahir dengan kondisi anemia.

9. Meningkatkan risiko ibu membutuhkan transfusi darah selama persalinan.

Simak juga ciri hamil dilihat dari perubahan kulit, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi