HaiBunda

KEHAMILAN

Yuk Kenali Oligospermia, Gangguan Sperma yang Bisa Turunkan Peluang Kehamilan

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 17 Jul 2020 17:19 WIB
Yuk Kenali Oligospermia, Gangguan Sperma yang Bisa Turunkan Peluang Kehamilan/ Foto: istock
Jakarta -

Bagi Ayah dan Bunda yang sudah menjalani program hamil tapi tak kunjung membuahkan hasil positif, seringkali dianjurkan dokter untuk melakukan tes sperma. Nah, salah satu hasil yang mungkin didapat yakni oligospermia.

Dikutip dari Healthline, oligospermia adalah masalah kesuburan pada pria di mana jumlah spermanya sedikit. Pada dasarnya, jumlah sperma dalam ejakulasi memang bervariasi sepanjang hidup, namun bisa juga terjadi secara permanen.

Padahal produksi jumlah sperma yang sehat dan cukup merupakan salah satu hal yang diperlukan dalam kesuburan dan peluang kehamilan.


World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan jumlah sperma rata-rata yang dihasilkan setiap ejakulasi yakni di atas 15 juta sperma per mililiter (mL) cairan mani. Maka dari itu, jumlah di bawah angka tersebut dianggap kurang dan didiagnosis sebagai oligospermia.

-Oligospermia ringan: 10-15 juta sperma/mL
-Oligospermia sedang: 5-10 juta sperma/mL
-Oligospermia parah: 0-5 juta sperma/mL

Tanpa dilakukan tes di laboratorium, banyaknya jumlah sperma cairan mani tidak bisa terlihat secara jelas. Biasanya, hanya pria yang mengalami gangguan kesuburan dan sulit dalam program hamil yang terdiagnosis.

Jangan abaikan pentingnya gaya hidup sehat bagi calon Ayah ya, Bunda. Beberapa kondisi dan faktor gaya hidup dapat meningkatkan risiko pria mengalami oligospermia. Salah satu yang perlu diwaspadai yakni kebiasaan minum obat sembarangan.

Obat-obatan jenis beta blockers, antibiotik dan obat tekanan darah yang dikonsumsi tanpa anjuran dokter berisiko menyebabkan masalah ejakulasi dan mengurangi jumlah sperma.

Ilustrasi sperma. (Foto: iStock)

Selain itu, kebiasaan sehari-hari seperti memangku laptop di paha dan menggunakan celana terlalu ketat juga bisa mengganggu produksi sperma. Pasalnya kebiasaan ini memicu panas berlebih di area testis, yang merupakan area produksi sperma.

Kelebihan berat badan juga bisa meningkatkan risiko calon Ayah memiliki jumlah sperma rendah, Bunda. Kondisi ini berkaitan dengan hormonal dalam tubuh.

Menurut Daniel Murrell, MD, dari University of Illinois, jika terdiagnosis oligospermia jangan tunda untuk konsultasi ke dokter. Pengobatan yang diberikan bisa berupa operasi, obat-obatan medis, serta perawatan hormon jika diperlukan.

Simak juga tips cepat hamil ala dr.Reisa dalam video berikut:



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja

Parenting Amira Salsabila

Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek

Mom's Life Arina Yulistara

Ucapan Haru Najwa Shihab untuk Sang Putra Izzat yang Berulang Tahun Ke-25

Mom's Life Annisa Karnesyia

Shenina Cinnamon Hamil Anak Pertama, Intip 5 Potret Bahagianya Bersama Angga Yunanda

Kehamilan Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan

Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek

Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja

Naka Siap Jadi Kakak, Arie Kriting & Indah Permatasari Ungkap Alasan Tunda Promil Anak Kedua

Benarkah Memberi Kacang saat Bayi MPASI Bisa Mencegah Alergi? Ini Penjelasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK