sign up SIGN UP search


kehamilan

10 Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih Selama Kehamilan

Asri Ediyati Rabu, 29 Jul 2020 07:00 WIB
Asian pregnant woman sleeping
on the sofa 10 Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih Selama Kehamilan/ Foto: iStock
Jakarta -

Bunda pasti sudah tahu kan dengan istilah ISK yang merupakan singkatan dari infeksi saluran kemih. Ya, sesuai dengan namanya, ISK merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih atau kencing.

Menurut dr. Dwi Hestu Anindita dari RSUP Sardjito, Yogyakarta, saluran kemih pada manusia terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Nah, penyebab terjadinya infeksi saluran kemih adalah adanya mikroorganisme patogen yang terdapat di dalam saluran kemih, Bunda.

"Mikroorganisme patogen tersering adalah bakteri, namun virus dan jamur juga dapat ditemukan dalam kasus infeksi saluran kemih," tulisnya di laman resmi Ditjen Yankes, Kemenkes RI, dikutip Senin (27/7/2020).


Dwi mengatakan, 9 dari 10 kasus ISK disebabkan oleh bakteri Eschenrichia Coli atau E. Coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam uretra seseorang akibat kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil.

Menurutnya, baik pria maupun wanita bisa beresiko terkena ISK. Namun wanita lah yang lebih beresiko untuk terkena ISK. Nah, bicara soal ISK yang dialami ibu hamil, mengutip dari Healthline bahwa ternyata ISK sering terjadi selama kehamilan.

Kenapa? Itu karena janin yang tumbuh dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kencing. Ini menjebak bakteri atau menyebabkan urine bocor, Bunda.

Ada juga perubahan fisik yang perlu dipertimbangkan. Pada usia kehamilan enam minggu, hampir semua wanita hamil mengalami dilatasi ureter, ketika uretra mengembang dan terus mengembang sampai melahirkan.

Young happy pregnant mother posing next to a window at home and touching her bellyilustrasi ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/demaerre

Saluran kemih yang lebih besar, seiring dengan peningkatan volume kandung kemih dan penurunan tonus kandung kemih, semua menyebabkan urine menjadi berdiam atau stay di uretra. Inilah yang memungkinkan bakteri untuk tumbuh.

Lebih buruk lagi, urine wanita hamil menjadi lebih terkonsentrasi. Urine-nya juga memiliki beberapa jenis hormon dan gula. Ini yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri yang mencoba masuk.

Tenang, jangan takut dahulu. Mengutip dari laman resmi American Pregnancy Association, Bunda bisa kok mencegah ISK dengan melakukan hal berikut:

1. Minumlah 6-8 gelas air setiap hari dan jus cranberry tanpa pemanis secara teratur.

2. Hindari makanan olahan, jus buah, kafein, alkohol, dan gula.

3. Ambil Vitamin C (250 hingga 500 mg), Beta-karoten (25.000 hingga 50.000 IU per hari) dan Seng (30-50 mg per hari) untuk membantu melawan infeksi.

4. Biasakan buang air kecil segera setelah merasa ingin berkemih dan kosongkan kandung kemih sepenuhnya saat Bunda buang air kecil.

5. Buang air kecil sebelum dan sesudah hubungan intim.

6. Setelah buang air kecil, jaga kebersihan area genital. Pastikan Bunda membilas dan menyeka dari depan ke belakang.

7. Hindari menggunakan sabun yang berbahan keras, semprotan, krim antiseptik, semprotan kebersihan wanita, dan bubuk.

8. Ganti celana dalam dan pantyliner setiap hari.

9. Hindari memakai celana ketat. Kenakan celana dalam katun.

10. Jangan berendam di bak mandi lebih dari 30 menit atau lebih dari dua kali sehari.

Simak juga cerita Winda Viska sempat malu dan marah saat hamil anak ketiga:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi