sign up SIGN UP search


kehamilan

4 Masalah Gigi yang Mengancam Ibu Hamil, Radang hingga Tumor Gusi

Asri Ediyati Minggu, 09 Aug 2020 08:03 WIB
Child having a dental examination caption
Jakarta -

Kehamilan memberikan pengalaman unik bagi seorang ibu. Yang tadinya sama sekali belum pernah mengalaminya bisa terjadi sepanjang kehamilan. Termasuk kondisi gigi yang bermasalah selama kehamilan.

Untuk itu, ibu hamil dianjurkan ke dokter gigi selama kehamilan. Sesuai dengan anjuran, enam bulan sekali kita periksakan gigi ke dokter (jika tak bermasalah). Artinya, dalam satu periode kehamilan, kita hanya perlu sekali saja ke dokter.

Kenapa sih ibu hamil perlu ke dokter gigi? Traci C. Johnson, MD mengatakan, kehamilan menyebabkan perubahan hormon. Nah, perubahan ini yang meningkatkan risiko penyakit gusi.


"Yang pada gilirannya, dapat mempengaruhi kesehatan bayi yang sedang berkembang," tulisnya, dikutip dari WebMD.

Sementara itu, dokter gigi Timothy Pruett, DMD, dari Flossolution mengatakan bahwa kehamilan membawa situasi yang unik. "Saat tubuh Anda berkembang melalui setiap trimester, sel-sel Anda semakin mempertahankan cairan, termasuk jaringan gusi Anda," ujarnya.

"Ditambah dengan peningkatan kadar hormon, ini dapat menyebabkan respons peradangan yang meningkat terhadap keberadaan plak, yang mengakibatkan gusi bengkak dan meradang pada ibu hamil. Gusi bengkak itu membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit periodontal," tambahnya.

examination and treatment of the teeth in the dental clinicilustrasi kontrol ke dokter gigi/ Foto: thinkstock

Nah, empatĀ masalah gigi yang biasa muncul selama kehamilan meliputi:

1. Radang gusi atau gingivitis

Berkat perubahan hormon, ibu hamil lebih berisiko mengalami penyakit gusi ringan ini. Radang gusi atau gingivitis dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, pembengkakan, bau mulut, dan kemungkinan pendarahan.

2. Gigi berlubang

Saat hamil, Bunda mungkin lebih banyak ngemil akhir-akhir ini. Hati-hati, jika tidak rajin menggosok gigi maka berisiko mengalami gigi berlubang. Jika Bunda menderita mual dan muntah, peningkatan keasaman dalam mulut juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.

3. Tumor gusi

Jika saat hamil, Bunda mengalami benjolan merah bundar di sepanjang garis gusi, itu bisa jadi karena perubahan hormon dan kemungkinan penumpukan plak. Tumor gusi selama kehamilan ini jarang terjadi, tetapi cenderung berkembang selama trimester kedua dan benar-benar jinak, biasanya memudar setelah bayi lahir.

4. Erosi enamel gigi

Jika mual di pagi hari saat hamil menyebabkan Bunda sering muntah, asam bisa mulai mengikis enamel gigi dan meningkatkan risiko kerusakan gigi. Kalau ibu hamil mengalami ini, penting untuk menemui dokter gigi untuk mengatasi masalah gigi selama kehamilan.

Semoga keempat masalah ini tidak terjadi saat Bunda hamil ya. Menurut Chris Kammer, DDS, seorang dokter gigi dengan Lifetime Family Dentistry dan salah satu pendiri American Academy for Oral Systemic Health, penumpukan plak yang tidak diobati dan peradangan gusi dapat menyebabkan infeksi gigi, yang dapat menyebar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bukti yang menghubungkan penyakit gusi dengan komplikasi kehamilan, termasuk diabetes gestasional, preeklampsia, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Simak juga video tentang pertimbangan wajib sebelum melakukan veneer gigi:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi