KEHAMILAN
Mirror Syndrome, Kondisi Langka Ibu Hamil yang Bunda Perlu Tahu
Haikal Luthfi | HaiBunda
Jumat, 14 Aug 2020 07:11 WIBMirror syndrome adalah kondisi langka pada kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan janin yang memiliki kelebihan cairan yang tidak normal, disertai dengan preeklampsia pada wanita hamil. Preeklampsia itu sendiri merupakan kondisi tekanan darah menjadi tinggi atau juga disebut hipertensi, Bunda.
Komplikasi kehamilan seperti halnya mirror syndrome menjadi momok menakutkan yang bisa membuat stres ibu hamil. Namun, mengenali gejalanya dan segera memberitahu penyedia layanan kesehatan adalah langkah pertama menuju diagnosis dan pengobatan yang tepat, Bunda. Langkah preventif sangat penting bila terdapat sesuatu yang tidak biasa selama masa kehamilan.
Apa itu mirror syndrome?
Seperti yang diketahui, mirror syndrome merupakan keadaan yang tidak biasa saat kehamilan. Biasanya penyakit ini muncul pada usia kehamilan sekitar 16-34 minggu, Bunda. Dalam dunia medis, mirror syndrome dikenal dengan istilah ballantyne syndrome atau triple edema.
Dalam sejarahnya, kondisi langka ini pertama kali dijelaskan oleh John William Ballantyne pada tahun 1892 dengan pemikiran awal bahwa imunisasi iso rhesus pada janin adalah penyebab mirror syndrome. Kondisi ini akan mengakibatkan ibu hamil dan janin yang dikandungnya mengalami pembengkakan akibat kelebihan cairan, Bunda.
Penelitian yang berjudul 'Mirror Syndrome: A Rare, Potentially Life‐Threatening Obstetric Complication (2015)' menjelaskan bahwa mirror syndrome adalah komplikasi yang dapat mengancam nyawa, yang ditandai dengan pembengkakan, hipertensi, dan proteinuria (protein urine abnormal) pada ibu hamil serta dapat mengakibatkan pembengkakan parah (hydrops fetalis) pada janin.
Penyebab mirror syndrome
Karena merupakan penyakit langka sehingga penyebab mirror syndrome belum diketahui secara pasti, Bunda. Namun, ini dapat dikenali dengan adanya pembengkakan parah (hydrops fetalis) pada bayi atau janin.
Berdasarkan jurnal penelitian Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Sumatera Barat tahun 2019, dijelaskan bahwa hydrops fetalis merupakan adanya abnormalitas atau peningkatan cairan pada dua atau lebih organ tubuh bayi dalam kandungan atau yang baru lahir, Bunda.
Kondisi ini sangat berbahaya, dan berpotensi mengancam nyawa bayi. Seringkali hydrops fetalis dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengakibatkan infeksi, sindrom genetik, masalah jantung, gangguan metabolisme, dan sebagainya. Dalam beberapa kasus, ibu hamil yang sedang mengandung anak kembar lebih berpeluang mengalami Twin-To-Twin Transfusion Syndrome (TTS), yang mana disebabkan oleh hydrops fetalis.
Pada gilirannya, komplikasi ini dapat menyebabkan preeklampsia pada ibu hamil sebagaimana merupakan bagian dari penyakit mirror syndrome. Penyakit ini kerap kali disalahartikan dengan preeklampsia, Bunda.
Adapun gejala dari mirror syndrome, mengutip dari Very Well Family, meliputi:
- Pembengkakan parah
- Tekanan darah tinggi
- Protein berlebih yang ditemukan dalam urine (proteinuria)
- Kenaikan berat badan berlebih dalam waktu singkat
Terkadang mirror syndrome akan muncul dalam tes darah melalui hemodilusi (suatu kondisi di mana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah). Ini terjadi karena kelebihan cairan yang menumpuk di dalam tubuh.
Mengatasi mirror syndrome
Ibu hamil yang mengalami mirror syndrome harus melakukan persalinan sesegera mungkin, Bunda. Hal itu dilakukan demi menghindari komplikasi lebih lanjut.
Apabila usia janin dalam kandungan belum terlampau matang, persalinan akan dilakukan secara prematur, Bunda. Persalinan secara prematur bisa dilakukan melalui tahapan operasi caesar.
Dalam jurnal yang berjudul 'Mirror Syndrome: A Reflection of Fetal Health (2015)' dijelaskan ada satu kasus seorang pasien wanita hamil yang terindikasi mirror syndrome. Diketahui wanita tersebut mengalami preeklamsia yang hebat, ditambah dengan memburuknya kondisi janin yang dikandungnya.
Tim medis yang menangani wanita hamil tersebut menyarankan untuk melakukan persalinan segera agar dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan. Namun, keluarga dan wanita tersebut bersikeras untuk melanjutkan kehamilan hingga 28 minggu dengan harapan menambah kematangan janin.
Singkat cerita, setelah melalui tahapan mediasi yang panjang, akhirnya seorang ahli etika medis dipanggil untuk membantu dan menjelaskan empat prinsip dasar etika, yakni kebaikan, otonomi, non-maleficence, dan keadilan yang ada hubungannya dengan kasus ini, Bunda. Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, wanita itu mengalah dan operasi caesar pun dilakukan.
Nah Bun, meskipun mirror syndrome jarang terjadi, namun ini bisa berpotensi sangat serius lho. Karena itu, penting untuk selalu memantau kondisi kehamilan dengan memeriksanya secara rutin ke dokter kandungan ya.
Pemeriksaan rutin bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan baik pada ibu hamil maupun janin. Semoga informasi ini, membantu Bunda ya.
Simak juga Bunda, penyebab utama terjadinya preeklampsia pada video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Waspada Komplikasi Kehamilan Mirror Syndrome, Kenali Gejalanya sejak Dini Bun
Mengenal Mirror Syndrome, Kondisi Langka yang Berbahaya untuk Bumil & Janin
Waspadai Mirror Syndrome Saat Kehamilan, Komplikasi 'Kembar' Ibu & Janin
Waspadai Mirror Syndrome pada Bayi Kembar, Kasus Langka yang Mematikan
TERPOPULER
Serba Pink! Intip 5 Potret Baby Shower Istri Taylor Lautner Jelang Kelahiran Anak Pertama
7 Ciri Orang dengan Kemampuan Berpikir Tinggi Menurut Psikolog
15 Pidato Maulid Nabi Singkat untuk Lomba Anak Sekolah SD-SMA
Obesitas Terendah, Indonesia Masuk 8 Negara dengan Penduduk Bugar di Dunia
Sebelum Ada Test Pack, Begini Sejarah Terciptanya Alat Tes Kehamilan
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel Tebal Serbaguna Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Beda Gaya Liburan Gen Z, Milenial, hingga Generasi Booomer
Serba Pink! Intip 5 Potret Baby Shower Istri Taylor Lautner Jelang Kelahiran Anak Pertama
15 Pidato Maulid Nabi Singkat untuk Lomba Anak Sekolah SD-SMA
Obesitas Terendah, Indonesia Masuk 8 Negara dengan Penduduk Bugar di Dunia
7 Ciri Orang dengan Kemampuan Berpikir Tinggi Menurut Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kapan Waktu Terbaik Minum Jamu Cair Herbal Biar Efeknya Maksimal?
-
Beautynesia
4 Bulan Kelahiran Orang yang Karismatik, Pesona Alaminya Bikin Orang Tertarik
-
Female Daily
Kenali Penyebab Jerawat Sering Muncul di Dagu pada Tanggal yang Sama
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 23 Agustus: Cancer Harus Berubah, Virgo Berkeluh Kesah
-
Mommies Daily
Gejala Flu, COVID, dan Alergi pada Anak: Apa Bedanya?