sign up SIGN UP search


kehamilan

Hal Medis yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Nikah Bila Ingin Lahirkan Anak Unggul

Selasa, 01 Sep 2020 11:35 WIB
Rinawati Rohsiswatmo, dokter spesialis anak konsultan perinatologi. Pentingnya screening pra nikah untuk lahirkan generasi unggul/ Foto: dok.Dr. dr.Rinawati Rohsiswatmo Sp.A (K)
Jakarta -

Semua orangtua pasti ingin memiliki anak-anak yang sehat dan unggul, sehingga saat besar bisa mandiri dan sukses dalam persaingan hidup yang keras. Untuk mencetak manusia unggul ini membutuhkan sejumlah persiapan, bahkan secara medis harus dimulai sebelum menikah.

Salah satu persiapan medis yang terpenting adalah melakukan screening pra nikah. Hal ini mungkin masih sangat asing di kalangan masyarakat Indonesia. Tapi manfaatnya sangat besar.

Pemeriksaan kesehatan pra nikah atau disebut juga pre marital check up, merupakan tindakan pencegahan masalah kesehatan pada diri sendiri, pasangan, maupun keturunannya nanti.


Pemeriksaan kesehatan pra nikah menjadi salah satu upaya untuk mencegah berbagai macam penyakit pada calon bayi. Dari pemeriksaan pra nikah, akan diketahui beberapa masalah kesehatan seperti anemia, carrier thalassemia, kekurangan vitamin D, dan malnutrisi lainnya.

Keempat penyakit ini berpengaruh besar pada pembentukan anak-anak unggul di masa datang. Anak yang terlahir dari ibu dengan malnutrisi, kekurangan Vitamin D, dan mengalami anemia berisiko mengalami masalah kesehatan yang lebih besar.

Khusus untuk Ayah dan Ibu, dengan carrier thalassemia akan melahirkan bayi thalassemia.

Setelah mengetahui pentingnya manfaat screening pra nikah, berikut beberapa tahapan pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan:

1. Pemeriksaan fisis dan laboratorium sederhana

Sebelum menikah, hendaknya calon pengantin memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan fisis secara lengkap. Biasanya pemeriksaan yang sering dilakukan adalah tekanan darah dan gula darah. Kalau ditemukan kelainan harus segera diobati.


2. Pemeriksaan ke arah pembawa sifat (carrier) thalassemia

Kedua calon pengantin, perlu memeriksa kemungkinan sebagai pembawa sifat thalassemia atau normal. Kedua pasangan calon pengantin yang memiliki bakat pembawa sifat pembawa thalassemia akan melahirkan anak-anak dengan thalassemia.

Namun, saat sifat pembawa thalassemia sudah diketahui sejak sebelum menikah, maka bisa dilakukan pencegahan lebih awal.

Shot of a young woman having a consultation with her doctorPemeriksaan pra nikah untuk lahirkan anak unggul/ Foto: iStock

3. Pemeriksaan penyakit menular

Selain pemeriksaan fisis secara lengkap, ada pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi penyakit menular. Misalnya seperti tes hepatitis B, hepatitis C, HIV-AIDS, dan sifilis.

4. Pemeriksaan organ reproduksi

Bukan hanya untuk perempuan, pemeriksaan organ reproduksi juga penting dilakukan oleh laki-laki. Sehingga dapat diketahui potensi kesehatan ke depannya seperti apa.

5. Pemeriksaan torch

Tambahan untuk para calon pengantin wanita, bisa melakukan pemeriksaan torch. Sehingga dapat diketahui masalah kesehatan pada calon ibu, yang mungkin akan membahayakan bayinya. Beberapa yang bisa dilihat hasilnya dari pemeriksaan tourch yaitu Toksoplasmosis, Cytomegalovirus (CMV), Herpes simplex virus (HSV) hingga Rubella. Dari pemeriksaan ini, dapat dilakukan pencegahan dan pengobatan.

Mengingat besarnya manfaat screening pra nikah, para calon pengantin bisa merencanakan generasi yang unggul dan kesehatan keluarga yang lebih baik lagi ke depannya. Dimulai dari pemeriksaan pra nikah, akan muncul kesadaran untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat, serta pencegahan penyakit pada calon anak-anaknya.

Untuk pemeriksaan pra nikah sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan rumah sakit. Ingat, tes ini penting dilakukan untuk mengambil tindakan pencegahan atau perawatan bila diperlukan lebih awal sebelum menurunkan bahaya kesehatan pada anak-anaknya.

Mari, demi lahirnya generasi unggul, kita tumbuhkan kesadaran bersama pentingnya screening pra nikah.

*Bersambung ke tulisan 2 mengenai Pentingnya screening pranikah & 4 Penyakit yang Bisa Dihindarkan.

Dr.dr.Rinawati Rohsiswatmo Sp.A (K) merupakan seorang dokter spesialis anak-Konsultan Perinatologi.
Rina menjabat sebagai Neonatologis di Departemen Kesehatan Anak, Rumah Sakit Umum Nasional Cipto Mangunkusumo.
Saat ini, Rina juga bertugas sebagai dosen di Departemen Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Bunda, simak juga yuk cara mendeteksi kanker payudara sejak dini dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi