sign up SIGN UP search


kehamilan

Lumpuh Total Usai Lahiran, Ibu Ini Hanya Bisa Nangis Saat Lihat Bayi

Annisa Afani Sabtu, 05 Sep 2020 08:04 WIB
Ilustrasi pasien di rumah sakit caption
Jakarta -

Kisah pilu dialami oleh seorang ibu bernama Norazlina Hasan asal Malaysia pada tahun lalu, Bunda. Norazlina yang saat itu berusia 42 tahun mengalami lumpuh total akibat komplikasi saat melahirkan anaknya yang ketujuh, bayi perempuan yang diberi nama Nor Amalina Eliya Ibrahim.

Karena Norazlina tak dapat melakukan apapun, Amalina pun harus dirawat oleh anak sulungnya, Nor Fatin Shahira Ibrahim. Akibatnya, Fatin yang berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan pekerjaannya sebagai pegawai kontrak di instansi pemerintahan di Petaling Jaya, Malaysia.

Selain merawat adiknya, Fatin juga harus merawat ibunya. Sebab, Norazlina yang lumpuh hanya bisa memandang Amalina, Bunda. Bahkan, bayi tersebut tak mendapat setetes pun air susu ibu (ASI) darinya.


Fatin mengakui bahwa dia sempat pulang untuk merawat ibunya yang terserang stroke. Sang Bunda kala itu melakukan pemeriksaan CT Scan untuk melihat adanya gumpalan darah di kepalanya, saat itulah Norazlina diketahui sedang mengandung.

"Saat itu, baru diketahui mama saya hamil dan usia kehamilan sudah memasuki tiga bulan," kata Fatin, dikutip dari H Metro.

Dia tak menduga kondisi ibunya akan lumpuh total usai melahirkan adik bungsunya. Pasalnya, Fatin mengatakan bahwa sang ibu tak mengalami masalah apa pun selama kehamilan.

"Selama hamil mama tidak ada komplikasi dan hanya sedikit diabetes dan harus disuntik insulin. Bahkan untuk masalah pembekuan darah di kepala juga diinformasikan oleh dokter sudah stabil," ujar Fatin.

Namun keadaan bertambah buruk saat melahirkan adiknya. Norazlina mengalami berbagai komplikasi termasuk kejang di seluruh tubuhnya menyebabkan oksigen gagal mencapai otak dan membuatnya lumpuh total. Akibatnya, kelahiran terpaksa dilakukan dengan cara caesar. Bahkan dokter mengatakan ibunya tak akan pernah sembuh.

Dengan kenyataan itu, Fatin harus merawat ibunya serta menjadi kakak sekaligus ibu bagi adik bungsunya. Dia pun kerap mengajak ibunya berbicara meski tidak mendapat respons. Namun ketika, adiknya didekatkan, sang ibu akan berlinang air mata.

"Walaupun mama tidak bisa memberikan respon, saya tetap sering berbicara dengannya. Ada kalanya adik saya dekatkan ke mama, dan dia menangis. Mungkin sedih karena tidak bisa membelai adik saya," tuturnya.

Semenatra mengutip Sinar Harian, kesehatan Norazlina pada akhir tahun lalu semakin menurun, Bunda. Fatin mengatakan bahwa ibunya sering mengalami muntah setelah minum susu melalui selang infus.

Meski begitu, Fatin tetap berusaha penuhi nutrisi yang dibutuhkan sang ibu. Dia tetap memberi ibunya susu enam kali dalam sehari dengan jumlah yang mesti dikurangi agar tak dimuntahkan.

Saluran kencing Norazlina pun sudah bercampur dengan darah, Bunda. Selain itu, punggung sang ibu pun mengalami luka hingga bernanah karena terlalu lama berbaring. Akibatnya, Fatin mengaku sering merasa kesulitan setiap kali akan mengganti popok sekali pakai pada ibunya.

Untungnya, keluarga Fatin mendapat bantuan dari banyak lembaga swadaya masyarakat. Sumbangan yang mereka terima setiap bulan tersebut berupa popok sekali pakai atau susu untuk meringankan beban keluarganya.

Kehidupan keluarga Fatin memang sulit lantaran sang ayah hanya seorang supir truk dan mengidap diabetes, Bunda. Sehingga keluarga mereka tetap saja membutuhkan bantuan dan dukungan untuk terus bertahan hidup dan membiayai keperluan medis Norazlina.

Bunda, simak juga cerita dr. Reisa yang habis melahirkan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi