KEHAMILAN
Keputihan Saat Hamil, Seperti Apa yang Berbahaya?
Haikal Luthfi | HaiBunda
Jumat, 27 Nov 2020 08:54 WIBSalah satu ciri-ciri hamil muda adalah keputihan. Keputihan ini merupakan hal yang normal Bunda, kecuali jika keputihan tersebut terinfeksi oleh bakteri atau jamur.
Kondisi ini bisa terjadi sepanjang kehamilan. Ciri hamil ini baik karena keputihan diperkirakan dapat membantu membersihkan vagina, dan mencegah infeksi memasuki rahim. Dikutip dari laman Pregnancy Birth Baby, leher rahim, serta dinding vagina menjadi lebih lembut, dan keputihan meningkat untuk membantu mencegah infeksi yang menjalar dari vagina ke rahim.
Keputihan yang normal selama kehamilan disebut leukore, teksturnya encer, berwarna putih seperti susu, dan berbau ringan. Leukore mirip dengan keputihan yang mungkin dialami saat menstruasi, hanya saja ini lebih berat. Sebab, ini merupakan salah satu tanda dari proses ovulasi yang terjadi di dalam tubuh.
Namun hati-hati juga ya karena keputihan juga bisa merupakan salah satu tanda dari suatu penyakit lho Bunda. Keputihan ini disebut juga sebagai keputihan abnormal. Cirinya dapat terlihat warna yang tidak normal seperti warna kuning, hijau atau bahkan keabu-abuan. Selain dilihat dari warna, keputihan abnormal juga disertai dengan bau yang tajam, dan rasa gatal yang mengganggu di area vagina.
Menurut Cheryl Axelrod, M.D., dokter spesialis obstetri dan ginekologi bersertifikat di Chicago, ketika keputihan terjadi perubahan warna, berbau tidak sedap, serta menyebabkan rasa sakit atau gatal, ini bisa menjadi tanda infeksi atau masalah lain, Bunda.
Axelrod juga menyarankan untuk menemui dokter jika vulva terlihat meradang, atau mengeluarkan cairan keputihan yang tidak berbau tapi menyebabkan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan badan, gatal, hingga rasa terbakar. Jika keputihan tersebut yang dirasakan, berarti itu infeksi.
"Anda memiliki cairan putih atau abu-abu tipis dengan bau amis yang kuat, yang mungkin lebih terlihat setelah berhubungan seks (saat cairan bercampur dengan air mani). Ini mungkin suatu kondisi yang disebut vaginosis bakteri," ujar Axelrod, seperti dikutip dari laman Baby Center.
Penyebab keputihan saat hamil
Selama kehamilan, volume cairan keputihan akan terus meningkat. Itu karena terjadi peningkatan estrogen, dan aliran darah ke area vagina.
Mengutip Very Well Family, pada trimester pertama kehamilan, keputihan meningkat sebagai upaya untuk menghilangkan sel-sel mati, dan bakteri dari rahim serta vagina untuk membantu mencegah infeksi. Jumlah keputihan yang dialami akan meningkat secara bertahap seiring dengan perkembangan kehamilan.
Umumnya keputihan tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga normal, dan tidak perlu dikhawatirkan, Bunda. Kondisi ini disebut juga sebagai keputihan fisiologis.
Ciri keputihan yang berbahaya
Jika keputihan memiliki ciri yang tidak biasa dan beraroma menyengat, sebaiknya segera temui dokter. Mengutip Medical News Today, ciri keputihan yang berbahaya, meliputi:
- Terasa tidak nyaman pada sekitar atau dalam vagina seperti nyeri ataupun rasa gatal
- Warna cairan yang tidak biasa. Biasanya cairan berwarna abu-abu, hijau, atau kuning
- Bau yang kuat dan menyegat
- Pendarahan
- Kotoran yang berbusa
- Terdapat bercak setelah berhubungan intim
- Sensasi terbakar saat buang air kecil
Jika mendapat keputihan seperti ciri di atas saat hamil, Bunda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Sebab, infeksi vagina terkait dengan risiko keguguran atau kelahiran prematur.
"Bakteri vaginosis dimulai sebagai infeksi vagina, tetapi kadang-kadang bisa naik ke rahim dan menyebabkan pecahnya ketuban secara dini dan kelahiran prematur," kata April Sarvis, OB-GYN di Bloomfield Hills, Michigan, dikutip dari Parents.
Mengutip Parenting FirstCry, perawatan yang dijalani untuk keputihan abnormal tergantung pada penyebab dari keputihan tersebut. Penyebab paling umum keputihan tidak normal, adalah infeksi jamur, bakterial vaginosis atau trikomoniasis.
Keputihan yang disebabkan infeksi jamur biasanya diobati dengan obat antijamur, krim atau gel. Bakterial vaginosis diobati dengan pil antibiotik atau krim.
Meski beberapa kasus keputihan mungkin mengindikasikan sesuatu yang tidak normal, namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, dan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Selain itu, gunakan panty liners (bukan tampon) untuk menyerap cairan selama kehamilan.
Selain itu, gunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun, dan serat alami. Ganti juga pakaian dalam setidaknya 2-3 kali sehari, hindari juga mengenakan celana ketat, gunakan air dan sabun tanpa pewangi ketika mencuci area kewanitaan, cuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah menyentuh vagina.
Di samping itu, bersihkan vagina dari depan ke belakang. Jika Bunda tergoda ingin menggunakan produk pembersih vagina, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter sebelum menggunakannya.
Simak juga Bunda, mitos atau fakta bahwa mentimun sebabkan keputihan pada video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Beda Lendir Keputihan dengan Lendir Tanda Melahirkan
5 Cara Menandai Keputihan Tanda Hamil, Lihat Warnanya Ya Bun
7 Warna Cairan Keputihan & Artinya, Ibu Hamil Wajib Tahu
Sering Keputihan Menyebabkan Sulit Hamil? Bunda Simak Faktanya
TERPOPULER
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Aturan Baru Komdigi
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Bilang "Aku Baik-baik Saja" Padahal Tidak Menurut Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Aturan Baru Komdigi
Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Waistline Instan buat Acara Dadakan, Korset Ini Diklaim Kerja dalam 30 Menit
-
Beautynesia
7 Rekomendasi Drama Korea yang Dibintangi Gong Hyo Jin
-
Female Daily
Gaya Makin Fleksibel, Intip Cara Tantri Namirah, Ririn Ekawati hingga Ibnu Jamil Pakai UNIQLO Fall/Winter 2026
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Amanda Manopo Pamer Koleksi Tas Mini Serba Pink, Harganya Bikin Meriang
-
Mommies Daily
Maxime Bouttier Ungkap Gaya Parenting yang Ingin Diterapkan pada Anak: “Lumayan Strict”