sign up SIGN UP search

kehamilan

5 Alat Kontrasepsi yang Paling Banyak Dipilih, Mana Favorit Bunda?

Kinan Senin, 15 Mar 2021 10:09 WIB
Alat KB IUD caption

Jika saat ini Bunda sedang berencana untuk menunda kehamilan, jangan lupa gunakan alat kontrasepsi. Sesuaikan pilihan alat kontrasepsi dengan kebutuhan dan juga riwayat kesehatan, ya.

Ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang bisa dipilih saat ini, bisa berupa hormonal dan non-hormonal. Agar lebih sesuai, konsultasi dulu ke dokter kandungan sebelum memilih alat kontrasepsi.

Apa saja ya jenis-jenis alat kontrasepsi yang bisa Bunda pilih? Berikut ulasannya:


1. KB Suntik

Alat kontrasepsi berupa KB suntik dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan hormon progesteron sintetis ke dalam tubuh. Biasanya, penyuntikkan dilakukan di bagian lengan atas. Suntik hormon berfungsi untuk mencegah terjadinya ovulasi.

Sebab jika ovulasi tidak terjadi, maka tidak ada sel telur yang dibuahi dan bisa mencegah terjadinya kehamilan. Namun ingat ya, suntikan ini perlu dilakukan secara berulang dan terjadwal, umumnya setiap tiga bulan sekali. 

Ketika Bunda sudah disuntik, proses ovulasi atau pelepasan sel telur akan berhenti sementara. Dengan demikian, sperma tidak bisa masuk dan bertemu dengan sel telur. 

Efek lain dari suntik KB ini yakni penebalan pada lendir di bagian serviks, sehingga sperma tidak bisa masuk lebih jauh ke dalam rahim. KB suntik pun menjadi salah satu alat kontrasepsi yang efektivitasnya cukup tinggi. 

Dilansir Web MD, penggunaan metode KB suntik memiliki beberapa keuntungan. Salah
satunya yakni aman digunakan sambil menyusui.

2. KB Spiral atau IUD

Salah satu alat kontrasepsi yang banyak dipilih yakni IUD (Intrauterine Device) alias KB spiral. Selain karena praktis, KB spiral juga populer karena terbukti ampuh mencegah kehamilan.

Alat kontrasepsi ini terbuat dari bahan plastik yang dilapisi tembaga. Alat yang berbentuk seperti huruf T ini akan dimasukkan ke dalam vagina untuk mencegah sperma masuk.

Jangan lupa konsultasi dulu ke dokter sebelum memakai KB spiral, ya. Dengan begitu, Bunda akan menjadi lebih rileks dan tidak tegang selama proses pemasangan. Nantinya setelah KB spiral terpasang, cek kembali ke dokter secara rutin sesuai anjuran. 

Perhatikan juga jika Bunda memiliki keluhan setelah pemasangan KB spiral seperti demam, nyeri perut, haid sangat terlambat, ada perdarahan atau nyeri saat berhubungan intim.

3. KB steril

Jika Bunda sudah tak lagi ingin hamil, ada pilihan alat kontrasepsi berupa KB steril atau tubektomi. Ini merupakan tindakan pencegahan kehamilan permanen. Intinya, tidak seperti KB lain yang bisa dihentikan dan bisa hamil lagi, KB steril tidak bisa dikembalikan seperti semula.

Seperti dikutip dari Healthline, pada tubektomi akan dilakukan pemotongan atau pengikatan pada saluran tuba falopi. Tuba falopi merupakan jalur pertemuan antara sel telur dan sperma. Jika saluran ini dipotong atau diikat, maka sel telur tidak bisa bertemu dengan sperma. 

Dengan demikian, pembuahan dan kehamilan tidak akan terjadi. Keampuhan KB steril untuk mencegah kehamilan bisa dikatakan hampir 99 persen.

4. Pil KB

Pilihan alat kontrasepsi hormonal salah satunya pil KB. Untuk mendapatkan manfaatnya, Bunda wajib meminum obat ini setiap hari sesuai anjuran dokter. Saat ini ada beberapa jenis pil KB yang tersedia, sehingga Bunda perlu konsultasi ke dokter agar tepat memilih. 

Efektivitas pil KB bisa tinggi selama penggunaannya sesuai dan dosisnya tepat. Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah dengan meminumnya di jam yang sama setiap hari.

Saat ini ada dua jenis pil KB yang tersedia: pil KB kombinasi dan pil KB progesteron. Pil KB kombinasi merupakan pil yang mengandung estrogen dan progesteron, sementara pil KB progesteron tidak memiliki kandungan estrogen.

5. Kondom

Kondom merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang populer dan banyak dipilih oleh pasutri untuk mengontrol kehamilan. Salah satunya karena dianggap praktis dan efisien.

Alat kontrasepsi berbahan karet lateks ini bekerja dengan cara menampung sperma, sehingga membuatnya tidak bisa bertemu sel telur. Ya, selama penetrasi, kondom menahan agar sperma tidak bisa masuk ke dalam vagina.

Saat ini, sudah ada banyak varian kondom yang dijual di pasaran. Selain memiliki varian aroma seperti buah-buahan atau permen, ada juga varian tekstur seperti kondom tipis dan kondom bergerigi.

Dikutip dari American Pregnancy Association, kondom menjadi satu-satunya alat kontrasepsi yang juga bermanfaat untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual.

Dengan menggunakan kondom, maka sentuhan langsung antara penis dan vagina saat berhubungan seks pun tidak terjadi. Maka dari itu, penularan penyakit yang berasal dari cairan tubuh seperti air mani pun bisa dikurangi risikonya.

The National Institute of Health and the National Institute of Allergy and Infectious Diseases melaporkan beberapa penyakit menular seksual yang bisa dicegah di antaranya sifilis, klamidia, gonorrhea, herpes genital dan HIV.

Disebutkan juga bahwa manfaat kondom membantu mengurangi risiko penularan human papillomavirus (HPV). HPV sendiri diketahui merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit seperti kutil kelamin, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks.

Nah, untuk menemukan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan riwayat medis Bunda, segera konsultasi ke dokter, ya!

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi