sign up SIGN UP search


kehamilan

Ketahui Bunda, 8 Perbedaan Inseminasi Buatan dan Bayi Tabung

Haikal Luthfi Rabu, 07 Apr 2021 17:03 WIB
A beautiful pregnant woman rubbing skin moisturiser on her baby bump in the bathroom caption
Jakarta -

Inseminasi buatan merupakan proses perkawinan yang mempertemukan sperma dan sel telur agar dapat terjadi proses pembuahan, Bunda. Ini kerap digunakan untuk program kehamilan.

Mengutip Healthline, metode ini digunakan untuk mengantarkan sperma langsung ke leher rahim. Terkadang, sperma perlu disiapkan untuk bisa meningkatkan kemungkinan seorang wanita hamil.

Dalam kasus yang melibatkan ketidaksuburan pria, ini sering digunakan ketika jumlah sperma sangat rendah atau ketika sperma tidak cukup kuat untuk berenang melalui serviks dan naik ke saluran tuba.


Banner 2 Wanita Korea Nikahi Pria Indonesia

Sedangkan pada wanita, ini dilakukan jika memiliki kondisi yang disebut endometriosis atau memiliki sesuatu yang tidak normal pada organ reproduksi, Bunda. Selain itu, terdapat dua metode inseminasi buatan, yaitu:

Intracervical insemination (ICI)

ICI adalah jenis inseminasi buatan yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma ke dalam serviks. Metode inseminasi buatan yang satu ini lebih sederhana dan bisa dilakukan di klinik dokter atau rumah. Tingkat keberhasilan berkisar 5 hingga 30 persen per siklus.

Langkah-langkah untuk proses ini meliputi:

  • Siklus ovulasi dipantau dengan menggunakan metode kalender, ultrasound, atau kombinasi dari semuanya. Terkadang dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menginduksi ovulasi dan meningkatkan kemungkinan seorang wanita akan melepaskan banyak sel telur.
  • Pasangan wanita akan mendonasikan sperma atau wanita akan mendapatkan sampel sperma dari pendonor.
  • Dokter akan memasukkan sperma ke dalam vagina dengan menggunakan jarum suntik khusus. Pilihan lain adalah menempatkan sperma di tutup serviks yang dimasukkan ke dalam serviks dan tetap selama waktu yang ditentukan.
    Pada wanita biasanya akan diinstruksikan untuk berbaring selama 15 sampai 30 menit.
  • Idealnya ini memungkinkan sperma naik dari leher rahim ke dalam rahim.
  • Dalam waktu sekitar dua minggu atau sedikit lebih lama, akan dilakukan tes kehamilan untuk memastikan apakah proses inseminasi berhasil.

Uterine insemination (IUI)

IUI digunakan pada kondisi infertilitas pria atau pada penyebab yang tidak diketahui dengan jelas. Metode ini juga dapat digunakan pada kondisi endometriosis dan lendir serviks yang kental.

Sperm and egg cell. Early stage embryo. Insemination concept. 3d illustrationIlustrasi inseminasi/ Foto: iStock

Adapun langkah-langkah untuk proses ini serupa dengan metode ICI, tetapi biasanya dilakukan di ruang praktek dokter dan dengan sperma yang disiapkan khusus. Langkah tambahannya meliputi:

  • Air mani disiapkan atau dicuci untuk menghilangkan protein potensial yang dapat mempengaruhi pembuahan. Ini juga membuat sperma lebih terkonsentrasi.
  • Dokter akan menggunakan alat khusus yang disebut spekulum untuk membuat rahim lebih mudah diakses. Alat tersebut membawa sperma untuk dimasukkan ke dalam rahim.

Perbedaan inseminasi buatan dan bayi tabung

Meskipun termasuk ke dalam bagian dari teknologi reproduksi berbantu, terdapat perbedaan inseminasi buatan dan bayi tabung lho Bunda.

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan termasuk salah satu metode untuk segera memiliki anak. Berbeda proses inseminasi yang lebih sederhana, dalam pendekatan metode ini melibatkan penggabungan antara sel telur dan sperma untuk membentuk embrio di luar tubuh. 

Mengutip laman What to Expect, selama proses IVF, sel telur dibuahi dengan sperma di laboratorium, kemudian dipindahkan kembali ke rahim. Sedangkan prosedur IUI hanya membutuhkan beberapa menit, siklus IVF bisa memakan waktu satu bulan atau lebih untuk menyelesaikannya.

Nah, adapun Bunda secara rinci inilah yang membedakan proses inseminasi buatan dan bayi tabung seperti yang dilansir laman Instituto Bernabeu, yakni:

Inseminasi buatan

  1. Teknik ini memasukkan sperma yang dipilih sebelumnya ke dalam rahim wanita yang telah disiapkan dengan merangsang ovulasi
  2. Pembuahan (penyatuan sel telur dan sperma) terjadi di dalam tubuh wanita, khususnya di tuba falopi
  3. Teknik yang lebih sederhana karena tidak memerlukan pengambilan sel telur.
  4. Stimulasi ovarium harus minimal untuk menghindari risiko kehamilan ganda.
  5. Biaya lebih terjangkau
  6. Peluang sukses lebih rendah, sekitar 15 persen per percobaan
  7. Tidak memberikan peluang keberhasilan yang nyata dalam kasus penyumbatan tuba falopi
  8. Direkomendasikan untuk pasangan dengan prognosis yang baik, yaitu pasangan muda yang sudah lama tidak mencoba untuk hamil tanpa adanya perubahan air mani, penyumbatan tuba falopi, atau endometriosis

Bayi tabung

  1. Teknik ini terdiri dari pengambilan sel telur wanita untuk dibuahi dan kemudian memasukkan embrio yang diperoleh ke dalam rahim
  2. Pembuahan terjadi di luar tubuh wanita
  3. Lebih kompleks karena membutuhkan prosedur pembedahan untuk mendapatkan sel telur dan dibuahi di laboratorium
  4. Stimulasi ovarium bertujuan untuk mendapatkan jumlah sel telur yang cukup
  5. Biaya lebih mahal
  6. Tingkat keberhasilan tertinggi per percobaan. Dalam kasus tertentu, mencapai kehamilan hingga 60 persen
  7. Dapat menjadi pilihan pertama untuk pasangan dengan waktu kemandulan yang lama
  8. Metode dengan peluang keberhasilan tertinggi dalam teknologi reproduksi berbantu dan merupakan pilihan pertama dalam banyak kasus

Semoga bermanfaat Bunda!

(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!