kehamilan

Pasutri Ponorogo 12 Th Menanti Momongan Kini Dikaruniai Bayi Kembar, 2 Kali Gagal Inseminasi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 16 Sep 2023 12:15 WIB

Jakarta -

Alif dan Aris, pasangan suami istri asal Ponorogo, Jawa Timur ini menunggu selama 12 tahun untuk punya momongan. Penantian berakhir pada 10 September 2023, saat Alif melahirkan bayi kembar dari proses bayi tabung yang dijalaninya sejak akhir tahun lalu, Bunda.

Alif dan Aris sudah mulai menjalani program hamil melalui bantuan medis sejak tahun 2017. Sebelumnya, pasangan ini hanya mencoba cara alami untuk mendapatkan momongan.

"Dulu itu sebetulnya kami 12 tahun menikah, tapi memang berkumpul mulai di tahun 2017, karena setelah pernikahan, kita sama-sama merantau kerja di luar negeri. Selama itu, ya hanya mencoba hamil secara alami saja," kata Aris saat dihubungi HaiBunda, Kamis (14/9/23).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Tahun 2017 mulai program hamil. Kita tunggu satu tahun, belum ada perkembangan, lalu ke dokter di Ponorogo untuk menjalani program hamil, mungkin ada lima dokter di Ponorogo, pindah-pindah terus, karena satu dokter belum berhasil, kita pindah lagi, begitu terus sampai dokter di Ponorogo menyerah," sambungnya.

Dari Ponorogo, Alif dan Aris pergi ke Madiun untuk kembali menjalani program hamil. Sekitar setahun tak menunjukkan hasil positif, keduanya lantas memutuskan menjalani inseminasi buatan di Solo. Namun, pasangan ini kembali harus menelan pil pahit karena dua kali gagal menjalani inseminasi buatan.

"Di Madiun mungkin sekitar satu tahun, itu dikasih vitamin dan suntikan, ternyata belum berhasil juga. Akhirnya, kita memutuskan inseminasi di salah satu rumah sakit di Solo. Di sana, kami program inseminasi dua kali dengan proses cukup panjang, ternyata juga gagal," ujar Aris.

Tak menyerah dan putuskan ikut program bayi tabung

Alif dan Aris belum menyerah. Keduanya lantas memutuskan untuk berangkat ke Surabaya usai melihat artikel tentang program bayi tabung dan sebuah klinik kesuburan yang sudah berhasil membuat banyak pasangan suami istri memiliki anak, Bunda.

Aris juga melihat unggahan Dokter spesialis Kebidanan Kandungan, dr Benediktus Arifin, MPH, SpOG, di akun Instagram pribadinya. Dokter yang akrab disapa Benny ini memang sudah beberapa kali berhasil membantu pasangan suami istri mendapatkan momongan melalui program bayi tabung.

"Saya lalu pikir-pikir, usia sudah tua, istri juga sudah menginjak 31 tahun. Saya baca artikel di media-media itu, proses bayi tabung kalau di atas 35 tahun kan sulit tingkat keberhasilannya. Akhirnya, saya baca artikel ada Morula (klinik kesuburan), kebetulan saya juga melihat IG yang di-posting dokter Benny banyak yang berhasil," kata Aris.

Aris dan istrinya lalu menjalani program hamil mulai dari November 2022. Keduanya kembali bersemangat menjalani program hamil setelah diyakinkan dokter Benny.

Selama menjalani proses bayi tabung, pasangan ini mendapatkan pengobatan. Alif didiagnosis mengalami PCO (Polycystic Ovaries), sementara Aris didiagnosis Sperma Asthenoteratozoospermia, yakni gangguan pada pergerakan dan bentuk sperma.

"Mulai pertama kali cek darah, sperma, dan sel telur. Kebetulan istri saya kan memang sudah didiagnosis PCO, sel telur enggak mau besar. Hari itu juga langsung dikasih suntikan obat perbesar sel telur, serta obat dan vitamin untuk saya karena mengalami Sperma Asthenoteratozoospermia," ujar pria 36 tahun ini.

Ilustrasi Suami IstriIlustrasi Suami Istri/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Program bayi tabung yang dijalani keduanya tak mudah. Pasangan suami istri ini mesti bolak-balik Ponorogo-Surabaya dengan menempuh jalur darat selama beberapa bulan. Setidaknya, sudah sekitar 20 kali pasangan ini pulang dan pergi dari dan ke Surabaya, Bunda.

"Selang satu minggu, balik lagi ke Surabaya untuk cek sel telurnya. Ada beberapa tahapan, kayak diberikan sesuatu yang dioleskan di tangan selama 8 hari, tapi sel telur belum membesar. Akhirnya ditambah lagi dosisnya, akhirnya 10 hari besar," kata Aris.

"Akhirnya dilakukan OPU (Ovum Pick Up), yakni pengambilan sel telur, dan ini berbarengan dengan pengambilan sel sperma. Alhamdulillah diambil ada 16 sel telur, setelah dicek ada 8 yang terisi, dan dari 8 itu disuntikkan ya. Pada waktu hari ke-3, embrio yang berkembang itu ada 4, tapi itu belum bisa senang banget karena harus menunggu sampai hari ke-5."

Setelah menunggu dengan deg-degan, Aris dan Alif akhirnya mengetahui bahwa ada 3 embrio yang dinyatakan dalam kondisi baik. Tapi, proses selanjutnya tak bisa langsung transfer embrio karena ternyata rahim Alif belum siap, Bunda. Barulah setelah 12 hari pemberian obat dan suntikan, rahim Alif sudah siap dan transfer embrio dilakukan.

"Setelah dikabari ada 3 embrio dengan kualitas baik, dilakukan pengecekan rahim, tapi ternyata belum siap. Akhirnya, dilakukan pembekuan embrio. Sambil menunggu, istri dikasih obat dan suntikan selama 12 hari untuk mempertebal dinding rahim. Akhirnya dilakukan transfer embrio, dan itu juga butuh persiapan, seperti dilakukan tes Covid, tes darah hCG minimal harus di atas 10 nilainya," ungkap Aris.

"Alhamdulillah pas waktu diperiksa itu sudah mencukupi 12,7, langsung dilakukan transfer embrio hari itu juga, ditunggu sampai berapa jam, dan kita dibolehkan pulang, Tapi, karena takut prosesnya enggak sebentar dan biaya yang dikeluarkan enggak sedikit, akhirnya kita memutuskan untuk menginap di hotel Surabaya 2-3 hari."

Dari 3 embrio yang baik, Alif dan Aris memutuskan untuk melakukan transfer 2 embrio. Pasangan ini mempertimbangkan saran dokter terkait tingkat keberhasilan program bayi tabung.

"Ada 3 embrio, pas waktu pertama mau dimasukkan ditanya berapa? saya takutnya biaya agak mahal pengambilan itu sekitar 64 juta. Saya bilang dimasukkan 1 embrio saja. Terus dokter bilang kalau proses bayi tabung itu enggak semuanya berhasil, dia kasih saran untuk transfer 2 embrio, 'mudah-mudahan jadi, tapi semuanya kembali lagi ke Tuhan yang kasih'. Akhirnya saya ikut dokter untuk transfer 2 embrio, dan 1 embrio lagi dibekukan," ungkapnya.

Setelah transfer 2 embrio, Alif pun dinyatakan hamil. Namun, ia tak langsung mengetahui hamil lembar. Bagaimana ceritanya? Bagaimana juga perjalanan kehamilan Alif ya?

Selengkapnya dapat dibaca di halaman berikutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klikĀ di SINI. Gratis!

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT