sign up SIGN UP search


kehamilan

Mengenal Alat Kontrasepsi KB Suntik, Seberapa Efektif Mencegah Kehamilan?

Annisa Karnesyia Senin, 03 May 2021 20:19 WIB
Doctor in personal protective suit or PPE inject vaccine shot to stimulating immunity of woman patient at risk of coronavirus infection. Coronavirus,covid-19 and vaccination concept. caption
Jakarta -

Penggunaan alat kontrasepsi utamanya adalah mencegah kehamilan. Di Indonesia, alat kontrasepsi digunakan sebagai upaya program Keluarga Berencana (KB), Bunda.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), program KB dibuat untuk mengendalikan angka pertambahan penduduk, membatasi angka kelahiran, dan mengatur jarak kelahiran anak di keluarga. Pada akhirnya, konsep program ini bertujuan untuk menciptakan keluarga sehat sejahtera.

"Program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi karena kehamilan yang tidak diinginkan ataupun jarak kelahiran terlalu dekat," tulis Kemenkes, dikutip dari laman resminya, Senin (3/5/21).


Manfaat alat kontrasepsi

1. Perencanaan kehamilan

Perencanaan kehamilan yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak, Bunda. Merencanakan kehamilan juga memengaruhi pola asuh Bunda pada si kecil karena proses kehamilan hingga kelahiran diinginkan.

2. Menghindari kehamilan tidak diinginkan

Kasus kehamilan yang tidak diinginkan masih ditemukan di Indonesia. Bila hal ini dibiarkan, bisa berdampak buruk pada kesehatan, terutama pada kasus aborsi.

Penggunaan alat kontrasepsi bisa menjadi solusi untuk mengatasi kehamilan tidak diinginkan. Terutama bagi Bunda yang ingin mengatur jarak kelahiran antar anak.

3. Meningkatkan kualitas keluarga

Alat kontrasepsi juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas hidup ibu dan anak. Risiko kematian ibu dan bayi dapat menurun karena arak kelahiran bisa diatur.

Kualitas hidup ini juga berhubungan dengan perencanaan kehamilan. Dengan mengatur jumlah dan jarak kelahiran diharapkan bisa meningkatkan kualitas keluarga, terutama terkait masalah ekonomi.

KB dan alat kontrasepsi

Menurut Staf Medis Women Health Service RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Ilham Utama Surya, SpOG, KB merupakan suatu cara untuk menyehatkan tubuh secara jasmani dan rohani dengan mengatur jarak kehamilan, yakni minimal dua tahun. Waktu ini dirasa cukup karena status nutrisi Bunda akan kembali optimal setelah kehamilan, persalinan, dan proses menyusui.

Untuk mengatur jarak kehamilan ini, Bunda dapat mencegahnya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Penggunaannya pun perlu menyesuaikan dengan masa subur untuk membuat anak.

"Sejak seorang perempuan mengalami menstruasi maka saat itulah masa subur mereka. Menurut kesepakatan, waktu terbaik untuk kehamilan dan persalinan bagi perempuan adalah saat usia 20 sampai 35 tahun. Angka ini merupakan usia ideal untuk menekan risiko paling rendah untuk Bunda dan buah hati," kata dokter Ilham kepada HaiBunda, belum lama ini.

Penggunaan alat kontrasepsi banyak jenisnya. Bunda bisa mencegah kehamilan dengan menggunakan IUD (Intrauterine Device) atau biasanya KB Spiral, minum pil KB secara rutin, atau suntik hormon.

Salah satu alat kontrasepsi yang cukup populer adalah suntuk KB, Bunda. Metode suntik diberikan pada Bunda yang enggak mau ribet minum pil atau pasang IUD.

Kb suntikIlustrasi KB Suntik/ Foto: iStock

KB suntik

Jenis KB ini merupakan metode kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan hormon. Pemberiannya ada yang satu dan tiga bulan, Bunda.

Dokter Ilham mengatakan suntikan satu bulan mengandung hormon. Sedangkan suntik tiga bulanan mengandung depoprovera (DMPA).

"Mekanisme kerja KB suntik ini bertujuan untuk menghambat ovulasi, mengalami pembuahan, dan menipiskan dinding endometrium. Penggunaan KB suntik tergolong mudah karena Bunda tidak perlu melakukan pemeriksaan lebih dalam," ujar dokter Ilham.

KB Suntik biasanya dilakukan di bagian otot bokong, bawah perut, lengan, atau paha. Penyuntikan dilakukan dengan cepat dan bisa didapatkan di fasilitas kesehatan, seperti klinik, puskesmas, atau rumah sakit.

Jenis KB suntik

KB suntik dibagi menjadi dua, yakni yang disuntikkan satu bulan atau tiga bulan. Melansir dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

1. KB suntik 1 bulan

KB suntik satu bulan umumnya menggunakan hormon kombinasi, yakni hormon progestin dan estrogen. Dokter obgyn RS Brawijaya Woman & Children Jakarta, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, FFAG, mengatakan bahwa kandungan hormon yang digunakan adalah DMPA 25 mg ditambahkan estradion cypionate 5 mg atau norethisterone enanthanante 50 mg dan estradion valerate 5 mg.

"Estradiol merupakan kombinasi dari estrogen steroid yang berfungsi mengatur dan meregulasi siklus haid," kata Dinda, dalam Webinar 'Nyaman, Praktis, Terlindungi dengan KB Suntik 2 Bulan, Andalan Gestin F2, belum lama ini.

2. KB suntik 3 bulan

KB suntik tiga bulan menggunakan single hormon yang berisi DMPA atau medrocyprgesterine acetate 150 mg. Hormon dalam KB suntik ini adalah progestin yang aman digunakan selama masa menyusui atau tidak memengaruhi produksi ASI.

"KB suntik ini adalah progestin atau satu hormon sama seperti single hormon. Kontrasepsi tidak akan mengubah produksi ASI dan disuntik 3 bulan," ujar Dinda.

Kelebihan dan kelemahan KB suntik

Kelebihan KB suntik adalah tidak memengaruhi siklus haid, Bunda. Artinya, siklus haid bisa tetap teratur setiap bulan dengan gejala umum yang biasa dialami.

Selain itu, KB suntik satu bulan atau tiga bulan juga tidak memegaruhi kesuburan. Siklus haid yang teratur tidak akan berpengaruh pada hormon, sehingga Bunda bisa kembali subur.

Sayangnya, KB suntik bisa menimbulkan efek kesehatan karena hormon estrogen yang disuntikkan ke tubuh. Hormon ini dapat menyebabkan kanker indung telur, payudara, atau rahim.

Selain itu, KB suntik tiga bulan bisa menyebabkan tubuh gemuk. Obat yang disuntikkan dalam KB ini memiliki efek menahan cairan di dalam sel, sehingga bikin berat badan bertambah.

Tidak semua wanita bisa menggunakan KB suntik ini ya. Bagi Bunda yang berusia di atas 35 tahun dan berisiko osteoporosis tidak disarankan untuk menggunakan KB suntik. Penggunaan KB ini juga sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, penggunaan KB suntik yang tepat 99 efektif mencegah kehamilan. Sekitar 1 dari 100 wanita mengalami kehamilan dalam setahun bila menggunakan KB suntik secara teratur. Sementara penggunaan yang umum, KB ini sekitar 94 persen efektif atau 6 dari 100 wanita akan hamil dalam setahun usai disuntik.

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi