sign up SIGN UP search


kehamilan

Hillary Duff Bagikan Potret & Pengalaman Melahirkan Anak Ketiga di Rumah

Annisa Afani Jumat, 23 Jul 2021 07:01 WIB
MELAHIRKAN METODE WATER BIRTH, SEBERAPA AMAN?
ilustrasi water birth caption

Metode persalinan memang menjadi bagi keputusan ayah dan bunda. Umumnya, ibu melahirkan dengan persalinan normal atau operasi caesar. Nah, bagaimana dengan metode persalinan water birth?

Kata dokter spesialis kandungan dan kebidanan Dr Sharon Mikol, ibu hamil dengan risiko tinggi disarankan enggak mencoba melahirkan dengan metode water birth.

Sharon bilang, jika Bunda ingin melahirkan dengan metode water birth sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait. "Jika ibu mengalami masalah medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan kejang, tidak dibolehkan menerapkan persalinan water birth," ujar Sharon dikutip dari Parents.


Dia menambahkan, ada beberapa kondisi ibu hamil yang enggak disarankan menerapkan metode persalinan ini yaitu:

  1. Ibu dengan riwayat melahirkan prematur
  2. Ibu hamil anak kembar
  3. Ibu yang mengalami kelebihan berat badan
  4. Tekanan darah ibu meningkat
  5. Ibu mengalami pendarahan
  6. Air ketuban sudah pecah

"Saat ibu memilih metode persalinan water birth, setelah bayi lahir air menjadi keruh karena tercampur darah, urine dan cairan yang keluar dari mulut rahim. Kondisi ini pastinya enggak higienis bagi bayi," tambah Sharon.

Selain itu, Bunda yang melahirkan dengan metode persalinan water birth tidak bisa mendapat anti nyeri. Sehingga, menurut Sharon, epidural bukan pilihan. Ya, dalam keadaan di bak penuh air, ibu yang akan melahirkan enggak boleh mendapat obat yang penghilang nyeri yang bisa menimbulkan efek pusing, mengantuk, dan enggak sadar sepenuhnya.

Marra Francis, MD, seorang dokter kandung mengatakan,"Epidural hanya dapat dilakukan oleh ahli anestesi. Oleh karena itu, wanita yang melahirkan dengan metode water birth di klinik atau di rumah harus bersiap-siap ke RS jika ada kondisi darurat."

Sementara itu, Dr Joseph Wax dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan berbagai studi sudah membuktikan risiko infeksi, putus tali pusar hingga perdarahan akibat proses melahirkan di air. Meski begitu, air memang terbukti bisa meredakan rasa nyeri saat persalinan.

"Boleh-boleh saja ibu berendam di air ketika proses kontraksi hingga pecah ketuban. Namun ketika proses pembukaan, ibu harus diangkat dan dipindahkan ke ranjang atau kasur yang kering," kata Joseph dilansir detikcom

(AFN/som)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!