sign up SIGN UP search


kehamilan

50 Tanda Hamil Muda yang Dapat Dikenali di Awal Trimester 1

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Minggu, 10 Jul 2022 18:12 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil caption
Jakarta -

Memasuki trimester pertama kehamilan, Bunda biasanya mulai merasakan perubahan pada tubuh. Nah, perubahan-perubahan ini bisa menjadi tanda hamil muda lho.

Tanda hamil muda sebenarnya sudah dapat dikenali di minggu-minggu awal kehamilan. Tapi, tak semua Bunda mengalami tanda yang sama ya. Bahkan seorang Bunda bisa mengalami tanda hamil yang berbeda pada kehamilan pertama dan keduanya.

Tanda awal kehamilan umumnya menyerupai gejala yang dialami sebelum atau selama haid. Hal ini menyebabkan banyak Bunda yang suka tidak sadar sedang hamil.


Tanda hamil muda

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, 50 tanda hamil muda yang dapat dikenali awal di trimester pertama:

1. Sering buang air besar

Perubahan kadar hormon di awal kehamilan akan memengaruhi kerja tubuh. Perubahan-perubahan hormon ini juga memicu kebiasaan sering buang air besar selama hamil, Bunda.

Intensitas buang air besar yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan diare. Supaya kondisi tidak semakin parah, Bunda dapat membatasi asupan makanan berserat, tapi tetap memenuhi asupan cairan.

2. Kram perut

Kram perut dapat terjadi di awal kehamilan, terutama pada usia 1 sampai 4 minggu. Kondisi ini dapat disebabkan karena peningkatan aliran darah dan perubahan tubuh sebagai persiapan mengandung bayi.

Di awal kehamilan, Bunda juga mungkin mengalami kram serta pendarahan ringan saat proses implantasi. Saat kehamilan berlanjut, kram perut akan terasa kembali karena tubuh meregang.

3. Sakit kepala

Sakit kepala dapat terjadi karena peningkatan volume darah dan perubahan hormonal yang terjadi di awal kehamilan. Bunda juga bisa mengalami sakit kepala dalam kondisi dehidrasi akibat mual.

4. Perbesaran payudara

Perbesaran payudara juga dapat menjadi tanda-tanda hamil muda ya, Bunda. Selain tampak membengkak, payudara juga akan menjadi sangat lunak dan sensitif. Selama kehamilan, payudara akan terus membesar untuk persiapan menyusui.

"Payudara akan membesar dan mengencang karena terjadi peningkatan hormon kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui," kata dr. Suririnah dalam Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan.

Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Perbesaran Payudara saat Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto

5. Raut wajah berubah

Perubahan raut wajah sebagai tanda hamil muda dapat berbeda pada tiap Bunda ya. Penyebabnya bisa karena retensi cairan atau pelepasan hormon esterogen yang menghasilkan cairan dan disimpan dalam tubuh, salah satunya di wajah.

Penyebab lainnya bisa karena peningkatan aliran darah di kapiler. Wajah Bumil bisa terlihat memerah dan lebih cerah dengan pipi yang tampak penuh.

Beberapa perubahan raut wajah selama hamil bisa terlihat dari hidung yang membengkak, munculnya malesma, mata sembab, bulu mata dan alis rontok, hingga muncul freckles.

6. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil sebagai tanda-tanda hamil muda dapat terjadi karena fluktuasi homon. Meningkatnya kadar hormon progesteron dan human chorionic gonadotropin (hCG) menjadi penyebanya, Bunda.

Sering buang air kecil umumnya terjadi di usia kehamilan 2 minggu. Keinginan buang air kecil akan meningkat saat rahim membesar dan menekan kandung kemih.

7. Sakit perut di bagian bawah

Ciri hamil muda yang mungkin muncul di trimester awal kehamilan adalah munculnya sakit perut di bagian bawah. Perut Bunda akan sakit terasa seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi.

Penyebab sakit perut di bagian bawah ini karena peregangan ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin besar.

8. Perut buncit

Perut buncit umumnya disebabkan penumpukan lemak dan jarang melakukan aktivitas fisik. Tapi, pada Bunda hamil, kondisi ini mungkin terjadi karena faktor hormonal penyebab perut kembung.

Di awal kehamilan, hormon progesteron akan meningkat untuk mempersiapkan rahim. Progesteron juga akan memperlambat kerja sistem pencernaan, sehingga menyebabkan perut membuncit.

9. Areola menghitam

Areola adalah lingkaran berwarna yang mengelilingi puting. Perubahan warna areola dapat terjadi di akhir trimester pertama hingga menjelang trimester kedua.

Dikutip dari Medical News Today, areola yang menggelap bisa terjadi karena perubahan hormon selama hamil. Seringkali, warnanya akan kembali lagi ketika Bunda mulai menyusui. Tapi, terkadang warnanya juga akan lebih gelap dari sebelum hamil.

10. Rambut rontok

Faktor hormonal dapat menjadi penyebab rambut rontok saat hamil muda. Setidaknya sekitar 40 sampai 50 persen wanita mengalami masalah ini selama kehamilan.

Rambut rontok juga bisa terjadi karena kekurangan vitamin dan mineral atau penggunaan obat-obatan. Bila sulit dicegah, Bunda bisa mengatasinya dengan melakukan perawatan rambut, seperti menggunakan sampo yang aman, hindari menyisir saat rambut terlalu sering, serta banyak konsumsi sayur dan buah.

11. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat dan berair di awal kehamilan dapat terjadi karena faktor hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, pembuluh darah membengkak dan menyebabkan hidung tersumbat.

Tak semua Bunda hamil mengalami hidung tersumbat di awal kehamilan ya. Menurut perawat spesialis THT, Kristin Hayes, RN, penyebab hidung tersumbat dan pilek pada ibu hamil umumnya karena rhinitis.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 39 persen wanita hamil mengalami hidung tersumbat dan gejala rhinitis," kata Hayes, dikutip dari Very Well Family.

12. Sering bermimpi

Selama hamil, Bunda akan cenderung lebih sering terbangun sepanjang malam. Selain itu, Bunda juga akan mengalami beberapa fase tidur REM yang terganggu, yakni saat mimpi terjadi.

Sering bermimpi di awal kehamilan adalah kondisi normal ya, Bunda. Selama trimester pertama, Bumil cenderung menyadari bahwa mimpi mereka menjadi lebih jelas dan dapat mengingat semuanya.

13. Konstipasi

Konstipasi selama kehamilan biasanya dimulai pada trimester pertama, yakni pada bulan kedua hingga ketiga kehamilan. Penyebabnya adalah peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot, sehingga usus bekerja kurang efisien.

Selain karena hormon, konstipasi juga dapat disebabkan oleh konsumsi tablet zat besi (Fe) dan rahim yang terus berkembang selama masa kehamilan. Konstipasi selama hamil dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

14. Peningkatan cairan vagina

Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan ini akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan karena perubahan hormon. Mendekati persalinan, tekstur cairan ini akan lebih cair.

Selama terjadi peningkatan cairan vagina ini, Bunda perlu menjaga kebersihan daerah kewanitaan ya. Segera hubungi dokter bila cairan berbau, daerah kewanitaan gatal, sakit, atau berdarah.

15. Mudah lelah

Tubuh biasanya akan menjadi lemas dan gampang lelah selama hamil. Hal ini karena banyak energi terbuang saat tubuh menyokong dan mengandung janin.

Kondisi tubuh mudah lelah umumnya terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan. Selain karena energi terbuang, perubahan hormon juga bisa menyebabkan tubuh terasa gampang lelah, sering mual, dan emosional.

16. Detak jantung meningkat

Detak jantung meningkat atau terasa berdebar juga bisa menjadi ciri hamil muda. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena peningkatan hormon progesteron.

Saat hamil, volume darah Bumil juga akan naik, sehingga menyebabkan detak jantung lebih cepat. Peningkatan volume darah ini bertujuan untuk membawa oksigen dan nutrisi dari Bunda ke janin.

17. Gusi berdarah

Gusi menjadi lebih sensitif dan berdarah selama kehamilan. Bunda tak perlu khawatir karena gejala ini umum di awal kehamilan.

Penyebab gusi berdarah saat hamil biasanya karena hormon yang selalu berubah-ubah. Peningkatan kadar estrogen, estradion, dan progesteron dapat menyebabkan radang gusi.

18. Badan meriang seperti masuk angin

Perubahan hormon kehamilan membuat tubuh terasa sakit seperti masuk angin. Menurut dr. Karno Suprapto SpOG dari Mayapada Hospital Lebak Bulus, hamil muda memang terkadang memiliki gejala seperti masuk angin.

"Pada awal kehamilan itu memang hampir sama gejalanya dengan masuk angin, agak susah membedakannya. Nah, cara membedakannya ada dua hal, kalau masuk angin, begitu dia minum obat pasti sembuh. Kalau hamil, mau minum obat apa pun kecuali minum obat anti mual yang dianjurkan pasti masih muntah-muntah," kata Karno kepada HaiBunda beberapa waktu lalu.

19. Morning sickness

Mual muntah atau morning sickness yang terjadi di pagi hari merupakan tanda kehamilan. Sekitar 80 persen ibu hamil mengalami mual muntah di trimester awal karena perubahan hormon.

"Morning sickness akan mencapai puncaknya saat usaia kehamilan 8 minggu dan mulai mereda pada usia 14 sampai 16 minggu kehamilan," kata Staf Medis Women Health Service RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Ilham Utama Surya, SpOG saat dihubungi Haibunda, beberapa waktu lalu.

Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Morning Sickness/ Foto: Getty Images/iStockphoto

20. Muncul linea nigra

Linea nigra merupakan garis hitam yang melintang dari pusar hingga tulang kemaluan. Garis hitam ini dapat muncul di trimester pertama dan menetap selama masa kehamilan.

"Hal ini berhubungan dengan peningkatan hormon progesterone selama kehamilan. Garis ini akan menghilang setelah bayi lahir," ujar dokter Ilham'.

21. Spotting atau muncul flek

Spotting atau flek-flek merupakan tanda kehamilan. Menurut dokter Ilham, hal ini terjadi karena embrio yang baru terbentuk menempel di dinding rahim atau implantasi. Proses ini terjadi sekitar minggu ke-4 kehamilan.

22. Mudah haus

Ciri hamil muda yang jarang disadari adalah mudah haus. Penyebabnya karena peningkatan hormon, peningkatan volume darah, atau tekanan darah turun.

Saat merasa haus, Bunda bisa penuhi asupan cairan dengan minum air putih atau konsumsi makanan tinggi serat. Sebaiknya, hindari makanan tinggi garam karena dapat menyebabkan retensi atau penumpukan cairan.

23. Sering merasa lapar

Saat hamil mudah, Bunda biasanya akan mudah lapar. Tapi, kondisi ini tidak dialami semua Bunda selama hamil ya.

Sering merasa lapar dapat disebabkan peningkatan hormon progesteron yang memengaruhi kerja ghrelin dan leptin, yakni pemicu lapar dan kenyang. Saat ada janin di rahim, otak akan memerintahkan tubuh untuk mengaktifkan hormon lapar karena makanan yang dikonsumsi ibu turut dialirkan ke janin.

24. Perubahan suhu basal

Hormon progesteron yang diproduksi setelah ovulasi akan meningkatkan suhu basal tubuh. Bunda dapat mengukur suhu tubuh di pagi hari menggunakan termometer khusus untuk memastikan tanda hamil mudah ini ya.

"Kehamilan menghasilkan produksi progesteron yang jauh lebih besar dan sedikit peningkatan suhu, yang dapat dianggap sebagai demam oleh wanita tetapi sebenarnya hanya peningkatan suhu kecil yang normal," ujar Dokter Obgyn, Felice Gersh, M.D, dikutip dari Romper.

25. Rasa panas di perut

Rasa panas di perut adalah keluhan yang paling sering dialami di awal kehamilan. Kondisi ini terjadi karena adanya tekanan akibat rahim yang membesar.

Rasa panas juga muncul karena pengaruh hormonal yang menyebabkan rileksasi otot saluran cerna. Akibatnya, asam lambung terdorong ke atas.

26. Terlambat haid

Tidak keluarnya darah haid sesuai siklusnya dapat menjadi ciri hamil mudah, Bunda. Pemeriksaan dengan test pack diperlukan untuk memastikan kehamilan.

Terlambat atau tidak haid bisa menjadi tanda kehamilan bila siklus haid sebelumnya teratur dan Bunda sedang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal.

27. Sering meludah

Produksi air liur yang terlalu banyak saat hamil sering terjadi pada Bunda yang mengalami morning sickness. Akibatnya, Bunda jadi lebih sering meludah.

Produksi air liur berlebih ini akan terjadi pada usia kehamilan 2 sampai 3 minggu. Beberapa Bunda mungkin akan sering meludah sepanjang kehamilan hingga persalinan.

28. Sembelit

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sembelit membuat Bunda hamil alias bumil buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Kotoran atau feses mungkin akan keras sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Gejala sembelit di awal kehamilan dapat ditandai dengan sering buang air kecil karena ukuran uterus yang terus bertambah. Selain itu, sembelit mungkin terjadi karena morning sickness, sakit kepala, atau perut kembung.

29. Pusing seperti ingin pingsan

Perubahan hormon dan detak jantung meningkat di awal kehamilan bisa menyebabkan tekanan darah menurun. Saat terbentuk embiro di rahim, lebih banyak darah dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin.

Akibat kondisi tersebut, Bunda akan lebih sering merasa ingin pingsan di awal kehamilan. Mengutip Today's Parent, kondisi ini umumnya didahului dengan rasa pusing berlebih.

30. Sering sendawa dan buang angin

Di awal kehamilan, Bunda mungkin akann lebih sering sendawa dan buang angin. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya peregangan usus selama kehamilan.

Penyebab lainnya bisa karena hormon progesteron yang disekresikan selama kehamilan. Hormon ini bekerja melemaskan bagian otot esofagus bagian bawah, sehingga asam akan dengan mudah masuk ke kerongkongan dan menyebabkan sendawa. Kondisi bisa diperparah karena adanya pergerakan usus.

31. Nyeri panggul

Nyeri atau sakit panggul di awal kehamilan terjadi saat ovarium melepaskan sel telur di dalam tubuh. Nyeri biasanya terasa di satu sisi perut hingga ke panggul.

Nyeri yang sering disebut nyeri ovulasi ini tidak akan berlangsung lama ya. Selain itu, tidak semua wanita mengalami nyeri ovulasi.

32. Perubahan suasana hati

Perubahan suasana hati selama kehamilan dapat disebabkan beberapa faktor, seperti perubahan hormon esterogen dan progesteron. Selain itu, rasa tidak nyaman selama hamil, seperti morning sickness, juga bisa menyebabkan tekanan emosional, Bunda.

Meski kondisi ini normal, Bunda sebaiknya tidak mengabaikan perubahan suasana hati saat mulai marah. Beberapa penelitian menemukan bahwa kemarahan selama hamil dapat berdampak pada janin.

33. Libido meningkat

Perubahan hormon menjelang ovulasi dapat meningkatkan libido atau keinginan untuk berhubungan seksual, Bunda. Kondisi ini dapat terjadi pada usia kehamilan dua minggu lho.

Jika merasa libido meningkat dari biasanya, maka Bunda mungkin mendekati waktu ovulasi. Jadikan itu sebagai petunjuk untuk memeriksakan kehamilan ya.

34. Mudah lupa

Kebanyakan wanita sering mengeluh mudah lupa saat hamil. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi di awal kehamilan, Bunda. Penelitian menunjukkan, kehamilan dapat mengubah cara kerja otak.

Mudah lupa saat hamil dapat dikaitkan dengan perubahan hormon. Selain itu, kualitas tidur yang berkurang juga bisa menyebabkan energi habis dan mudah lupa.

35. Sulit tidur

Kesulitan tidur di awal kehamilan biasanya disebabkan oleh faktor hormonal, Bunda. Pada kondisi yang parah, Bunda hamil bisa mengalami insomnia.

Sulit tidur juga bisa terjadi karena peningkatan detak jantung, sembelit, sering buang air kecil, dan morning sickness. Selain itu, kram perut yang kerap terjadi di awal kehamilan juga bisa tanda hamil muda ini.

36. Rasa logam di mulut

"Rasa logam di mulut adalah tanda kehamilan yang umum terjadi di trimester pertama. Saat hamil, Bunda bisa mengalami perubahan indera perasa yang disebut dysgeusia.

Sekitar 93 persen ibu hamil mengalami semacam perubahan rasa, termasuk merasakan logam di mulut. Perubahan kadar hormon estrogen tampaknya berperan dalam mengendalikan dan mengatur indera perasa selama hamil.

37. Perut kembung

Fluktuasi hormon kehamilan dapat mengendurkan rahim dan membuat otot-otot pencernaan lebih rileks, sehingga memperlambat sistem pencernaan. Akibatnya, perut akan terasa kembung.

Perut kembung sering muncul di trimester pertama, dan mungkin bertambah buruk selama trimester ketiga. Memasuki minggu ke-29, janin akan 'mengambil' lebih banyak ruang dan menekan organ di sekitarnya sehingga menyebabkan perut kembung.

38. Muncul jerawat

Munculnya jerawat di awal kehamilan dapat disebabkan hormon yang memproduksi minyak di wajah meningkat, begitu pun sebum yang membuat pori-pori tersumbat.

Risiko munculnya jerawat akan meningkat bila Bunda memiliki riwayat ini di awal siklus haid. Kemungkinan berjerawat lebih kecil di selama kehamilan bila Bunda tidak mengalami masalah ini di awal kehamilan.

39. Berat badan naik

Kebanyakan Bunda hamil sudah mengalami kenaikan berat badan di awal kehamilan. Meski begitu, tak semua Bunda mungkin menyadarinya sebagai ciri hamil muda.

Peningkatan berat badan dapat disebabkan pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan perbesaran rahim dan hormon progesteron yang menyebabkan tubuh menahan air. Berat badan ini akan terus naik sampai trimester akhir.

40. Ngidam

Ngidam adalah fenomena nyata yang dialami banyak Bunda selama hamil. Biasanya, kondisi ini sering menjadi ciri atau tanda hamil mudah, Bunda.

Ngidam seringkali muncul bertepatan dengan morning sickness yang terjadi di trimester pertama. Terkadang, ngidam dapat disertai dengan keengganan untuk makan hingga menyebabkan mual dan sakit perut.

Ibu hamil makanIbu hamil ngidam/ Foto: iStock

41. Keputihan

Kebanyakan Bunda hamil akan mengeluarkan lendir putih atau kuning pucat yang disebut keputihan di awal kehamilan. Penyebabnya karena peningkatan hormon dan aliran darah di vagina.

Di trimester pertama, keputihan akan meningkat sebagai upaya untuk menghilangkan sel-sel mati dan bakteri dari rahim dan vagina untuk membantu mencegah infeksi.

42. Indra penciuman sensitif

Ciri hamil ini biasanya mulai terasa di usia kehamilan 2 minggu. Penyebabnya karena hormon estrogen yang dapat meningkatkan kemampuan mencium aroma berbeda di sekitar.

Menurut hipotesis para ilmuwan, penciuman sensitif ini dapat memicu morning sickness. Sebuah penelitian menemukan, wanita yang lahir tanpa indra penciuman (anosmia), tidak mengalami morning sickness saat hamil.

43. Nafsu makan menurun

Nafsu makan menurun di awal kehamilan adalah kondisi yang normal, Bunda. Penelitian menunjukkan, 6 dari 10 wanita merasa enggan untuk makan saat hamil.

Tanda hamil muda ini dapat muncul karena morning sickness. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology Clinics of North America tahun 2013 menjelaskan, fluktuasi hormon leptin dan hCG selama kehamilan dapat menyebabkan penurunan nafsu makan hingga membuat Bumil sering mual dan muntah.

44. Sakit pinggang

Sakit pinggang juga merupakan tanda hamil muda yang normal, Bunda. Selama kehamilan, ligamen tubuh akan meregang untuk menyokong janin yang tumbuh.

Ketegangan pada sendi punggung bawah dan panggul menjadi penyebab nyeri punggung. Menjelang persalinan, sakit pinggang akan lebih sering terjadi karena berat dan ukuran janin bertambah.

45. Pregnancy glow

Bunda pasti sudah tak asing dengan istilah pregnancy glow. Kondisi kulit terlihat glowing di awal kehamilan dapat terjadi karena peningkatan volume darah dan hormon. Akibatnya, banyak darah melalui pembuluh darah di awal kehamilan.

Hal tersebut menyebabkan kelenjar minyak bekerja ekstra dalam tubuh. Nah, peningkatan aktivitas kelenjar minyak inilah yang menyebabkan pregnancy glowing, Bunda.

46. Mimisan

Mimisan di awal kehamilan dapat terjadi karena perubahan hormonal, Bunda. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan selama Bunda tidak kehilangan banyak darah.

Sekitar 20 persen wanita mengalami mimisan selama hamil. Mimisan biasanya akan berlangsung dalam beberapa detik hingga 10 menit.

47. Kulit gatal

Bunda mungkin akan mengalami kulit gatal selama trimester pertama. Kondisi ini normal dan dapat disebabkan karena peningkatan hormon serta kadar bahan kimia tertentu dalam darah.

Penyebab lain kulit gatal adalah peningkatan suplai darah ke kulit. Saat usia kehamilan berlanjut dan janin tumbuh, kulit di perut akan meregang, sehingga menimbulkan rasa gatal.

48. Heartburn

Heartburn adalah sensasi panas ang dirasakan pada bagian dada. Hal ini dapat terjadi karena asam lambung yang naik ke bagian kerongkongan (esofagus), sehingga menimbulkan rasa terbakar pada perut bagian atas atau dada bagian bawah, Bunda.

Heartburn mungkin akan terjadi di akhir trimester pertama dan berlanjut sepanjang sisa kehamilan. Slain karena hormon, sensasi tidak nyaman ini cenderung menjadi lebih buruk saat bayi di dalam kandungan mulai tumbuh.

49. Sesak napas

Di awal kehamilan, sesak napas atau dyspnea dapat terjadi karena peningkatan hormon progesteron. Pada trimester pertama ini, Bunda mungkin akan sulit bernapas karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.

Tanda hamil muda ini akan hilang setelah beberapa minggu. Tapi, sesak napas umumnya akan kembali muncul di trimester kedua dan ketiga saat ukuran janin mulai besar.

50. Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang umum terjadi saat hamil. Sakit kepala ini biasanya dirasakan di satu susu kepala, disebabkan karena pelebaran pembuluh darah di otak.

Kondisi migrain yang sudah ada dapat menjadi parah karena kehamilan. Hal ini disebabkan karena perubahan hormon dalam tubuh.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga perbedaan mual saat maag dan hamil, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
kehamilan
Kehamilan Trimester 1 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 1 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!