KEHAMILAN
Bila Berat Janin Usia 7 Bulan Belum Ideal & Tidak Normal, Harus Bagaimana?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 17 Jan 2023 19:36 WIBMemasuki usia 7 bulan, berat janin masih jauh dari yang diharapkan. Lantas, jika berat janin usia 7 bulan belum ideal & tidak normal, harus bagaimana ya, Bunda? Cari tahu yuk.
Trimester ketiga umumnya dianggap sebagai masa kehamilan yang santai. Bagi sebagian ibu hamil, ini merupakan waktu yang tidak terlalu membuat stres terkait kesehatan janin, karena risiko keguguran turun secara signifikan setelah trimester pertama dan sebagian besar pasien memiliki kesempatan untuk mempelajari kesehatan bayi mereka melalui USG trimester kedua dan tes skrining.
Namun, tidak jarang terjadi gangguan pertumbuhan ringan hingga sedang pada trimester ketiga. Seringkali, bayi yang sehat ini justru berat badannya masih jauh dari panduan normal janin di tahapan usia kehamilan pada umumnya.
Berat janin usia 7 bulan belum ideal & tidak normal
Sedianya, saat janin berusia 7 bulan, lemak mulai menumpuk di bayi. Panjang bayi sendiri sekitar 36 cm (14 inci) dan beratnya sekitar 900-1.800 gram (dua hingga empat pon). Pendengaran bayi juga berkembang sepenuhnya dan mereka sering berubah posisi dan merespons rangsangan, termasuk suara, rasa sakit, dan cahaya.
Oh ya, Bunda, tidak jarang, di usia 7 bulan ada juga Bunda yang menemui berat janin usia 7 bulan belum ideal dan tidak normal. Mungkin saja mereka tampak sehat tetapi ternyata berat badannya masih jauh dari panduan berat badan di usianya.
Bisa jadi, mungkin bayi tersebut hanya kecil karena orang tuanya bertubuh kecil atau mereka sendiri memang bayi kecil. Namun, pada sekitar sepertiga bayi kecil, banyak ditemukan masalah kesehatan yang berpotensi serius yang disebut fetal growth restriction (FGR) yang berhubungan dengan berat badan lahir rendah, masalah perkembangan, dan lahir mati.
FGR mengacu pada bayi yang berada di bawah persentil ke-10 untuk perkiraan berat janin yang berarti mereka lebih kecil dari sekitar 90 persen bayi pada usia kehamilan yang sama. Ada banyak kemungkinan penyebab FGR sendiri ya, Bunda, yang umumnya berada di bawah komplikasi ibu, janin, atau plasenta.
Setiap pasien yang mendapat perawatan prenatal biasanya akan di-skrining untuk FGR pada setiap kunjungan dengan melakukan pengukuran perut secara teratur. Tinggi fundus dari bagian atas rahim hingga tulang kemaluan diperiksa. Angka ini nantinya membantu memperkirakan ukuran bayi dan apakah tumbuh seperti yang diharapkan.
Setelah 20 minggu, tinggi fundus kira-kira akan berkorelasi dengan berapa lama Bunda hamil. Misalnya, ukurannya harus sekitar 20 cm pada usia kehamilan 20 minggu 30 cm pada usia kehamilan 30 minggu, dan lainnya. Jika ukuran bayi Bunda lebih kecil dari perkiraan, tentunya akan dikonfirmasi ukurannya dengan USG.
"Umumnya, pembatasan pertumbuhan dikaitkan dengan faktor risiko ibu, anomali janin, atau masalah dengan plasenta, dan terkadang kombinasi dari situasi tersebut. Beberapa faktor risiko dapat dikendalikan, dan beberapa tidak bisa," ujar Patricia Satiago-Munoz, M.D, seorang obgyn seperti dikutip dari laman Utswmed.
Menurut definisi sendiri, bayi yang didiagnosis dengan FGR berada di bawah persentil ke-10 untuk perkiraan berat janin dan tinggi fundus. Bahkan, jika bayi tumbuh dengan baik, mereka juga dapat didiagnosis dengan FGR jika berada di bawah tolak ukur tersebut.
Seorang wanita hamil memang tidak memiliki gejala FGR ya, Bunda. Namun, bayi dengan FGR mungkin memiliki tanda-tanda tertentu setelah lahir seperti berat lahir rendah, kadar gula darah rendah, suhu tubuh lebih rendah, tingkat sel darah merah yang tinggi, kesulitan melawan infeksi dan lainnya.
Manfaat pemeriksaan prenatal rutin
Salah satu alasan utama untuk pemeriksaan prenatal rutin ialah untuk memastikan bayi tumbuh dengan baik. Selama kehamilan, ukuran bayi diperkirakan dengan berbagai cara termasuk tinggi fundus.
Tinggi fundus diukur dalam sentimeter, kira-kira sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah minggu ke-20. Misalnya, pada usia kehamilan 24 minggu, tinggi fundus harus mendekati 24 cm. Jika tinggi fundus kurang dari yang diharapkan, itu mungkin berarti FGR.
Jika tim medis mengira Bunda menderita FGR, biasanya akan disarankan untuk melakukan beberapa tes lain seperti USG janin yang menjadi cara terbaik untuk menemukan FGR. Kemudian, tes lain yang mungkin direkomendasikan yakni USG doppler. USG ini dilakukan guna memeriksa aliran darah ke plasenta dan melalui tali pusat ke bayi. Penurunan aliran darah bisa berarti bayi menderita FGR.
Pemantauan lebih sering mungkin perlu dilakukan. Ini artinya, Bunda akan lebih sering melakukan kunjungan prenatal, dan pemeriksaan USG dan USG doppler ataupun tes lainnya. Kemudian, dokter juga mungkin akan meminta Bunda untuk melacak pergerakan janin. Jika dibutuhkan, persalinan dini atau operasi caesar darurat akan dilakukan, seperti dikutip dari laman Stanfordchildrens.
Risiko akibat FGR
FGR dapat menyebabkan banyak komplikasi serius. Bayi mungkin perlu dilahirkan lebih awal dan tinggal di rumah sakit. FGR dapat terjadi pada setiap kehamilan. Tetapi, beberapa fator seperti merokok atau penggunaan alkohol atau obat-obatan meningkatkan risiko FGR. Perawatan prenatal yang teratur serta pola makan yang sehat dan penambahan berat badan yang stabil membantu mencegah FGR dan masalah lainnya.
Pastikan tim medis mengetahui riwayat kesehatan Bunda. Jika Bunda menghitung gerakan janin dan ternyata jumlahnya menurun, beri tahukan segera tim medis ataupun dokter atau bidan. Dan, jika Bunda melihat perubahan lain atau jika Bunda mengkhawatirkan kehamilan, hubungi segera rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Saksikan juga yuk video tentang 8 penyebab dan dampak BB janin berlebih.
(pri/pri)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Ucapan yang Bisa Bikin Bumil Down
Catat! Ini 5 Cara Cepat Hamil yang Wajib Dilakukan Calon Bunda
Lakukan 6 Cara Ini Supaya Bunda Cepat Hamil
Bunda Perlu Tahu, Penyebab Ibu Hamil Jadi Lebih Sensitif dan Mudah Menangis
TERPOPULER
9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan
7 Potret Rumah Canti Tachril dan Adipati Dolken, Hangat dan Elegan
Bikin Bangga! Cassia Anak Chacha Frederica Menang Lomba Renang, Intip Potretnya
Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara
Pemilik HP Jadul Terancam Diblokir WhatsApp, Wajib Penuhi Syarat Ini
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Orang IQ Rendah yang Terlihat dalam Kehidupan
Bikin Bangga! Cassia Anak Chacha Frederica Menang Lomba Renang, Intip Potretnya
Peneliti Temukan 485 Jenis Zat Kimia yang Berkaitan dengan Kanker Payudara
7 Potret Rumah Canti Tachril dan Adipati Dolken, Hangat dan Elegan
Cara Otak Ibu Hamil Beradaptasi Selama Proses Kehamilan, Ini yang Diungkap Studi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mesin Es Portable Mulai Bau atau Berkerak? Ini Cara Membersihkannya
-
Beautynesia
5 Stasiun Kereta Terindah di Dunia, Desainnya Unik bak Karya Seni
-
Female Daily
Habis Half Marathon, Jangan Langsung Gaspol! Ini Cara Recovery yang Benar Biar Tubuh Cepat Pulih
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 28 Oktober: Scorpio Jalani yang Ada,, Libra Jangan Malas
-
Mommies Daily
Nunggu Bus atau KRL Bikin Wajah Makin Berminyak? Coba 7 Produk Ini