KEHAMILAN
Keinginan Punya Anak atau Tidak Ternyata Dipengaruhi Faktor Genetik
vania dinda | HaiBunda
Kamis, 09 Feb 2023 21:05 WIBSetiap pasangan suami istri memang memiliki pilihan masing-masing ingin membentuk keluarga seperti apa. Ada pasutri yang ingin segera mendapatkan kehamilan, ada yang menunda, bahkan ada yang merasa belum siap sehingga memutuskan untuk tidak memiliki anak dulu.
Tak ada yang salah dengan setiap keputusan tersebut. Namun, tahukah Bunda ternyata pilihan atau keinginan seseorang untuk memiliki anak atau tidak bisa dipengaruhi faktor genetik. Seperti apa? Simak di sini yuk.
Keinginan punya anak dipengaruhi genetik?
Menurut para peneliti dari Wellcome Sanger Institute di Inggris, salah satu mekanisme seleksi alam yang merusak dari populasi adalah menurunnya jumlah keturunan. Disebutkan, kondisi tersebut mungkin berkaitan dengan pengaruh genetik pada sifat kognitif dan perilaku, yang berarti bahwa pria dan wanita dengan varian genetik ini cenderung tidak ingin reproduktif.
Salah satu varian genetik yang dapat merusaknya biasanya disebut dengan genom.
Dikutip dari Daily Mail, Para peneliti mengatakan genom ini sebenarnya tidak membuat orang mandul, tetapi dapat meningkatkan keinginan mereka untuk tetap melajang atau tidak pernah memiliki anak. Akan tetapi bagi orang yang memiliki genom ini, peluang memiliki Si Kecil masih berkisar 50/50.
Sedangkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature yang dikutip dari Indian Times, menunjukkan bahwa hubungan genetik ini mungkin memainkan peran yang sangat kecil dalam kemungkinan tidak memiliki keturunan secara keseluruhan. Karena hanya kurang dari satu persen jika dibandingkan dengan faktor yang lebih berpengaruh seperti faktor sosiodemografi dan pilihan untuk tidak memiliki keturunan.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa pria dengan beban genetik tertinggi memiliki rata-rata 0,26, mempunyai anak yang lebih sedikit, tetapi hal ini tidak terlihat pada wanita.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan beban genetik dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi untuk keinginan tidak memiliki anak, baik pada pria maupun wanita, tetapi lebih pada pria.
Namun, penelitian masih belum menemukan gen untuk tidak memiliki anak, karena itu memberikan efek yang kuat dari variasi genetik pada apakah seseorang akan memiliki anak atau tidak. Penelitian justru menunjukkan bahwa orang dengan genom yang rusak, terutama laki-laki, sedikit lebih mungkin tidak memiliki anak.
"Ini mungkin karena efek kerusakan varian genetik pada sifat kognitif dan perilaku, yang membuat pria ini cenderung tidak menemukan pasangan untuk memiliki anak," kata Eugene Gardner di Unit Epidemiologi MRC di University of Cambridge.
Sehingga dapat dikatakan bahwa laki-laki dengan varian genetik pada gen tertentu mungkin lebih cenderung menampilkan sifat kognitif dan perilaku yang dapat mengurangi peluang mereka untuk menemukan pasangan. Hal ini di dukung dengan skor yang lebih rendah dalam tes kognitif atau peningkatan risiko gangguan kesehatan mental.
Tidak dipungkiri, memiliki anak memang butuh persiapan yang matang. Nah, bagi Bunda yang memang berencana untuk segera memiliki momongan, bisa melakukan upaya persiapan agar tubuh siap menampung janin. Berikut persiapannya dikutip dari Today's Parent:
1. Konsumsi vitamin
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin setiap hari dengan asam folat dapat menurunkan risiko cacat tabung saraf (NTD), dan cacat lahir pada tulang belakang atau otak, seperti spina bifida dan anencephaly. Asam folat adalah sejenis vitamin B yang membantu tubuh memproduksi sel-sel baru yang sehat.
Asam folat biasanya dapat ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian gandum dan sayuran hijau. Dokter juga menganjurkan agar semua wanita usia subur mengonsumsi multivitamin yang diperkaya dengan asam folat (0,4 hingga satu miligram setiap hari), idealnya tiga bulan sebelum hamil.
2. Meminum obat
Ketika mencoba untuk hamil, banyak dari Bunda yang berasumsi ingin meminum obat yang diresepkan, seperti antidepresan, atau obat yang diperlukan untuk tekanan darah tinggi.
Namun, sebenarnya tidak boleh karena berpotensi membahayakan janin. Yoel Abells, direktur medis Pusat Kesehatan Keluarga Forest Hill, lebih menyarankan agar melakukan pemeriksaan pra-kehamilan dengan dokter untuk mendiskusikan secara spesifik, termasuk obat mana yang aman dan mana yang harus dihindari.
Manfaat dari mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk masalah kesehatan jangka panjang, seperti asma, epilepsi dan diabetes, serta masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, umumnya lebih besar daripada risikonya. Dalam beberapa kasus, mungkin ada dosis yang perlu diubah, itulah sebabnya Bunda perlu konsultasikan dengan dokter.
3. Menjaga berat badan
Dalam hal kehamilan, indeks massa tubuh (BMI) penting. Menurut American Society for Reproductive Medicine, 12 persen dari semua kasus infertilitas adalah akibat dari berat badan yang tidak optimal.
"Salah satu hal terpenting saat mencoba untuk hamil adalah mempertahankan gaya hidup sehat," kata Christy-Lynn Cooke, spesialis pengobatan ibu di Lois Hole Hospital for Women di Edmonton.
Jika indeks massa tubuh mencapai angka 30 sudah dianggap obesitas, sehingga dapat menyebabkan lebih sulit untuk hamil. Namun, bagi Bunda yang kelebihan berat badan atau obesitas, jika menurunkan berat badan nya sekitar lima sampai 10 persen dapat meningkatkan peluang untuk hamil.
Sedangkan bagi Bunda yang kekurangan berat badan atau rendah dari kisaran normal, dapat mengalami masalah kehamilan, karena mungkin mengalami periode yang terlewat atau menstruasi tanpa berovulasi.
4. Berolahraga
Berolahraga ringan dapat dianjurkan untuk menyiapkan diri Bunda menghadapi kehamilan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa jika berolahraga hingga kelelahan dapat mengurangi kesuburan.
"Saya menemukan bahwa wanita yang berolahraga secara teratur tampaknya lebih menikmati kehamilan dan menurunkan lebih banyak berat badan setelah melahirkan," kata Abells.
Olahraga berenang bisa menjadi bentuk olahraga yang bagus yang dapat Bunda teruskan selama kehamilan. Sebab memiliki tingkat kebugaran yang baik juga bisa membantu Bunda saat persalinan.
5. Mengurangi stres
Dalam mempersiapkan kehamilan, disarankan untuk Bunda mengurangi tingkat stresnya agar tidak mempengaruhi kesuburan. Untuk mengurangi nya Bunda bisa melakukan meditasi secara teratur di rumah.
Lakukan 10 hingga 45 menit hampir setiap hari untuk latihan. Selain itu, mengurangi stress juga bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki, bersepeda atau kegiatan apa apun yang Bunda sukai.
Meskipun tidak ada penelitian pasti tentang hubungan antara stres dan kesuburan, sebagian besar ahli kesehatan percaya bahwa ada kaitannya. "Meskipun tidak ada penelitian untuk membuktikannya, saya sangat percaya bahwa stres memainkan peran besar dalam ketidaksuburan, karena Interaksi antara pikiran dan tubuh sangat mendalam," kata Abells.
Itulah cara-cara menyiapkan diri dalam menjalani kehamilan jika Bunda memiliki keinginan untuk punya anak. Semoga membantu ya!
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu hamil lainnya langsung aja yuk, Bun klik di sini.
Saksikan juga yuk video tentang
https://qrco.de/haibunda
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Pentingnya Pemeriksaan Andrologi bagi Calon Ayah
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
Just for Fun! Nama-nama Ibu yang Diprediksi Hamil di 2018
TERPOPULER
Potret Haruka Tampil Memikat saat Menari Balet, Dapat Support dari Sahabat Eks JKT48
Gaya Menggemaskan Xarena Anak Siti Badriah saat Pakai Kebaya Curi Perhatian, Intip 5 Potretnya
Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat, Bisa Lakukan di Rumah
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
5 Potret Ayudia Bing Slamet & Ditto Punya Bisnis Trip Campervan hingga Peternakan di Klaten
REKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Alat Penyedot Ingus Bayi yang Aman Digunakan
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Haruka Tampil Memikat saat Menari Balet, Dapat Support dari Sahabat Eks JKT48
Gaya Menggemaskan Xarena Anak Siti Badriah saat Pakai Kebaya Curi Perhatian, Intip 5 Potretnya
Daftar Urutan Surat Salat Tarawih 23 Rakaat, Bisa Lakukan di Rumah
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
5 Potret Ayudia Bing Slamet & Ditto Punya Bisnis Trip Campervan hingga Peternakan di Klaten
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Rekomendasi Film Romcom 2000-an yang Tetap Jadi Comfort Movie Hingga Kini
-
Beautynesia
Meski Sudah Kaya Raya, Ini 7 Tanda Orang yang Pernah Hidup Sederhana
-
Female Daily
ParagonCorp Wardah Hadir dalam Pertemuan Perempuan Muslim Dunia ‘Jadal Women’s Research Dialogue’ di Qatar!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Baby Kaia Anak Steffi-Nino Fernandez, Kini Wajahnya Sudah Diungkap
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Kolaborasi HiLo, Koleksi Ramadan Giordano, hingga Produk Baru MAKUKU