HaiBunda

KEHAMILAN

Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Mandul, Waspada saat Program Hamil

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 19 Aug 2023 10:00 WIB
Waspada saat Program Hamil, Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Mandul/ Foto: Getty Images/iStockphoto/CreativaImages
Jakarta -

Polusi udara yang terjadi di Jakarta beberapa pekan terakhir menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Tak cuma berdampak pada kesehatan, polusi udara juga bisa meningkatkan risiko mandul, Bunda.

Studi yang diterbitkan dalam Environment International tahun 2014 menunjukkan adanya hubungan antara penurunan tingkat kesuburan dengan polusi udara. Studi di jurnal yang sama tahun 2017 juga menemukan bahwa kualitas udara yang buruk dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi reproduksi.

"Meskipun faktor penyebab infertilitas terbesar adalah usia wanita, banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi tingkat tinggi setiap hari juga terkait dengan penurunan potensi kesuburan," kata Dr Ratna Saxena, Spesialis IVF di Bijwasan, Nova Southend IVF and Fertility, dilansir Indian Express.


Saxena juga menambahkan bahwa kualitas udara yang memburuk telah dikaitkan dengan dorongan seksual yang lebih rendah. Akibatnya, banyak pasangan yang ingin program hamil justru kehilangan minat untuk berhubungan seksual.

Hal yang sama juga disampaikan Konsultan Senior dan Ahli Pengobatan Reproduksi di Milann Fertility Hospital, Dr Shilpa Ellur. Menurutnya, polusi udara dapat merusak kesuburan hingga menyebabkan masalah selama kehamilan.

"Dalam banyak penelitian, polusi udara telah dikaitkan dengan infertilitas, kelahiran yang sulit, peningkatan kelainan pada bayi, dan lahir mati," ungkapnya.

Polusi udara dan kesuburan pria

Tak cuma pada wanita, polusi udara juga bisa mengganggu kesuburan pria, Bunda. Para ahli mengatakan bahwa polusi udara dapat berdampak pada kualitas sperma.

"Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hammoud et al, paparan PM2.5 (partikel dalam polusi udara) berhubungan negatif dengan morfologi dan motilitas sperma," kata Saxena.

Sementara menurut Ellur, infertilitas dapat terjadi karena kontaminan di lingkungan (polusi udara) melepaskan spesies oksigen reaktif. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan kualitas sperma terganggu.

"Spesies oksigen reaktif dapat menyebabkan sperma mengalami stres oksidatif dan menyebabkan fragmentasi DNA (pemisahan DNA di kepala sperma). Pada gilirannya, ini dapat menyebabkan masalah infertilitas," ujar Ellur.

Lalu bagaimana polusi udara bisa menyebabkan masalah kesuburan pada perempuan hingga meningkatkan risiko mandul?

Selengkapnya dapat dibaca di halaman berikutnya.

(ank/ank)
POLUSI UDARA DAN KESUBURAN PEREMPUAN: TINGKATKAN RISIKO MANDUL

POLUSI UDARA DAN KESUBURAN PEREMPUAN: TINGKATKAN RISIKO MANDUL

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

Polusi Udara di Jakarta Sempat Jadi yang Terburuk di Dunia, Apa Dampaknya Bagi Bumil?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Rumah Eross & Sarah Chandra di Yogyakarta, Bergaya Vintage Estetik

Mom's Life Annisa Karnesyia

38 Nama Bayi Ini Dilarang di New Zealand, Termasuk Favorit Keluarga Kim Kardashian

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Potret Cantik Hesti Purwadinata dan Ayu Ting Ting Kenakan Busana ala Dracin

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dan Alokasinya di Tengah Kondisi Ekonomi saat Ini

Mom's Life Amira Salsabila

Manfaat Bone Broth untuk Anak, Benarkah Baik untuk Berat Badan dan Daya Tahan Tubuh?

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Rumah Eross & Sarah Chandra di Yogyakarta, Bergaya Vintage Estetik

Manfaat Bone Broth untuk Anak, Benarkah Baik untuk Berat Badan dan Daya Tahan Tubuh?

38 Nama Bayi Ini Dilarang di New Zealand, Termasuk Favorit Keluarga Kim Kardashian

5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dan Alokasinya di Tengah Kondisi Ekonomi saat Ini

11 Ciri Gumoh yang Berbahaya pada Bayi ASI dan Cara Mengatasinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK