KEHAMILAN
Mengenal Aglutinasi Sperma dari Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan & Pengobatannya
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 08 Oct 2023 13:08 WIBPasangan suami istri yang kesulitan untuk mendapatkan kehamilan biasanya melakukan berbagai pemeriksaan kesuburan. Tidak hanya pada wanita, pria pun juga ada tes kesuburannya. Bagaimana jika hasilnya terjadi aglutinasi sperma? Kenali gejala, penyebab, diagnosis, pencegahan dan pengobatan aglutinasi sperma.
Aglutinasi sperma ini mengacu pada sperma yang menggumpal. Ini bisa diketahui setelah pria melakukan analisis air mani. Tes tes diagnostik non-invasif ini sangat penting untuk mengevaluasi kesuburan pria.
Dalam melakukan tes analisis sperma, akan diukur :
- Jumlah sperma
- Motilitas (gerakan)
- Morfologi (bentuk)
- Aglutinasi (menempel) sperma
Mengenal aglutinasi sperma
Penggumpalan sperma tidak serta merta menandakan kemandulan, namun bisa membuat sperma sulit berenang melalui leher rahim.
Melansir laman FertilitySmarts, infertilitas pada pria dapat disebabkan kelainan pada produksi sperma, fungsi sperma, atau keduanya. Dan ini menyumbang 40-50 persen dari seluruh kasus infertilitas.
Aglutinasi sperma ini biasanya diukur sebagai persentase dari jumlah total sperma dalam sampel. Jika sperma menggumpal maka tidak dapat berenang dengan baik sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Itulah yang membuat aglutinasi sperma bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria.
Untuk membaca hasil tes kesuburan ini dengan melihat persentase aglutinasi sperma yang mewakili persentase sperma yang menempel di sampel. Misalnya, jika sampel air mani menunjukkan sekitar separuh sperma saling menempel, ini menunjukkan 50 persen aglutinasi sperma.
Gejala dan penyebab aglutinasi sperma
Gejala pada aglutinasi sperma ini adalah sperma menggumpal. Sperma bisa saling menempel di bagian kepala, ekor, atau kepala ke ekor. Sperma seharusnya tidak saling menempel, melainkan bergerak bebas, berenang lurus dengan bentuk yang sehat.
Sistem penilaiannya aglutinasi sperma sebagai berikut:
- Derajat 0: tidak ada aglutinasi
- Tingkat 1, Terisolasi (isolate) :
- Tingkat 2, Sedang (moderate): 10–50 sel sperma per aglutinasi
- Tingkat 3, Kuat (strong): > 50 sel sperma
- Tingkat 4, Lengkap (complete): 100 spermatozoa menggumpal sempurna
Sekitar 7 persen infertilitas pria disebabkan oleh aglutinasi sperma atau antibodi sperma. Laman Healthfully menuliskan, aglutinasi sperma terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengenali spermanya sendiri sebagai benda asing dan mengerahkan antibodi sperma untuk melawannya. Antibodi menempel pada sperma dan memaksanya menggumpal.
Meskipun aglutinasi sperma diduga terkait dengan adanya antibodi anti-sperma, penyebab lainnya termasuk trauma alat kelamin (termasuk operasi), infeksi saluran genital, dan kekurangan vitamin C.
Apabila sperma dilapisi antibodi, mobilitasnya menjadi berkurang dan reseptornya, yang memungkinkan sperma dan sel telur saling mengenali, menjadi tertutup.
Dokter akan mendiskusikan kemungkinan penyebab aglutinasi sperma. Antibiotik biasanya digunakan untuk menyembuhkan infeksi, namun suplemen vitamin E dan vitamin C disarankan untuk mengurangi penggumpalan.
Diagnosis dan pengobatan
Banyak pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil menjalani tes di klinik kesuburan. Dan diagnosis aglutinasi sperma dilakukan di laboratorium.
Pria menjalani tes analisis air mani yang mengukur faktor volume air mani, konsentrasi sperma, motilitas sperma, morfologi sperma, jumlah sel darah putih (untuk menyingkirkan infeksi), dan keberadaan antibodi sperma.
Kemudian akan dianalisis tingkat penggumpalan sperma dengan menggunakan mikroskop.
Banyak dokter menyarankan pria yang terkena aglutinasi sperma perlu mengonsumsi lebih banyak vitamin C dan zinc dalam makanannya.
Selain itu, prosedur 'pencucian sperma' di klinik kesuburan membersihkan sperma dari lapisan antibodi, sehingga meningkatkan kemungkinan pasangannya diinseminasi melalui fertilisasi in vitro.
Sperma yang aglutinasi dapat dicuci di laboratorium dan kemudian dimasukkan ke dalam rahim dalam proses yang dikenal sebagai inseminasi intrauterin (IUI).
Jika upaya ini tidak berhasil menyebabkan kehamilan, fertilisasi in vitro (IVF) dengan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) dapat digunakan untuk membuahi sel telur.
Pencegahan aglutinasi sperma
Untuk mencegah aglutinasi sperma, kaum pria sebaiknya mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin yang penting untuk kesuburan, yakni vitamin C dan seng.
Vitamin C membantu mencegah sperma menggumpal atau saling menempel (aglutinasi), sehingga mengurangi motilitas sperma. Cobalah mengonsumsi jeruk, sayuran berdaun hijau tua, dan paprika, semuanya akan membantu meningkatkan kesuburan pria.
Sedangkan seng terbukti meningkatkan kadar testosteron, jumlah sperma, dan motilitas sperma. Makanan yang mengandung seng termasuk daging sapi tanpa lemak, kalkun, domba, kacang-kacangan, dan tiram.
Selain itu, arginin, yaitu asam amino yang ditemukan di kepala sperma, dapat membantu melawan jumlah sperma yang rendah dan motilitas yang buruk. Sumber makanannya antara lain kacang-kacangan, unggas, ikan, dan susu.
Selain cara di atas, pria juga juga bisa mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta menghentikan minuman beralkohol, makanan junk food, hingga minuman manis.
Usahakan mempertahankan berat badan yang sehat, tidak berlebihan atau kekurangan untuk memastikan lingkungan optimal untuk produksi sperma.
Kelebihan berat badan yang terakumulasi di sekitar testis dapat meningkatkan suhu di wilayah ini dan mempengaruhi produksi sperma.
Namun, kekurangan berat badan juga dapat berdampak negatif pada produksi sperma, karena jaringan lemak berperan penting dalam metabolisme dan pelepasan hormon seks.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips Menjaga Kualitas Sperma, Peluang Hamil Bisa Meningkat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sperma Bolong-bolong Bikin Susah Punya Anak? Simak Faktanya Bun
Ketahui Perbedaan Oogenesis dan Spermatogenesis pada Manusia
5 Tips Membuat Sperma Lebih Sehat untuk Lancarkan Program Hamil
7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pada 2030 Umat Islam akan Puasa Ramadan Dua Kali Setahun, Ini Penjelasannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!