KEHAMILAN
7 Risiko Tinggi Kehamilan di Usia Muda, Bunda Perlu Tahu
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 31 Mar 2024 02:00 WIBUsia perempuan yang matang merupakan salah satu faktor penentu untuk mendapatkan kehamilan sehat. Semakin muda usia, maka semakin berisiko juga kehamilannya, Bunda.
Risiko tinggi kehamilan di usia muda sering dibahas di literatur medis hingga organisasi-organisasi kesehatan dunia. Misalnya, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya, setiap tahun diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15 sampai 19 tahun di negara berkembang hamil dan sekitar 12 juta di antaranya melahirkan.
Secara global, kehamilan di usia muda (kehamilan remaja) memang mengalami penurunan dari tahun 2000 hingga 2023, Bunda. Di tahun 2000, ada 64,5 kelahiran per 1.000 perempuan usia 15 sampai 19 tahun. Sementara di tahun 2023 turun menjadi 41,3 kelahiran per 1.000 perempuan di rentang usia yang sama. Meski begitu, tingkat perubahan ini tidak merata di berbagai wilayah di dunia.
Di Indonesia, kehamilan di usia muda juga masih ditemukan. Data UNICEF tahun 2018 menunjukkan, sekitar 1,2 juta perempuan Indonesia menikah sebelum usia 18 tahun, dengan 432.000 di antaranya mengalami kehamilan di usia muda.
"Kehamilan usia muda adalah masalah serius karena banyak remaja belum siap secara fisik dan mental untuk menghadapi kehamilan dan tanggung jawab sebagai orang tua," demikian isi ulasan di laman Instagram @bkkbnjawabarat
Perempuan yang hamil di bawah usia 19 tahun lebih rentan menghadapi masalah kesehatan dibandingkan dengan perempuan yang hamil di usia 20 sampai 30 tahun, Bunda.
Risiko tinggi kehamilan di usia muda
Berikut beberapa risiko tinggi kehamilan di usia muda yang perlu diketahui remaja, termasuk calon pasangan suami istri:
1. Kematian ibu dan janin
Risiko kematian meningkat pada perempuan hamil di usia muda. Sebab, tubuhnya secara fisik belum siap, Bunda. Selain itu, di usia yang muda, sering kali perempuan masih kurang mendapatkan pemantauan kesehatan.
Dilansir laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI, persalinan pada ibu di bawah usia 20 tahun memiliki kontribusi dalam tingginya angka kematian neonatal, bayi, dan balita. Dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan, angka kematian neonatal, postneonatal, bayi dan balita pada ibu yang berusia kurang dari 20 tahun lebih tinggi dibandingkan pada ibu usia 20 sampai 39 tahun.
2. Kelainan pada bayi
Kelainan pada bayi juga merupakan salah satu risiko kehamilan di usia muda. Risiko dapat terjadi karena kurangnya dukungan dan perawatan pada ibu hamil.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan kelainan pada bayi, seperti kelainan jantung, cacat tabung saraf, dan bibir sumbing.
3. Hipertensi kehamilan hingga preeklamsia
Perempuan usia muda yang hamil lebih rentan mengalami komplikasi, seperti perdarahan, tekanan darah tinggi, dan persalinan macet. Melansir dari Web MD, secara khusus risiko yang bisa menjadi komplikasi di kehamilan usia muda adalah tekanan darah tinggi yang disebut hipertensi akibat kehamilan.
"Perempuan yang hamil di bawah usia 19 tahun berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi kehamilan dibandingkan yang hamil di usia 20 sampai 30 tahun. Mereka juga memiliki risiko tinggi terkena preeklamsia," kata dokter kandungan yang berbasis di Amerika, Traci C. Johnson, MD.
4. Anemia saat hamil
Anemia adalah rendahnya konsentrasi hemoglobin dalam darah, yang dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan komplikasi kesehatan. Sekitar 14 persen ibu hamil mengalami anemia, dan kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan yang hamil di usia muda.
Anemia ada kehamilan di usia muda biasanya terjadi karena kurangnya jumlah asupan kalori sehat yang dibutuhkan selama kehamilan dan meningkatnya kebutuhan zat besi. Banyak ibu hamil berusia 15 hingga 19 tahun yang mengalami anemia dibandingkan ibu hamil berusia 20 hingga 44 tahun.
5. Berat badan lahir bayi rendah
Bayi dari ibu yang hamil di usia muda rentan lahir prematur dengan berat badan rendah. Bayi dengan kondisi tersebut akan membutuhkan perawatan khusus.
"Ibu hamil usia muda (remaja) berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Bayi prematur cenderung memiliki berat badan kurang dari seharusnya," ujar Johnson.
"Hal tersebut sebagian terjadi karena waktu pertumbuhan bayi di dalam rahim yang lebih singkat. Bayi dengan berat lahir rendah mungkin perlu dipasang ventilator di unit perawatan neonatal (NICU) rumah sakit untuk mendapatkan bantuan pernapasan setelah lahir," sambungnya.
6. Penyakit menular seksual
Hubungan seksual di usia muda bisa meningkatkan rsisiko penyakit menular seksual, seperti klamidia. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada kehamilan dan kesehatan jangka panjang.
Menurut ulasan di NIH Office of Research on Women's Health, penyakit menular seksual dapat menyebabkan persalinan prematur, gangguan tumbuh kembang, dan masalah kesehatan jangka panjang pada anak. Bunda yang terkena penyakit menular seksual juga rentang mengalami infeksi pada rahim setelah melahirkan.
7. Depresi pasca melahirkan
Perempuan yang menjalani kehamilan di usia muda juga rentan mengalami depresi pasca melahirkan, Bunda. Risikonya menjadi lebih tinggi karena ketidaksiapan dan kurangnya dukungan, yang pada akhirnya bisa berdampak buruk pada pola asuh atau perawatan bayi.
Selain itu, depresi juga bisa berdampak langsung pada kualitas hidup si ibu. Kehamilan dan tugas merawat anak dapat mengubah jalan hidup seorang ibu muda, menempatkannya pada posisi di mana dia harus bertanggung jawab, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk hidup anaknya.
Demikian serba-serbi risiko kehamilan di usia muda. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Keuntungan Perempuan Hamil di Usia 20-an, Pahami Risikonya Juga Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kelebihan dan Kekurangan Hamil dan Melahirkan di Usia 20, 30, dan 40 Tahun
10 Artis Hamil dan Melahirkan di Usia Muda, Dahlia Poland & Natasha Rizky Masih 19 Thn
Keuntungan Bunda Hamil di Usia 20 Tahunan, Ada juga Risikonya Lho
Viral Curhat Dokter Kandungan Terima Pasien SMP, Ini Bahaya Hamil di Bawah Umur
TERPOPULER
5 Potret Rini Yulianti Tinggal di Australia Bersama Mertua, Mulai Terbiasa Urus Rumah Sendiri
5 Potret Sulaiman Anak Oki Setiana Dewi yang Alami Prader Willi Syndrome, Pindah Sekolah ke Mesir
5 Pohon Jeruk yang Bisa Ditanam di Pot, Mudah Tumbuh dan Berbuah
Kasus Campak di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Berujung Kematian akibat Tidak Vaksin
Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Rini Yulianti Tinggal di Australia Bersama Mertua, Mulai Terbiasa Urus Rumah Sendiri
5 Potret Sulaiman Anak Oki Setiana Dewi yang Alami Prader Willi Syndrome, Pindah Sekolah ke Mesir
5 Pohon Jeruk yang Bisa Ditanam di Pot, Mudah Tumbuh dan Berbuah
Kasus Campak di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Berujung Kematian akibat Tidak Vaksin
Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lirik Lagu None of Ur Friends Business - Ginuwine
-
Beautynesia
Light+ by Wardah Hadirkan Ngabubulight di M Bloc Space Jakarta, Ini Rekap Keseruannya!
-
Female Daily
Kaya Manfaat untuk Kesehatan, Yuk Kenalan dengan Beragam Jenis Kurma!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Perubahan Wajah Jim Carrey yang Mengejutkan, Isu Oplas Hingga Tuduhan Kloning
-
Mommies Daily
Nggak Sempat Masak? Ini 7 Rekomendasi Katering Lebaran untuk Keluarga