KEHAMILAN
Studi Ungkap Kasus Hipertensi Selama Kehamilan Melonjak, Pahami Dampaknya Bun
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 28 Sep 2024 07:40 WIBHipertensi dalam kehamilan adalah salah satu kondisi medis yang bisa menjadi serius bila tidak terdeteksi. Kasus hipertensi saat hamil ini meningkat di sejumlah negara besar, Bunda.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association tahun 2022 menunjukkan bahwa tingkat tekanan darah tinggi (hipertensi) yang baru berkembang dan kronis pada ibu hamil telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2007 di Amerika Serikat. Para peneliti mengatakan bahwa sebagian lonjakan kasus kemungkinan disebabkan oleh banyaknya pemeriksaan yang menemukan kondisi tersebut.
"Gangguan hipertensi selama kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat yang berkontribusi terhadap morbiditas, mortalitas, dan risiko penyakit kardiovaskular ibu di masa mendatang," demikian isi dari penelitian tersebut.
Tekanan darah tinggi dapat merusak organ penting tubuh, seperti mata, paru-paru, ginjal, dan jantung. Konsekuensi dari dampak tersebut bisa berlangsung lama, bahkan setelah melahirkan.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), hipertensi pada kehamilan adalah kondisi di mana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Terdapat dua hipertensi pada kehamilan, yakni hipertensi gestasional dan preeklamsia.
Baca Juga : Preeklamsia |
Hipertensi gestasional adalah tipe yang paling ringan, biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, tanpa ditemukan adanya protein pada urine. Sementara itu, preeklampsia adalah bentuk hipertensi kehamilan yang lebih berat, ditandai dengan tekanan darah yang tinggi disertai adanya protein pada pemeriksaan urine.
Di Indonesia, kasus preeklamsia masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurut SRS Badan Litbangkes 2016, preeklamsia menjadi penyebab pertama kematian ibu terbanyak di Indonesia, yakni sebesar 33 persen.
Secara global, preeklamsia juga masih menjadi ancaman yang bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa preeklamsia merupakan salah satu komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75 persen penyebab kematian ibu.
Dalam ulasan di Journal of the American Heart Association 2022 dipaparkan bahwa preeklamsia dapat menyebabkan serangan jantung, Bunda. Masalah ini dapat berkembang karena faktor keturunan dan gaya hidup. Pada faktor gaya hidup, kelebihan berat badan bisa membuat seseorang rentan terhadap hipertensi.
Pengobatan yang umum untuk preeklamsia adalah melahirkan bayi. Obat dapat membantu mencegah kejang dan mempercepat pertumbuhan bayi untuk memperpendek masa kehamilan bila kesehatan ibu atau janin mengharuskan kelahiran prematur.
Dalam kasus yang jarang terjadi, preeklamsia dapat berkembang segera setelah melahirkan. Penyebabnya yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti, Bunda.
Penanganan hipertensi dalam kehamilan
Penanganan hipertensi dalam kehamilan akan tergantung pada jenisnya. Berikut penjelasan lengkapnya:
Penanganan hipertensi gestasional
Pada kasus hipertensi gestasional, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara berkala sebagai upaya penanganannya.
"Semua bunda dengan hipertensi gestasional dipantau secara berkala (biasanya mingguan) terhadap tanda-tanda preeklamsia dan untuk memastikan bahwa tekanan darah mereka tidak terlalu tinggi," tulis ACOG dalam laman resminya.
Meski hipertensi gestasional biasanya hilang setelah melahirkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi di masa mendatang. Jika Bunda pernah mengalami hipertensi gestasional, maka perlu menurunkan faktor risikonya degan konsumsi makanan sehat, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara teratur.
Penanganan preeklamsia
Pada kasus preeklamsia, penanganan utamanya bertujuan untuk membatasi komplikasi pada Bunda dan bayinya. Ibu hamil yang mengalami preeklamsia tanpa gejala parah dapat dirawat di rumah sakit, atau rawat jalan dengan pengawasan ketat dari dokter kandungan.
Bila terjadi pada usia kehamilan 37 minggu, maka dokter kemungkinan akan menyarankan agar bayi segera dilahirkan. Jika hasil tes menunjukkan bahwa janin tidak dalam kondisi baik, Bunda mungkin perlu melahirkan bayi lebih awal.
Tindakan akan berbeda bila Bunda mengalami preeklamsia dengan gejala berat. Jika usia kehamilan kurang dari 34 minggu dan kondisi Bunda stabil, maka persalinan dapat ditunda.
Menunda persalinan dapat membantu dalam beberapa kasus, seperti memudahkan pemberian kortikosteroid untuk membuat paru-paru janin menjadi lebih matang. Penundaan juga dapat memberi Bunda waktu untuk mengonsumsi obat yang bisa menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang.
Perlu diketahui ya, Bunda dengan preeklamsia dapat melahirkan secara normal. Tetapi, bila ada masalah selama persalinan, operasi caesar mungkin perlu dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan janinnya.
Demikian penjelasan terkait hipertensi dalam kehamilan dan penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Preeklamsia Dapat Sebabkan Kematian Ibu & Janin, Kenali Tanda dan Pencegahannya Menurut Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Waspadai Hipertensi Pada Ibu Hamil: Jenis, Penyebab, dan Cara Pencegahannya
Benarkah Preeklamsia Saat Hamil Berisiko Membuat Bunda Stroke?
Penyebab Hamil dengan Preeklamsia Bahayakan Ibu dan Janin
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
TERPOPULER
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ameera Khan Bandingkan Rasanya Pacaran Dengan Pria Indonesia dan Malaysia
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?