KEHAMILAN
Ketahui Efektivitas Morning After Pill untuk Mencegah Kehamilan dan Pemakaian yang Aman
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 01 Jan 2025 08:30 WIBMorning after pill adalah nama lain dari pil kontrasepsi darurat. Jenis KB ini dapat digunakan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual, Bunda.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan penggunaan kontrasepsi darurat dalam lima hari setelah berhubungan seksual. Tetapi, kontrasepsi ini lebih efektif bila diminum segera setelah berhubungan intim.
Dilansir Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi di mana pil ini digunakan, yakni bila melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi pencegahan apa pun atau mengalami kegagalan dalam menggunakan kontrasepsi, seperti kondom rusak, lupa minum pil KB, atau tidak melanjutkan suntik KB.
Efektivitas dan pemakaian morning after pill yang aman
NHK Inggris menjelaskan bahwa efektivitas penggunaan pil kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 95 persen bila digunakan dengan tepat, yakni dalam waktu lima (5) hari setelah berhubungan seksual. Tetapi, efektivitas ini akan kembali lagi pada jenis morning after pill yang Bunda konsumsi.
Ada dua jenis pil kontrasepsi darurat yang efektif mencegah kehamilan. Berikut penjelasannya, seperti melansir dari beberapa sumber:
1. Pil mengandung ulipristal acetate (UPA)
Penggunaan pil mengandung ulipristal acetate (UPA) ini harus dengan resep dari perawat atau dokter. Sebab, ada jenis pil UPA yang efektif sebagai morning after pill.
Pil kontrasepsi ini dapat dikonsumsi hingga 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seksual tanpa kondom. Pil bekerja dengan baik pada hari ke-5 seperti halnya pada hari ke-1. WHO menganjurkan UPA diminum dalam dosis tunggal yakni 30 miligram (mg).
Penelitian menunjukkan bahwa morning after pill yang mengandung UPA ini memiliki tingkat efektivitas hingga 98 persen bila diminum dalam 24 jam pertama. Sedangkan, efektivitasnya dapat menurun menjadi sekitar 85 persen bila diminum dalam 120 jam.
2. Pil mengandung levonorgestrel (LNG)
Pil ini sudah banyak tersedia di sebagian besar apotek, Bunda. Pil kontrasepsi mengandung levonorgestrel ini paling baik diminum dalam waktu 72 jam (3 hari) setelah berhubungan intim tanpa kondom.
Meski lewat 3 hari atau misalnya sudah 5 hari, pil kontrasepsi tetap bisa diminum. Tetapi, semakin cepat meminumnya, maka semakin baik kerja dan efektivitasnya.
WHO menganjurkan pil ini diminum dalam dosis tunggal 1,5 mg. Sebagai alternatif, pil dapat dikonsumsi dalam dua dosis, yaitu 0,75 mg, dengan terpisah jarak 12 jam.
Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pil KB ini sekitar 94 persen bila diminum dalam 24 jam pertama. Sementara efektivitasnya menjadi turun sekitar 58 persen dalam 72 jam.
Kondisi tubuh yang tidak cocok konsumsi morning after pill
Perlu dicatat, tidak semua perempuan cocok menggunakan pil kontrasepsi darurat ya, Bunda. Sebelum menggunakan pil KB ini, Bunda sebaiknya konsultasi dulu ke dokter.
Berikut beberapa kondisi Bunda tidak dianjurkan konsumsi morning after pill setelah berhubungan seksual:
- Tidak dianjurkan minum pil KB darurat bila Bunda mengonsumsi obat steroid untuk asma atau obat lain untuk mengobati tuberkulosis, epilepsi, atau HIV.
- Ibu menyusui tidak dianjurkan minum pil KB karena diharuskan berhenti menyusui setelah meminumnya.
- Pil kontrasepsi darurat tidak dianjurkan pada ibu dengan berat badan berlebih karena efektivitasnya dapat menurun.
Efek samping pil kontrasepsi darurat
Penggunaan pil kontrasepsi darurat tetap dapat menimbulkan efek samping, Bunda. Berikut beberapa efek sampingnya:
- Mual dan muntah
- Perdarahan vagina yang ringan atau tidak teratur
- Kelelahan
- Sakit kepala atau kepala pusing
- Memengaruhi siklus haid, bisa menjadi lebih awal atau lebih lambat
- Payudara terasa nyeri
- Nyeri atau kram di perut
WHO menjelaskan bahwa beberapa efek samping biasanya akan hilang tanpa pengobatan. Tetapi, bila muntah terjadi dalam waktu dua jam setelah minum pil kontrasepsi darurat, maka dosis penggunaannya harus diulang.
Kontrasepsi darurat dengan LNG atau UPA biasanya berisiko rendah menyebabkan mual dan muntah. Hal serupa juga disampaikan Pendidik Kesehatan Dawn Stacey, PhD, LMHC. Menurutnya, efek samping kontrasepsi darurat mungkin berbeda-beda tergantung jenis yang digunakan.
"Perempuan harus mendiskusikan efek samping apa pun dengan penyedia layanan kesehatan. Hal ini terutama berlaku bila ia mengalami muntah setelah mengonsumsi pil kontrasepsi darurat. Selanjutnya, dokter dapat menyarankan apakah ia harus mendapatkan dosis lain atau tidak," ujar Stacey, dikutip dari Very Well Family.
Pakar Zara Risoldi Cochrane, Pharm.D., M.S., FASCP., menyarankan Bunda untuk segera memeriksakan ke dokter bila mengalami durasi muntah yang panjang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tentang pengulangan dosis.
"Jika merasa pusing atau mual setelah mengonsumsi kontrasepsi darurat, maka cobalah berbaring. Ini akan membantu mencegah muntah. Jika muntah dalam waktu satu jam setelah minum obat, hubungi penyedia layanan kesehatan atau klinik keluarga berencana untuk mengetahui apakah diperlukan untuk mengulang dosis," kata Cochrane.
Demikian serba-serbi efektivitas dan penggunaan morning after pill yang aman. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
4 Buah-buahan untuk Bunda yang Ingin Menunda Kehamilan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Adakah Efek Samping Minum Pil Kontrasespsi Darurat untuk Kesehatan Reproduksi Bunda?
Pil Kontrasepsi Darurat Efektifkah Cegah Kehamilan? Ini Merek hingga Harganya
Mengenal Postpil, Salah Satu Cara Mencegah Kehamilan yang Tidak Direncanakan
10 Kondisi Bunda yang Memerlukan Pil Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan
TERPOPULER
Amanda Seyfried dan Thomas Sadoski Cerai setelah 9 Tahun Menikah
Beras Fortifikasi Abal-abal: Daftar Merek Diduga Bermasalah & Dampaknya bagi Konsumen
Tren Foto AI 80an, Intip Artis yang Ikutan
12 Manfaat Senam Kegel untuk Wanita dan Pria, Pasutri Perlu Tahu
Kasus Influenza A Alami Kenaikan, Ini Penjelasan Kemenkes
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tren Foto AI 80an, Intip Artis yang Ikutan
Amanda Seyfried dan Thomas Sadoski Cerai setelah 9 Tahun Menikah
12 Manfaat Senam Kegel untuk Wanita dan Pria, Pasutri Perlu Tahu
5 Cara Mengenalkan Anak tentang Pertemanan Toxic di Sekolah
Kasus Influenza A Alami Kenaikan, Ini Penjelasan Kemenkes
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Radiant Complexion Cream dari Embryolisse Ini Multifungsi, Coba Produknya Sekarang!
-
Beautynesia
Get The Look: Inspirasi Gaya Edgy dengan Dress dari Syifa Hadju
-
Female Daily
Punya Rambut Curly tapi Susah Dirawat? Ini Tips agar Tetap Sehat dan Nggak Frizzy!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Rekomendasi Tisu Basah Kewanitaan untuk Cegah Keputihan dan Bau Tak Sedap
-
Mommies Daily
Jangan Anggap Flu Biasa, Kenali Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai