KEHAMILAN
Waspada Kanker Serviks Berisiko Diwariskan ke Keturunan Perempuan Selanjutnya, Kenali Gejalanya!
Amrikh Palupi | HaiBunda
Jumat, 14 Feb 2025 17:40 WIBKanker serviks, atau kanker leher rahim, merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang perempuan di Indonesia. Kanker serviks tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup, tetapi kanker serviks diwariskan lho, Bunda. Simak penjelasan dan kenali gejalanya yuk Bunda.
Dikutip laman Thesun.ng, secara umum, kanker telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia. Menghabiskan triliunan biaya perawatan kesehatan dan menimbulkan penderitaan serta rasa sakit psikologis yang tak terbayangkan bagi orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan penyakit ini.
Untuk menciptakan fokus pada kesadaran dan solusi yang berkelanjutan, tanggal 4 Februari setiap tahun ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia, untuk menghidupkan kembali perjuangan universal melawan penyakit kanker.
Bukti statistik menunjukkan bahwa pada 2022 sekitar 20 juta kasus baru kanker tercatat secara global, yang menyebabkan 9,7 juta kematian. Pada tahun yang sama, Afrika mencatat lebih dari 900.000 kasus baru dan lebih dari 580.000 kematian. Di Nigeria, juga pada tahun 2022, ada sekitar 127.763 kasus baru dan 79.542 kematian.
Baca Juga : Serviks |
Risiko kanker serviks
Deteksi dini dan pengobatan sangat penting untuk pengelolaan kanker serviks dan payudara yang efektif, seperti halnya kanker lainnya. Skrining rutin dan vaksinasi dapat membantu mencegah kanker serviks.
Untuk alasan ini, OCI Foundation International, yang bersemangat dalam memerangi penyakit kanker, telah menerapkan pendekatan tiga jalur, yaitu kombinasi teknologi, sumber daya manusia yang luas, dan pendanaan besar untuk menciptakan dan memperdalam kesadaran tentang kanker payudara dan serviks.
Mengutip laman Healthline, dulu kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian paling umum pada wanita. Namun, saat ini, dokter dapat mendeteksi dan mengobati kanker serviks jauh lebih awal.
Tes papsmear dapat membantu mendeteksi sel-sel pra-kanker di serviks yang dapat diangkat sebelum kanker serviks berkembang. Itulah mengapa melakukan pemeriksaan rutin dan memahami risiko kanker serviks sangat penting.
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks adalah memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker serviks. Namun, sangat jarang kanker serviks diturunkan dalam keluarga. Sebaliknya, lingkungan rumah yang sama seringkali berarti keluarga berbagi faktor risiko yang serupa.
Apa kaitan genetik dengan kanker serviks?
Memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker serviks merupakan faktor risiko untuk mengembangkan kanker serviks sendiri. Namun, itu tidak berarti kanker serviks bersifat genetik atau selalu diturunkan dalam keluarga.
Ada dua jenis kanker serviks yang paling umum yakni kanker serviks sel skuamosa atau adenokarsinoma. Dua jenis kanker serviks ini tidak bersifat turunan atau disebabkan oleh faktor genetik. Namun, risiko untuk mengembangkan jenis kanker serviks langka tertentu dapat meningkat oleh dua faktor genetik.
1. Kanker serviks jenis rhabdomyosarcoma embrional.
2. Sindrom Peutz-Jegher (PJS). Orang dengan PJS berisiko lebih tinggi untuk kanker payudara, kolorektal, pankreas, dan paru-paru dibandingkan dengan kanker serviks atau ovarium.
Beberapa faktor keturunan tertentu seperti gen respons imun yang rusak dan gen perbaikan DNA juga dapat membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi HPV, yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Para peneliti percaya bahwa lebih sering perempuan dari keluarga yang sama memiliki faktor risiko yang tumpang tindih dan bukan keturunan.
Misalnya, perempuan yang ibunya diberi obat diethylstilbestrol (DES) selama kehamilan untuk mencegah keguguran memiliki peningkatan risiko terkena kanker serviks. DES umumnya digunakan antara tahun 1940 dan 1970, dan kemungkinan besar dua saudara perempuan mempunyai faktor risiko yang sama. Secara keseluruhan, kecil kemungkinannya seorang ibu akan menularkan kanker serviks kepada putrinya.
Faktor risiko lain untuk kanker serviks
Ada banyak faktor risiko yang telah dipelajari untuk kanker serviks. Sebagian besar faktor risiko ini terbukti memiliki kaitan yang lebih kuat dibandingkan dengan faktor keturunan. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
1. Infeksi human papillomavirus (HPV)
HPV adalah infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum dan merupakan faktor risiko terbesar untuk kanker serviks. Namun, ada ratusan jenis virus HPV, dan tidak semuanya terkait dengan kanker serviks. Vaksin HPV dapat mencegah jenis HPV yang terkait dengan peningkatan risiko kanker serviks.
2. IMS lainnya
Herpes genital dan klamidia juga terkait dengan peningkatan risiko kanker serviks.
3. Paparan DES
Paparan DES adalah faktor risiko yang tercatat dengan baik. Wanita yang ibunya mengonsumsi DES selama kehamilan sebaiknya menjalani pemeriksaan kanker serviks secara rutin.
4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat obat-obatan atau kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk kanker serviks.
5. Merokok
Merokok terbukti dapat meningkatkan risiko kanker serviks secara signifikan.
Ada faktor risiko tambahan untuk kanker serviks yang terkait dengan kondisi pribadi dan riwayat hidup. Faktor-faktor ini meliputi:
1. Usia
Risiko kanker serviks perempuan tertinggi antara usia 20-an awal hingga pertengahan 30-an.
2. Akses perawatan medis
Perempuan dari rumah tangga berpendapatan rendah dan komunitas yang terpinggirkan lebih mungkin menghadapi kesulitan dalam mengakses perawatan medis. Ini termasuk vaksin, pemeriksaan IMS, papsmear, dan perawatan lainnya yang dapat mengurangi risiko kanker serviks.
3. Riwayat seksual
Risiko Anda terhadap HPV dan IMS lainnya meningkat setiap kali berhubungan seks tanpa pelindung dalam bentuk apa pun. Risiko HPV juga meningkat mulai dari berhubungan seks tanpa pelindung di usia muda dan pernah berhubungan seks dengan seseorang yang dianggap berisiko tinggi terkena HPV.
4. Riwayat kehamilan
Wanita yang hamil pertama kali sebelum usia 20 tahun atau yang memiliki lebih dari tiga kehamilan penuh berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks. Peneliti belum mengetahui apakah ini terkait dengan aktivitas seksual atau perubahan hormonal dan sistem kekebalan tubuh yang terjadi selama kehamilan.
Gejala yang perlu diwaspadai
Bunda harus tahu kanker serviks pada tahap awal dapat menyebabkan beberapa gejala. Gejala-gejala ini juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan lain yang lebih ringan.
Namun, sangat penting buat Bunda segera membuat janji medis dan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala ini, terutama jika gejala tersebut berlangsung lebih lama dari satu siklus menstruasi. Berikut gejala yang perlu Bunda waspadai.
1. Perdarahan atau bercak darah setelah atau di antara periode menstruasi.
2. Cairan vagina yang banyak.
3. Perdarahan lebih berat dari biasanya selama periode menstruasi.
4. Perubahan pada panjang siklus menstruasi.
5. Perdarahan setelah berhubungan seks.
6. Perdarahan setelah pemeriksaan panggul.
7. Perdarahan setelah membilas vagina (douching).
8. Perdarahan seperti periode menstruasi setelah menopause.
9. Nyeri panggul atau punggung yang tidak dapat dijelaskan dan tidak kunjung hilang.
Langkah-langkah menurunkan risiko kanker serviks
Ada beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk menurunkan risiko kanker serviks. Meskipun tidak ada jaminan untuk sepenuhnya mencegah kanker serviks, langkah-langkah ini dapat membuat kemungkinan terjadinya kanker serviks lebih kecil.
Beberapa cara untuk menurunkan risiko sebagai berikut:
1. Mendapatkan vaksin HPV
Vaksin HPV adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari HPV dan menurunkan risiko kanker serviks.
2. Melakukan pemeriksaan kanker secara rutin
Tes Pap tahunan dan tes HPV dapat mencari sel-sel pra-kanker dan memeriksa risiko keseluruhan terhadap kanker serviks. Pra-kanker dapat diobati sebelum berkembang menjadi kanker.
3. Melakukan seks yang aman setiap kali
Menggunakan kondom dan metode penghalang lainnya, serta berbicara tentang IMS dengan pasangan seksual dapat membantu mencegah infeksi HPV.
4. Berhenti merokok
Berhenti merokok memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko kanker serviks.
Semoga informasinya bermanfaat ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Kisah Bumil Alami Pecah Ketuban Saat Nonton Konser Maroon 5, Induksi Alami Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Syarat Dapatkan Vaksin HPV untuk Wanita yang Aktif Berhubungan Seksual
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
Terlihat Adem-Ayem, Suami Yulia Baltschun Akui Berselingkuh
Dari Kartini sampai Yuni, Ini 3 Film Perempuan Paling Powerful!
Hamil Anak Pertama, Shenina Cinnamon Sempat Masuk RS karena Hiperemesis Gravidarum
Mad Arid Lissukun: Pengertian, Hukum, Cara Membaca & Contohnya untuk Diajarkan ke Anak
Kekurangan Zat Besi Ternyata Bisa Turunkan IQ Anak, Ini Kata Dokter
REKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Perempuan yang Suka Traveling Sendiri Menurut Psikologi
Pentingnya Cek Kolesterol Anak Sebelum Remaja untuk Cegah Serangan Jantung saat Dewasa
Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok
10 Contoh Soal Kombinasi Beserta Kunci Jawabannya
Terlihat Adem-Ayem, Suami Yulia Baltschun Akui Berselingkuh
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pinkan Mambo Todong Bayaran ke Fans yang Mau Foto: Duitnya Mana?
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menonton Film Sama Berulang Kali Menurut Ilmu Psikologi
-
Female Daily
Kulit Kering Nggak Kunjung Membaik? Coba Teknik Skin Flooding untuk Mengatasinya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Influencer yang Disebut Gadis Tercantik di Coachella, Gaya Seksi Jadi Atensi
-
Mommies Daily
Intimacy Setelah Melahirkan: Cara Membangun Kembali Kedekatan dengan Pasangan