HaiBunda

KEHAMILAN

Ketahui Risiko Jangka Panjang bila Ibu Hamil Terkena Diabetes

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 22 Feb 2025 08:00 WIB
Ketahui Risiko Jangka Panjang bila Ibu Hamil Terkena Diabetes/Foto: Getty Images/iStockphoto/Antonio_Diaz
Jakarta -

Diabetes selama kehamilan dapat menyebabkan masalah serius di kemudian hari lho, Bun. Untuk itu Bunda perlu melakukan skrining yang tepat setelah melahirkan. Ibu hamil alami diabetes saat kehamilan dikenal sebagai diabetes gestasional yakni gangguan metabolik yang paling umum selama kehamilan dan memengaruhi satu dari tujuh perempuan di seluruh dunia.

Dikutip laman The Conversation, diabetes gestasional dikaitkan dengan komplikasi selama kehamilan. Ini termasuk tekanan darah tinggi, melahirkan bayi besar yang meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan pervaginam dan meningkatnya angka operasi caesar. 

Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan ibu secara signifikan. Yang mengkhawatirkan, semakin banyak perempuan yang didiagnosis dengan diabetes gestasional daripada sebelumnya. 


Dikutip laman Nhs.uk, diabetes gestasional biasanya tidak menyebabkan gejala. Kebanyakan kasus hanya ditemukan ketika kadar gula darah Bunda diuji selama penyaringan untuk diabetes gestasional.

Ibu hamil alami diabetes

Beberapa perempuan mungkin mengembangkan gejala jika kadar gula darah mereka terlalu tinggi (hiperglikemia), seperti:

1. Rasa haus yang meningkat
2. Sering buang air kecil lebih dari biasanya
3. Mulut kering
4. Kelelahan
5. Penglihatan kabur
6. Gatal pada area genital atau sariawan

Namun, beberapa gejala ini umum terjadi selama kehamilan dan tidak selalu menjadi tanda diabetes gestasional. Bicarakan dengan bidan atau dokter Bunda jika khawatir tentang gejala yang Bunda alami.

Risiko jangka panjang ibu hamil alami diabetes

Perempuan yang mengalami diabetes gestasional memiliki kemungkinan sepuluh kali lebih besar untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dan dua kali lebih besar mengalami gangguan kardiovaskular. Seperti penyakit jantung pada tahun-tahun setelah melahirkan, dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengalami diabetes gestasional.

Selain itu, para ibu ini juga mungkin mengalami masalah kesehatan mental, termasuk depresi, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti perempuan dengan etnis non-Eropa dan mereka yang memiliki riwayat diabetes gestasional sebelumnya.

Perawatan ibu hamil diabetes

Oleh karena itu, ibu hamil yang mengalami diabetes ini membutuhkan perawatan setelah melahirkan.  Ini harus mencakup skrining rutin untuk kadar gula darah, masalah kardiovaskular, dan kesejahteraan mental setelah melahirkan. Selain itu, penting juga untuk melakukan diet dan olahraga.

Tak hanya itu, menyusui juga penting untuk perempuan yang mengalami diabetes gestasional mungkin mengalami keterlambatan aliran ASI dan umumnya memiliki tingkat menyusui yang lebih rendah dibandingkan dengan lainnya. Menyusui bahkan dapat mengurangi risiko perkembangan menuju diabetes tipe 2. Bunda juga sebaiknya terus melakukan skrining satu tahun setelah melahirkan. 

Dikutip dari Mayoclinic, ini langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil karena diabetes gestasional dapat berdampak negatif untuk bayi dan Bunda. Maka perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan sebagai berikut: 

1. Makan makanan sehat

Pilih makanan yang tinggi akan serat dan rendah lemak serta kalori. Fokus pada konsumsi sayur, buah, dan gandum utuh.

2. Tetap aktif

Berolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat melindungi Bunda dari diabetes gestasional. Usahakan agar beraktivitas ringan selama 30 menit setiap hari. Bunda bisa melakukan olahraga seperti renang. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki juga bisa membantu kok.

3. Mulai kehamilan pada berat badan sehat

Kalau Bunda berencana untuk hamil, menghilangkan berat badan sebelumnya dapat membantu menciptakan kehamilan sehat. Fokuslah pada membuat perubahan yang berkelanjutan pada kebiasaan makan.

4. Berat badan tidak boleh naik melebihi anjuran

Berat badan bertambah beberapa kilogram selama hamil merupakan hal yang sehat dan normal. Tapi, pertambahan berat badan yang terlalu banyak dan cepat dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional, Bunda.

Jadi, selalu perhatikan asupan makanan dan berat badan selama hamil ya supaya terhindar dari diabetes gestasional ya Bunda. Semoga informasi bermanfaat buat Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Benarkah Orang dengan Mata Minus & Retina Tipis Tidak Bisa Melahirkan Secara Pervaginam?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup

Mom's Life Annisa Karnesyia

3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari

Mom's Life Amira Salsabila

Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Ciri Kepribadian Menarik Orang yang Lahir di Tanggal 26

Mom's Life Melly Febrida

Cara Mengenali Anak yang Sedang Mengalami Masalah Emosional & Mungkin Butuh Bantuan

Parenting Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Contoh Foto Tespek Garis 2 dan Arti di Baliknya

Guruh Soekarnoputra Wafat, Rencananya Dimakamkan Berdampingan dengan Fatmawati

Ira Swara Ungkap Ekonominya Pernah Terpuruk, Suami Jadi Driver Online hingga Cicil Beras untuk Bertahan Hidup

3 Resep Peyek Kacang Renyah Tahan Lama, Anti Gagal dan Kriuk Sepanjang Hari

Kaitan Antara Berat Badan dan Pil KB Darurat, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Langsing?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK