KEHAMILAN
Pertama Kali, Bayi Ini Jalani Operasi Otak Janin saat di Dalam Kandungan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 24 Apr 2025 17:50 WIBTeknologi medis terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Baru-baru ini, teknologi medis dengan bantuan dokter telah berhasil menyelamatkan seorang bayi dalam kandungan yang mengalami kelainan genetik, Bunda.
Tim dokter di Boston, Amerika Serikat, berhasil melakukan operasi janin pertama untuk mengatasi kondisi otak langka yang dikenal sebagai malformasi vena Galen. Meskipun operasi di dalam rahim pernah dilakukan pada kondisi lain, prosedur yang dipandu USG ini merupakan salah satu yang pertama untuk kondisi medis tersebut.
Rincian terkait prosedur operasi yang dilakukan pada bulan Maret 2025 ini telah dipublikasikan dalam jurnal Stroke. Demikian seperti melansir dari CNN.
Perjalanan kehamilan ibu dari bayi yang jalani operasi dalam kandungan
Ibu dari bayi yang menjalani operasi saat di dalam kandungan, Kenyatta Coleman, telah menikah selama tujuh tahun dengan pria bernama Derek Coleman. Saat mengetahui dirinya hamil Kenyatta sangat bahagia.
Menurutnya, kehamilan pertama ini awalnya berjalan lancar. Hasil USG menunjukkan bayi di dalam kandungannya baik-baik saja.
"Bayinya baik-baik saja. Hasil pemindaian anatomi menunjukkan tidak ada yang luar biasa. Semua profil biofisiknya tidak menunjukkan sesuatu," kata Kenyatta, 36 tahun.
Baca Juga : 17 Jenis Komplikasi Persalinan, Bunda Perlu Tahu |
Di awal kehamilannya, Kenyatta juga menjalani uji genetik, Bunda. Hasil menunjukkan bahwa kehamilannya ini termasuk 'berisiko rendah'.
Namun, ketika usia kehamilan masuk ke-30 minggu, dokter menemukan sesuatu yang tak beres dengan janinnya. Dari hasil USG, dokter mengatakan bahwa otak dan jantung bayinya tampak membesar. Bayi dalam kandungan Kenyatta pun didiagnosis mengalami malformasi vena Galen pada usia kandungan 30 minggu.
Kenyatta sempat diberi tahu tentang risiko kehamilannya usai diagnosis malformasi vena Galen. Dokter mengatakan tentang kemungkinan risiko persalinan prematur dan pendarahan otak pada janinnya.
Perempuan asal Louisiana ini pun memutuskan untuk mengambil tindakan operasi bayi di dalam kandungan setelah mengetahui tentang uji klinis yang dijalankan oleh Brigham and Women's serta Boston Children's Hospital. Pada tanggal 15 Maret atau tepat satu bulan setelah USG yang menemukan malformasi tersebut, Kenyatta menjalani operasi.
Prosedur operasi bayi di dalam kandungan dan proses persalinan
Tim dari Boston Children's Hospital dan Massachusetts General Hospital melakukan prosedur operasi. Dikutip dari New York Post, operasi ini dilakukan pada usia kehamilan 34 minggu dan 2 hari.
Prosedur pertama yang dilakukan dokter adalah memotong rahim, lalu tengkorak bayi, dan akhirnya mengoperasi otak yang sedang berkembang. Dokter menggunakan USG untuk menemukan arteri bayi dan membantu menavigasi prosedur.
Bayi Kenyatta kemudian lahir dua hari setelah operasi besar tanpa cacat lahir dan komplikasi yang terbatas. Bayi yang diberi nama Denver Coleman ini lahir dengan berat sekitar 1,9 kilogram (kg).
"Saya mendengar dia menangis untuk pertama kalinya. Saya bahkan tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya saat itu. Itu adalah momen terindah karena bisa menggendongnya, menatapnya, lalu mendengarnya menangis," ujar Kenyatta.
"Saya menciumnya dan dia hanya membuat suara-suara bayi kecil atau semacamnya. Hanya itu yang saya butuhkan di saat itu," kata Derek.
Dokter mengatakan bahwa anak Kenyatta lahir dengan kondisi yang stabil. Menurut dokter, Denver bahkan tidak memerlukan perawatan lanjutan ketika lahir.
"Pada periode bayi baru lahir, kondisinya sangat stabil dan tidak memerlukan perawatan segera yang biasanya mereka butuhkan, baik itu pemasangan spiral atau dukungan fungsi jantung dengan obat-obatan. Harapan kami adalah dia tidak perlu dipasang spiral lagi," kata Dr. Louise Wilkins-Haug dari Brigham and Women's Hospital.
Tiga minggu setelah lahir, Denver juga tidak menunjukkan tanda-tanda aliran darah abnormal dalam pemindaian MRI dan tidak memerlukan bantuan untuk jantungnya, Bunda.
"Kami senang melaporkan bahwa pada usia enam minggu, bayi tersebut mengalami perkembangan yang sangat baik, tidak mengonsumsi obat-obatan, makan secara normal, bertambah berat badan, dan sudah kembali ke rumah. Tidak ada tanda-tanda efek negatif pada otak," kata penulis utama studi Darren B. Orbach, MD, PhD.
"Dalam uji klinis yang sedang berlangsung, kami menggunakan embolisasi transuterin yang dipandu USG untuk mengatasi malformasi vena Galen sebelum lahir, dan dalam kasus pertama yang kami tangani, kami sangat senang melihat bahwa penurunan agresif yang biasanya terlihat setelah lahir tidak muncul sama sekali," sambungnya.
Apa itu malformasi vena Galen?
Veein of Galen malformation (VOGM) atau malformasi vena Galen merupakan kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah dari otak ke jantung, yang juga dikenal vena Galen, tidak berkembang dengan baik. VOGM dapat mengakibatkan darah menekan vena dan jantung, yang bisa menyebabkan serangkaian masalah kesehatan.
"Cedera otak yang parah dan gagal jantung segera setelah lahir adalah dua tantangan besar," kata Orbach.
Biasanya, bayi dengan VOGM mendapat penanganan setelah lahir menggunakan kateter untuk memasukkan kumparan kecil yang dapat memperlambat aliran darah. Namun, penanganan tersebut sering kali terlambat.
"Meskipun ada kemajuan dalam perawatan, 50 hingga 60 persen dari semua bayi dengan kondisi ini akan langsung sakit parah. Sementara itu tampaknya ada sekitar 40 persen angka kematiannya," ungkap Orbach.
Sebagai tambahan, sekitar setengah dari bayi yang selamat dari VOGM mengalami masalah neurologis dan kognitif yang parah.
Demikian kisah bayi yang menjalani operasi otak saat masih berada di dalam kandungan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanda Janin Sehat dan Bahagia dalam Kandungan, Salah Satunya Bergerak Aktif
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil, Benarkah Juga Bisa Lancarkan Persalinan?
15 Tanda Mau Melahirkan, Ibu Hamil Wajib Tahu
Perkembangan Janin yang Normal di Trimester 1, 2, dan 3
Perubahan yang Mungkin Dialami Saat Hamil Trimester 1, 2, dan 3
TERPOPULER
Terpopuler: Potret Vika Kolesnaya Istri Billy Syahputra usai Jadi Bunda
Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan
Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja
Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek
Ucapan Haru Najwa Shihab untuk Sang Putra Izzat yang Berulang Tahun Ke-25
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Terpopuler: Potret Vika Kolesnaya Istri Billy Syahputra usai Jadi Bunda
Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan
Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek
Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja
Naka Siap Jadi Kakak, Arie Kriting & Indah Permatasari Ungkap Alasan Tunda Promil Anak Kedua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Gading Dekat Dengan Medina Dina, Roy Marten Ogah Desak Buru-buru Nikah
-
Beautynesia
7 Potret & Fakta Menarik Yerin Ha, Pemeran Sophie Baek dalam Bridgerton 4
-
Female Daily
Lador Gandeng Jimin BTS untuk Angel Muguet Perfumed Hair Oil. Aroma Floral Lembut yang Bikin Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Siapa Anamaria Vartolomei? Aktris yang Keluar Hotel Bareng Timothee Chalamet
-
Mommies Daily
Resep Takjil Ramadhan yang Lebih Sehat dari Gorengan