KEHAMILAN
Vaksinasi HPV Tidak Boleh Diberikan saat Hamil, Ini Kata Dokter
Amira Salsabila | HaiBunda
Kamis, 26 Jun 2025 12:32 WIBPerkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) baru saja mengeluarkan rekomendasi vaksinasi HPV yang ditujukan bagi perempuan pranikah dan pascapersalinan.
Langkah ini disusun berdasarkan bukti ilmiah terkini dan bertujuan memperkuat pencegahan primer kanker serviks, sebagai jenis kanker dengan kasus terbanyak ketiga di Indonesia.
Berdasarkan data Globocan 2022, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia, dengan lebih dari 36.000 kasus baru dan lebih dari 20.000 kasus kematian.
Tak hanya itu, kebanyakan kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) risiko tinggi.
Dalam upaya mengurangi kasus dan angka kematian akibat kanker serviks, POGI memberikan edukasi terkait pentingnya memberikan vaksinasi terutama bagi perempuan yang belum menikah dan setelah melahirkan.
“Kabar baiknya, infeksi HPV dapat dicegah melalui vaksinasi HPV. Oleh karena itu, sangat dianjurkan seseorang melakukan vaksinasi HPV sebelum aktif secara seksual, seperti pada fase pra-nikah,” ujar Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.OG (K), Selasa (24/6/2025).
Namun, Yudi menjelaskan bahwa seorang ibu yang sedang mengandung tidak disarankan unttuk diberikan vaksinasi HPV. Lantas, apa alasannya? Simak penjelasannya berikut ini, ya, Bunda.
Kenapa ibu hamil tidak disarankan vaksinasi HPV?
Pada kesempatan ini, Yudi menjelaskan bahwa kebanyakan ibu hamil memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini tentunya akan memberikan dampak buruk bagi tubuh ketika diberikan vaksinasi HPV.
“Karena banyak ibu hamil itu sistem kekebalan tubuhnya sedang jelek,” ujar Yudi.
“Sehingga kalau kita berikan vaksinasi kepada yang hamil, padahal punya waktu sembilan bulan saat sudah hamil, berarti kalau sudah melahirkan dan sebagainya, nanti antibodi yang terbentuk tidak optimal,” jelasnya.
Ia pun mengatakan vaksinasi HPV ini diberikan dengan harapan dapat memberikan antibodi jangka panjang yang baik untuk mencegah virus tersebut masuk ke dalam tubuh.
“Padahal kita harapkan, sampai saat ini ya, kita harapkan setiap vaksin lengkap yang diberikan, dia mempunyai antibodi yang panjang seumur hidup. Kita harapkan begitu,” ungkap Yudi.
“Tapi kalau misalkan sistem kekebalan tubuhnya sedang kurang baik, tentunya antibodi tidak akan optimal seperti itu,” tuturnya.
Ibu menyusui dapat diberikan vaksinasi HPV
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Eliminasi Kanker Serviks POGI, Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, Sp.OG(K), menjelaskan bahwa vaksinasi HPV pada masa pascapersalinan bisa menjadi bagian integral dari kunjungan nifas.
Ia pun mengatakan vaksinasi HPV juga dapat diberikan kepada ibu menyusui, “Vaksinasi HPV aman untuk diberikan selama menyusui,” ungkap Fitriyadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya ini perlu juga dilakukan bersamaan dengan skrining serviks, ya, Bunda.
“Vaksinasi HPV dapat diberikan untuk ibu menyusui dan dapat diberikan bersamaan dengan layanan nifas dan skrining serviks,” tutur Fitriyadi.
Fitriyadi berharap dengan menjadikan fase pra-nikah dan pascapersalinan sebagai titik masuk strategis, vaksinasi HPV diharapkan mampu menekan angka kematian akibat kanker serviks dan mempercepat tercapainya target eliminasi secara nasional dan global.
Nah, itulah penjelasan dokter terkait mengapa ibu hamil tidak disarankan untuk diberikan vaksinasi HPV. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bumil Wajib Tahu, Ini Kebutuhan Protein pada Setiap Trimester
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jadwal Vaksinasi HPV Terbaru untuk Cegah Kanker Serviks, Catat Bun
Kisah Gloria Ramirez 'Wanita Beracun' Meninggal Misterius usai Didiagnosis Kanker Serviks
Jarang Diketahui, 5 Kebiasaan Ini Ternyata Berisiko Kanker Serviks
Penyebab dan Cara Mencegah Kanker Serviks, Penyakit Mematikan pada Wanita
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang Cerdas Dilihat dari 7 Hal di Handphonenya
Bukan Sekadar Pintar, Ini 7 Ciri Orang IQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
Puluhan Orang Dirawat di RS usai Konsumsi Mi Instan Rasa Ayam Bawang Terkontaminasi Salmonella
Cara Membuat Cilok Empuk dan Kenyal yang Matang Sempurna
7 Hal yang Bisa Dipelajari Anak saat Diajak Belanja ke Supermarket
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel 316 Terbaik, Lebih Aman, Tahan Panas & Karat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tanda-tanda Burnout Kerja: Saat Tubuh dan Pikiran Mulai Kelelahan
Bukan Sekadar Pintar, Ini 7 Ciri Orang IQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
7 Hal yang Bisa Dipelajari Anak saat Diajak Belanja ke Supermarket
Terapi Tambahan Program Bayi Tabung Belum Tentu Ampuh, Ini Temuan Studi Terbaru
Cara Membuat Cilok Empuk dan Kenyal yang Matang Sempurna
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: 5 Berita Populer: Ruben Onsu Dihina 'Cong', Sabrina Mundur S3 UI
-
Beautynesia
3 Minuman yang Bantu Turunkan Berat Badan Setelah Makan Malam
-
Female Daily
Elegan Tanpa Berlebihan, Intip Style Para Selebriti yang Menghadiri Pernikahan Taylor Swift!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Adu Gaya WAGs Spanyol: Pacar Yamal & Llorente Kompak Pakai Jersey Crop Top!
-
Mommies Daily
Pubertas Dini pada Anak: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Dampaknya