HaiBunda

KEHAMILAN

Ketahui Pentingnya Menjaga Berat Badan Ideal agar Program IVF Berhasil

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 21 Aug 2025 08:30 WIB
Ketahui Pentingnya Menjaga Berat Badan Ideal agar Program IVF Berhasil/Foto: Getty Images/Thai Liang Lim
Jakarta -

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu harapan bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Program IVF memang membutuhkan persiapan yang matang, bukan hanya dari segi mental dan finansial, tapi juga dari sisi kesehatan tubuh.

Salah satu faktor penting yang sering diabaikan adalah berat badan. Berat badan yang tidak ideal, terutama kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas, bisa memengaruhi keberhasilan program IVF. 

Dikutip dari Healthday, sebuah penelitian Universitas Oxford yang meninjau 12 studi terdahulu yang melibatkan hampir 2.000 pasien dari tahun 1980 hingga Mei tahun ini. Hasilnya, intervensi penurunan berat badan bagi orang yang kelebihan berat badan dan obesitas yang dilakukan sebelum menjalani IVF dapat meningkatkan peluang untuk hamil secara alami.


Mereka membandingkan berat badan seorang perempuan dengan kemungkinan mereka untuk hamil baik tanpa IVF (kehamilan tanpa bantuan), dengan IVF (kehamilan yang diinduksi oleh perawatan), dan secara keseluruhan (tanpa bantuan plus diinduksi oleh perawatan) serta apakah mereka melahirkan bayi hidup.

Selain itu, dikutip dari Newsletter, sebuah studi yang dilakukan oleh ahli gizi Moscho Michalopoulou, membuat penelitian  terhadap perempuan berusia minimal 18 tahun dengan BMI 27 kg/m² atau lebih yang mencari IVF dengan atau tanpa injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI) untuk infertilitas.

"Semua peserta dalam studi yang diikutsertakan adalah kandidat untuk IVF. Sebelum menjalani IVF, mereka ditawarkan dukungan penurunan berat badan. Para wanita yang hamil secara alami, ternyata tidak perlu menjalani IVF," kata Moscho Michalopoulou. 

"IVF dan ICSI adalah teknik reproduksi berbantuan di mana oosit [sel yang terlibat dalam reproduksi] dibuahi di luar tubuh, sebelum embrio dipindahkan kembali ke rahim perempuan. Perbedaan utamanya terletak pada bagaimana pembuahan terjadi," jelasnya.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan umumnya adalah perempuan berusia awal 30-an dengan BMI dasar median 33,6 kg/m². Semuanya memiliki BMI 27 atau lebih dan sebagian besar berusia awal 30-an.

"Terlepas dari metode penurunan berat badan yang digunakan, di semua studi, perempuan obesitas yang berpartisipasi dalam program penurunan berat badan yang didukung sebelum IVF memiliki peluang 47 persen lebih tinggi untuk hamil secara alami, dibandingkan dengan perempuan dalam kelompok pembanding yang biasanya menerima perawatan standar," kata Michalopoulou.

Kaitan berat badan dan kualitas kesuburan

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dari jaringan lemak. Jika jumlah estrogen terlalu tinggi, proses ovulasi bisa terganggu, siklus menstruasi menjadi tidak teratur, dan kualitas sel telur menurun.

Pada program IVF, kualitas sel telur sangat memengaruhi hasil pembuahan. Sebuah Studi yang dipublikasikan oleh Brigham and Women’s Hospital menemukan bahwa semakin tinggi BMI, semakin sedikit jumlah embrio berkualitas yang dihasilkan. Pasien dengan BMI ≥ 50 memiliki rata-rata 1,14 embrio yang ditransfer, dibanding 1,70 pada kelompok BMI normal 

Tahap penting dalam IVF adalah implantasi embrio ke dalam rahim. Lemak berlebih di area perut dapat mengganggu aliran darah ke rahim, sehingga peluang embrio menempel menjadi lebih rendah. American Society for Reproductive Medicine (ASRM) melaporkan bahwa obesitas berkaitan dengan menurunnya implantation rate, clinical pregnancy rate, dan live birth rate pada prosedur IVF/ICSI.

Dikutip dari Medpagetoday, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa obesitas berkaitan dengan peningkatan infertilitas pada perempuan, dan terkait dengan kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang juga memengaruhi kesuburan. Perempuan obesitas juga memiliki tingkat keberhasilan IVF yang lebih rendah, peningkatan risiko keguguran, dan tingkat kelahiran yang lebih rendah.

Penurunan berat badan memiliki banyak manfaat kesehatan terkait kehamilan, seperti keseimbangan hormon yang lebih baik dan risiko diabetes gestasional serta preeklamsia yang lebih rendah. Namun, apakah penurunan berat badan meningkatkan keberhasilan IVF masih belum jelas. Menurut analisis dari studi LIFEstyle, penurunan berat badan setelah intervensi gaya hidup meningkatkan tingkat konsepsi pada perempuan dengan obesitas, infertilitas, dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Krisis Populasi, 5 Negara ini Bayar Warganya untuk Punya Momongan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja

Parenting Amira Salsabila

Ucapan Haru Najwa Shihab untuk Sang Putra Izzat yang Berulang Tahun Ke-25

Mom's Life Annisa Karnesyia

Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek

Mom's Life Arina Yulistara

Naka Siap Jadi Kakak, Arie Kriting & Indah Permatasari Ungkap Alasan Tunda Promil Anak Kedua

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jarang Disadari, 11 Tanda Istri Kelelahan Secara Emosional & Butuh Bantuan

Cara Merawat Tanaman Hias Bambu Hoki, Tetap Subur Buat Pajangan Imlek

Wajah Bule-Batak, Intip Potret Chloe Anak Melaney Ricardo di Usia Remaja

Naka Siap Jadi Kakak, Arie Kriting & Indah Permatasari Ungkap Alasan Tunda Promil Anak Kedua

Benarkah Memberi Kacang saat Bayi MPASI Bisa Mencegah Alergi? Ini Penjelasannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK