
kehamilan
13 Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan, Beri Tahu Suami Bun
HaiBunda
Minggu, 31 Aug 2025 22:30 WIB

Daftar Isi
-
Cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan
- 1. Menggunakan kondom
- 2. Senggama terputus
- 3. Metode Amenore Laktasi (MAL) atau menyusui
- 4. Berhubungan intim dengan metode kalender
- 5. Berhubungan intim tanpa penetrasi
- 6. Menggunakan KB IUD
- 7. Minum pil kontrasepsi darurat
- 8. Menggunakan kontrasepsi KB suntik
- 9. Menggunakan nuvaring
- 10. Sterilisasi
- 11. Menggunakan KB implan
- 12. Memerhatikan posisi seks
- 13. Konsumsi makanan tertentu
Berhubungan intim saat masa subur istri dapat meningkatkan kemungkinan hamil. Tapi, ada juga cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan, Bunda.
Sebelum membahasnya, ketahui dulu bahwa kehamilan dapat terjadi ketiga sperma berhasil membuahi sel telur yang matang, dan bakal calon janin menempel di dinding rahim. Bagi kebanyakan pasangan suami istri, kehamilan terjadi ketika berhubungan intim di sekitar waktu ovulasi atau waktu ketika ovarium melepaskan sel telur.
"Untuk hamil, pasangan suami istri perlu tahu kapan ovulasi terjadi. Perempuan berada di masa paling subur di sekitar waktu sel telur dilepaskan, dan inilah waktu yang tepat untuk merencanakan hubungan intim," tulis American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dalam laman resminya.
Cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan
Berhubungan intim tetap bisa dilakukan saat pasangan suami istri sedang program menunda momongan. Melansir dari beberapa sumber, berikut 13 cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan:
1. Menggunakan kondom
Kondom termasuk jenis kontrasepsi non-hormonal yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi akan lebih efektif bila digunakan dengan benar. Tapi, efektivitasnya tidak 100 persen dapat mencegah kehamilan.
Kondom terbuat dari bahan lateks yang sangat tipis dan elastis. Ada dua jenis kondom yang bisa digunakan agar tidak mengakibatkan kehamilan, yakni kondom pria dan kondom wanita yang keduanya dapat mencegah air mani dan sperma masuk ke rahim.
2. Senggama terputus
Senggama terputus merupakan tindakan pencegahan kehamilan yang dilakukan saat berhubungan intim. Senggama terputus dilakukan ketika suami mengeluarkan sperma di luar sebelum ejakulasi atau istilahnya 'sperma keluar di luar'.
Sebagai metode KB, senggama terputus memang bisa mencegah kehamilan. Tapi, efektivitasnya masih cukup rendah bila dibandingkan metode kontrasepsi lain. Bila pasangan suami istri ingin melakukan senggama terputus, sebaiknya dibarengi dengan metode KB lain, seperti IUD atau kondom, untuk meningkatkan efektivitasnya.
Planned Parenthood melaporkan bahwa 4 dari 100 perempuan tetap hamil ketika ejakulasi di luar ini digunakan dengan sempurna. Jumlah perempuan yang hamil menggunakan metode ini mendekati 22 dari 100 orang atau 1 dari 5.
3. Metode Amenore Laktasi (MAL) atau menyusui
Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah metode pengendalian kelahiran melalui ASI eksklusif. Konsultan laktasi Kelly Bonyata, BS, IBCLC, mengatakan bahwa metode ini mengacu pada infertilitas postpartum alami yang terjadi ketika seorang perempuan tidak haid karena menyusui.
"Pemberian ASI eksklusif sebenarnya telah terbukti sebagai bentuk pengendalian kelahiran yang sangat baik. Tetapi, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi agar ASI dapat digunakan secara efektif," kata Bonyata, melansir dari Kelly Mom.
Metode MAL setidaknya efektif dalam mencegah kehamilan sekitar 98 hingga 99,5 persen. Namun, efektivitas ini hanya bisa terjadi bila Bunda menyusui bayi berusia kurang dari 6 bulan, periode haid belum kembali, bayi menyusui sesuai keinginannya (siang dan malam) dan tidak mendapatkan makanan apa pun selain ASI.
4. Berhubungan intim dengan metode kalender
Metode KB kalender atau calendar method merupakan salah satu bentuk kontrasepsi alami. Cara menggunakannya adalah dengan melacak riwayat haid untuk memprediksi datangnya ovulasi atau masa subur.
Bila ingin menunda kehamilan, Bunda dapat menghindari berhubungan seksual di masa subur. Metode kalender ini sangat cocok digunakan bagi Bunda yang memiliki siklus haid teratur.
5. Berhubungan intim tanpa penetrasi
Aktivitas outcourse 100 persen efektif mencegah kehamilan. Pasutri dapat melakukan aktivitas seksual lainnya tanpa melakukan penetrasi seperti berciuman dan seks oral sehingga tidak menyebabkan kehamilan.
Kehamilan kemungkinan dapat dicegah jika pasutri benar-benar tidak melakukan hubungan seks vagina. Namun, jika air manis secara tidak sengaja mengenai vulva, sperma dapat berenang ke dalam vagina dan membuahi sel telur.
"Memprediksi ovulasi dapat membantu memprediksi waktu terbaik untuk hamil. Jika melakukan hubungan seks jarang, ini memberi tahu kapan kita harus meningkatkan kesempatan untuk hamil," ujar Direktur layanan infertilitas di Cleveland Clinic, James Goldfarb, MD.
6. Menggunakan KB IUD
KB IUD atau intrauterine device merupakan alat kontrasepsi terbuat dari plastik kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam rahim. KB IUD dapat digunakan sampai 10 tahun dan sampai menopause.
Dikutip dari laman Monitoring Berkualitas BKKBN (MONIKA BKKBN), IUD sangat efektif untuk mencegah kehamilan hingga 99 persen. Dari 1.000 perempuan yang menggunakan IUD, hanya 6-8 perempuan yang hamil di tahun pertama setelah pemakaian.
Bunda yang menggunakan KB IUD bisa melakukan hubungan seksual kapan saja tanpa perlu menghitung masa subur. Meski begitu, penggunaannya mesti dikontrol ke dokter, terutama bila mengalami keluhan saat berhubungan intim.
7. Minum pil kontrasepsi darurat
Pil kontrasepsi darurat dipercaya dapat mencegah kehamilan usai berhubungan intim. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa penggunaan pil KB ini segera setelah berhubungan intim, Bunda.
WHO menganjurkan untuk menggunakan kontrasepsi darurat dalam 5 hari usai berhubungan seksual. Namun, kontrasepsi ini lebih efektif bisa diminum segera setelah berhubungan intim.
Ada 2 jenis pil kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan. Pertama, pil mengandung ulipristal acetate (UPA), yang dapat dikonsumsi hingga 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seksual tanpa kondom. Kedua, pil mengandung levonorgestrel (LNG), yang paling baik diminum dalam waktu 72 jam (3 hari) setelah berhubungan intim tanpa kondom.
8. Menggunakan kontrasepsi KB suntik
Selain IUD dan kontrasepsi darurat, Bunda juga dapat menggunakan KB suntik untuk menunda kehamilan. KB suntik merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang tidak mengakibatkan kehamilan bila digunakan dengan tepat.
KB suntik terdiri dari dua jenis, yakni KB suntik 1 bulan dan Kb suntik 3 bulan. KB suntik 1 bulan atau kombinasi menggunakan dua turunan hormon estrogen dan progesteron yang disuntikkan setiap bulan. Sementara itu, KB suntik 3 bulan terdiri dari satu hormon turunan progesteron, yakni DMPA (Depo-Provera), yang disuntikkan setiap tiga bulan.
KB suntik dapat mencegah pelepasan sel telur dari indung telur dan mengentalkan lendir serviks, sehingga mengganggu pertemuan antara sperma dan sel telur.
9. Menggunakan nuvaring
Dilansir NHK Inggris, nuvaring atau cincin vagina merupakan alat kontrasepsi berbentuk plastik kecil yang lembut dan dipasang di dalam vagina. Nuvaring bekerja dengan melepaskan dosis hormon estrogen dan progesteron secara terus-menerus ke dalam aliran darah, untuk mencegah kehamilan.
Selain itu, nuvaring juga dapat mengentalkan lendir serviks, sehingga mengganggu pertemuan sperma dan sel telur. Bila digunakan dengan benar, alat kontrasepsi ini 99 persen efektif mencegah kehamilan.
Bunda bisa menggunakan nuvaring kapan saja selama tidak hamil. Standar penggunaannya adalah membiarkan cincin 21 hari, lalu melepaskan selama fase istirahat 7 hari. Bunda akan tetap terlindungi dari kehamilan selama fase istirahat. Setelah 7 hari dilepas, cincin yang baru dapat dipasang kembali selama 21 hari.
10. Sterilisasi
Sterilisasi adalah metode yang cukup efektif untuk mencegah kehamilan meski aktif berhubungan intim. Sterilisasi dapat dilakukan oleh suami atau istri.
Sterilisasi pria disebut juga vaksektomi, adalah tindakan medis untuk penutupan saluran sperma kanan dan kiri sehingga cairan mani yang keluar tidak lagi mengandung sel sperma. Pria yang melakukan vasektomi tetap bisa memproduksi sel mani atau sperma, namun tidak akan terserap kembali oleh tubuh karena sperma berisi protein.
Sementara itu, sterilisasi perempuan atau tubektomi dapat dilakukan untuk mencegah pertemuan sperma dengan sel telur dengan jalan menutup kedua saluran telur. Akibatnya, sel telur tidak dapat dibuahi sperma sehingga tidak terjadi kehamilan.
11. Menggunakan KB implan
KB implan memiliki efektivitas yang cukup tinggi untuk mencegah kehamilan. Metode kontrasepsi ini dapat digunakan Bunda yang sedang menyusui karena tidak akan mengganggu produksi ASI.
KB implan berbentuk seperti tabung plastik kecil yang berisi hormon progesteron. Jenis kontrasepsi ini dipasang di bawah jaringan kulit lengan atas. KB implan bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur dan menebalkan lendir leher rahim, sehingga sperma tidak bisa masuk ke dalam rahim.
12. Memerhatikan posisi seks
Beberapa posisi saat berhubungan intim disebut bisa mencegah kehamilan. Tetapi, cara ini tidak 100 persen efektif, Bunda. Penggunaan alat kontrasepsi masih dianjurkan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan intim.
Berikut 3 posisi seks yang diyakini bisa mencegah kehamilan:
- Posisi standing: posisi ini disebut minim risiko kehamilan karena memanfaatkan gravitasi untuk menjauhkan pergerakan sperma dari mulut rahim.
- Posisi spooning: posisi ini seringkali dapat mencegah penetrasi terlalu dalam, sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya kehamilan.
- Posisi Woman on Top (WOT): pada posisi ini, sperma yang keluar akan melawan gravitasi untuk menuju rahim, sehingga diyakini tidak mengakibatkan kehamilan.
13. Konsumsi makanan tertentu
Selain kontrasepsi dan posisi seks, Bunda dapat mengonsumsi makanan tertentu yang dipercaya bisa mencegah kehamilan meski aktif berhubungan intim. Berikut 3 makanan yang dipercaya dapat mencegah kehamilan:
- Blue Cohosh: tanaman ini dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin yang dapat mengakibatkan kontraksi dinding rahim dan mencegah kehamilan. Dosis penggunaan Blue Cohosh harus tepat karena tanaman bisa menyebabkan kerusakan hati dan ginjal yang serius.
- Pepaya: Pepaya dipercaya dapat mencegah pembuahan, serta bertindak sebagai KB alami untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan setelah berhubungan intim. Pasangan suami istri dapat mengonsumsi pepaya setidaknya dua kali sehari selama 3 sampai 4 hari, bila berhubungan intim tanpa kondom.
- Daun mint kering: metode KB dengan daun mint kering adalah bagian ilmu kesehatan asal India, Ayurveda. Bunda dapat mengonsumsi 1 sendok teh daun mint kering dan dicampur air hangat sebagai ramuan herbal yang dipercaya dapat mencegah kehamilan.
Demikian 13 cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT

Kehamilan
Ketahui Aturan Cara Berhubungan Intim setelah Pasang KB IUD

Kehamilan
Kapan Jam yang Baik untuk Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil? Ketahui Waktu yang Tepat

Kehamilan
Apakah Boleh Berhubungan Intim saat Alami Implantasi?

Kehamilan
12 Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan, Beri Tahu Suami Bun

Kehamilan
2 Cara Mencegah Kehamilan Usai Berhubungan Seks, Bisa Pakai Cara Alami


7 Foto
Kehamilan
7 Public Figure yang Hamil Lagi saat Pakai KB, Terbaru Kesha Ratuliu
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda