KEHAMILAN
7 Ciri-ciri Kanker Rahim, Benarkah Berisiko saat Masa Kehamilan?
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 30 Nov 2025 17:40 WIBKaum Hawa penting untuk mengenali ciri-ciri kanker rahim sejak dini. Tujuannya agar perempuan bisa segera memeriksakan dirinya ke dokter. Ada yang bilang bahkan perempuan berisiko terkena kanker rahim saat masa kehamilan. Benarkah?
Melansir Mayoclinic, sebagian besar data dan studi tentang kanker rahim menunjukkan bahwa risiko tertinggi yakni setelah perempuan menopause. Namun, bukan berarti perempuan usia muda atau yang sedang hamil lepas dari kewaspadaan.
Apa itu kanker rahim?
Kanker rahim menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti perempuan. Melansir cancer.org.au, kanker rahim terjadi ketika sel-sel abnormal berkembang di dalam rahim dan mulai tumbuh tak terkendali.
Ada dua jenis utama kanker rahim. Kanker endometrium bermula di lapisan rahim (endometrium) dan sarkoma rahim, yang berkembang di jaringan otot (miometrium), yang merupakan bentuk kanker rahim yang lebih langka.
Dilansir dari laman ClevelandClinic, rahim adalah bagian dari sistem reproduksi perempuan. Di sinilah janin berkembang selama kehamilan.
Bagian atas rahim disebut badan atau korpus. Di ujung rahim terdapat serviks, yang menghubungkan rahim ke vagina. Kanker rahim mengacu pada kanker di badan rahim. Sedangkan kanker di serviks adalah jenis kanker yang berbeda.
Lantas, apakah kanker endometrium dan kanker rahim sama? Kanker rahim dapat merujuk pada kanker endometrium atau sarkoma rahim. Namun, orang sering menganggap istilah 'kanker endometrium' dan 'kanker rahim' sama.
Hal ini karena kanker endometrium mencakup sekitar 95 persen dari semua kasus kanker rahim. Diagnosis sarkoma rahim jarang terjadi.
7 Ciri kanker rahim
Berikut ini tujuh gejala atau ciri yang yang sering dikaitkan dengan kanker rahim. Kemunculan satu atau dua gejala tidak otomatis berarti kanker, tapi jangan menyepelekannya.
1. Perdarahan vagina yang tidak normal
Perempuan jika mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi (perdarahan di antara periode menstruasi) atau vagina mengeluarkan darah tanpa alasan jelas segeralah periksakan ke dokter. Selain itu juga tidak menyepelekan haid yang lebih berat dari biasanya atau perubahan siklus menstruasi
Untuk perempuan pascamenopause, perdarahan setelah menopause seharusnya tidak terjadi. Ini juga bisa menjadi tanda penting.
2. Mengalami keputihan abnormal atau keluar cairan vagina yang tidak biasa
Gejala ini kurang umum terjadi tapi bisa menjadi ciri kanker rahim. Waspada jika keluar cairan yang berbentuk encer, yang bercampur darah atau berbau tidak sedap. Perhatikan tekstur, warna, dan aroma yang berubah dari normal.
3. Berat badan turun mendadak
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, juga harus diwaspadai. Banyak laporan kasus kanker rahim yang disertai penurunan berat badan dadakan, lelah terus menerus, hingga hilangnya nafsu makan.
4. Nyeri atau kram di perut bagian bawah
Nyeri perut bagian bawah atau kram di panggul, tepat di bawah perut jangan diabaikan. Meskipun gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh alasan lain, konsultasikan dengan dokter umum jika Bunda khawatir.
5. Nyeri saat berhubungan seksual
Jika Bunda merasakan sakit ketika bercinta tanpa sebab infeksi, ini bisa menjadi sinyal. Apalagi jika muncul dengan gejala lainnya.
6. Terjadi pembesaran rahim atau perut bagian bawah
Perubahan ukuran rahim bisa terjadi pada stadium lanjut. Kadang ini membuat area panggul terlihat buncit. Selain mengalami perubahan bentuk tubuh, gejala lain bisa berupa cepat kenyang atau mudah kembung.
7. Perubahan kebiasaan buang air kecil atau besar
Ciri lainnya berupa kesulitan buang air kecil atau perubahan kebiasaan buang air besar. Ini bisa berupa sering buang air kecil atau besar, hingga merasa tidak nyaman di panggul atau punggung bawah.
Benarkah kehamilan meningkatkan risiko kanker rahim?
Sebagian besar kasus kanker rahim terjadi pada perempuan usai menopause. Selain itu juga pada perempuan dengan faktor risiko seperti obesitas, gangguan hormon, sindrom PCOS, atau riwayat keluarga kanker rahim.
Mayoritas studi tidak menyebutkan kehamilan menjadi faktor risiko kanker rahim. Hanya menyebutkan risiko lebih banyak dipengaruhi perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh dan gaya hidup.
Dua hormon utama yang diproduksi ovarium adalah estrogen dan progesteron. Perubahan keseimbangan hormon ini menyebabkan perubahan pada endometrium.
Mengonsumsi obat terapi hormon yang mengandung estrogen tetapi bukan progestin setelah menopause meningkatkan risiko kanker endometrium.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Selamat! Alyssa Daguise dan Al Ghazali Umumkan Kehamilan Anak Pertama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Bunda Cepat Hamil?
Kegemukan Bisa Picu Risiko Kanker Rahim? Simak Penjelasan Dokter
Mengeluh Perut Membuncit seperti Hamil 24 Minggu, Wanita Ini Ternyata Idap Tumor
Bunda, Kenali Gejala Penebalan Dinding Rahim agar Tidak Menjadi Kanker
TERPOPULER
3 Gejala Awal Gagal Hati yang Muncul di Malam Hari
3 Resep Kue Lapis Tepung Beras yang Sederhana, Lembut & Enak
Teman Lama Jadi Suami, Ini Kisah Cinta Boiyen Didekati Lewat DM & Diajak Nikah
7 Ciri-ciri Kanker Rahim, Benarkah Berisiko saat Masa Kehamilan?
5 Cara Menghitung Dosis Obat Anak yang Tepat
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu Anak 6 Tahun untuk Kecerdasan Otak dan Pertumbuhannya
KinanREKOMENDASI PRODUK
Rekomendasi 5 Tumbler untuk Busui agar Selalu Terhidrasi, BPA Free & Harga di Bawah Rp300 Ribu
Indah RamadhaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Balm untuk Melembapkan Bibir Kering
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Maskara dengan Efek Memanjangkan Bulu Mata, Bikin Lentik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Susu Penambah Nafsu Makan Anak untuk Mengoptimalkan Berat Badan
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur
Bayi yang Diberi Antibiotik Sejak Lahir Ternyata Respon Vaksinnya Lebih Rendah, Ini Kata Studi
3 Gejala Awal Gagal Hati yang Muncul di Malam Hari
3 Resep Kue Lapis Tepung Beras yang Sederhana, Lembut & Enak
7 Ciri-ciri Kanker Rahim, Benarkah Berisiko saat Masa Kehamilan?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Natasha Wilona Ungkap Kriteria Inti yang Harus Dimiliki Calon Pasangannya
-
Beautynesia
Istilah Male Gaze dan Female Gaze Lagi Viral, Apa Perbedaannya?
-
Female Daily
Liburan ke Bangkok? Ini 5 Toko Super Cute yang Wajib Kamu Datangi!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Most Pop: Profil Bai Lu, Bintang Drama China yang Cantiknya Bikin Jatuh Hati
-
Mommies Daily
Attachment Style dalam Pernikahan, Tipe Manakah Kamu?