KEHAMILAN
Kenapa Perut Berdetak seperti Jantung padahal Tidak Hamil?
Amrikh Palupi | HaiBunda
Minggu, 28 Dec 2025 08:30 WIBBanyak orang merasa khawatir saat merasakan perut berdetak seperti jantung, terutama ketika tidak sedang hamil. Sensasi ini sering terasa jelas saat berbaring telentang atau setelah makan. Lalu sebenarnya kenapa perut berdetak seperti jantung, dan apakah kondisi ini berbahaya?
Dalam banyak kasus, denyutan di perut tidak berbahaya. Namun pada kondisi tertentu, sensasi tersebut bisa menjadi tanda masalah kesehatan serius yang perlu pemeriksaan medis. Berikut ulasan lengkapnya.
Mengutip laman Medicalnewstoday, dalam beberapa kasus, sensasi denyut di perut disebabkan oleh aneurisma aorta abdominal. Aneurisma terjadi ketika area pembuluh darah yang melemah mengalami pembengkakan hingga membentuk tonjolan. Pada penderita aneurisma aorta abdominal, kondisi ini terjadi pada bagian arteri aorta yang berada di dalam perut.
Orang dengan kondisi ini jarang mengalami gejala lain, kecuali jika pembengkakan tersebut robek atau pecah. Jika hal ini terjadi, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis.
Penyebab umum kenapa perut berdetak seperti jantung
Seseorang dapat merasakan denyut dari aorta abdominal ketika ada kondisi yang meningkatkan aliran darah di area tersebut. Hal ini dapat terjadi:
1. Kehamilan
Rahim yang membesar meningkatkan aliran darah, namun pada artikel ini kita fokus pada kondisi tidak hamil.
2. Saat berbaring
Posisi ini membuat aorta lebih dekat dengan dinding perut sehingga denyutnya lebih terasa.
3. Ketika menekan perut
Tekanan langsung dapat membuat denyut aorta lebih mudah dirasakan.
4. Setelah makan
Aliran darah meningkat ke sistem pencernaan, sehingga denyut pembuluh darah di perut menjadi lebih kuat.
Mengenal aneurisma aorta abdominal
Namun, sensasi denyut di area perut juga bisa disebabkan oleh aneurisma aorta abdominal (AAA). Aneurisma aorta abdominal adalah kondisi ketika dinding aorta di area perut melemah dan menonjol seperti balon. Jika dibiarkan, pembuluh darah bisa robek atau pecah, yang merupakan kondisi darurat medis.
Aorta merupakan arteri terbesar di dalam tubuh. Pembuluh darah ini berawal dari jantung dan memanjang ke bawah melalui dada hingga ke perut. Aorta abdominal terletak jauh di dalam rongga perut, tepat di depan tulang belakang.
Gejala aneurisma aorta abdominal
Aneurisma aorta abdominal biasanya berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Sebagian besar orang yang mengalami aneurisma aorta abdominal tidak merasakan gejala apa pun.
Ketika gejala muncul, biasanya terjadi secara tiba-tiba, dan seseorang dapat mengalami seperti:
- Nyeri yang menjalar ke selangkangan, kaki, dan bokong
- Rasa berdenyut dan nyeri dalam pada punggung atau sisi tubuh
Gejala tambahan berikut umumnya merupakan akibat dari robekan atau kebocoran pada aorta:
- Nyeri hebat atau terus-menerus di perut atau punggung
- Nyeri yang menjalar hingga ke bokong dan kaki
- Denyut jantung cepat
- Tekanan darah rendah
- Kesulitan bernapas
- Pingsan
- Mual dan muntah
- Tubuh terasa berkeringat dingin atau lembap
- Pusing
- Kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh
Robekan atau pecahnya aorta yang parah merupakan kondisi darurat medis. Seseorang yang mengalami gejala-gejala di atas, atau melihat orang lain mengalaminya, harus segera mencari bantuan medis.
Sebagian besar aneurisma aorta abdominal disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu kondisi ketika timbunan lemak menumpuk di bagian dalam dinding arteri sehingga membatasi aliran darah. Penyebab lainnya meliputi cedera dan infeksi.
Faktor risiko aneurisma aorta abdominal
Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya aneurisma aorta abdominal:
1. Jenis kelamin dan usia
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aneurisma aorta abdominal lebih sering terjadi pada pria berusia 65 tahun ke atas.
2. Riwayat keluarga
Menurut National Institutes of Health, 1 dari 10 orang yang mengalami aneurisma aorta abdominal memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini. Risiko meningkat menjadi 1 dari 5 jika penderita memiliki kerabat dekat dengan kondisi serupa.
3. Kebiasaan gaya hidup
Merokok dan penggunaan zat stimulan, seperti opioid dan metamfetamin, dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta. Pada perokok, aneurisma aorta abdominal dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki risiko pecah yang lebih tinggi.
Selain itu, beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta, antara lain:
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Infeksi bakteri
- Gangguan ginjal
- Obesitas
- Vaskulitis
Diagnosis denyut di perut
Merasakan denyut di perut bukanlah penyakit, tetapi gejala. Jika denyut terasa terus-menerus atau disertai faktor risiko, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan aneurisma aorta abdominal.
Untuk menilainya, dokter akan melakukan pemeriksaan pada area perut dan dapat mendengarkan perut menggunakan stetoskop. Untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin akan meminta satu atau lebih pemeriksaan berikut:
1. USG perut (abdominal ultrasound)
Teknik pencitraan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat jaringan di dalam tubuh dan dapat membantu menentukan ukuran aneurisma.
2. CT scan perut dan panggul
Pemeriksaan ini menggabungkan serangkaian gambar sinar-X untuk memberikan gambaran detail jaringan di dalam tubuh, serta membantu menentukan ukuran dan luas aneurisma.
3. Angiografi
Tes ini mengombinasikan sinar-X, CT scan, atau MRI dengan zat kontras untuk memperlihatkan pembuluh darah utama di dalam tubuh. Namun, pemeriksaan ini jarang dilakukan.
Pengobatan aneurisma aorta abdominal
Dalam sebagian besar kasus, kenapa perut berdetak seperti jantung tidak memerlukan pengobatan. Namun, penanganan dapat diperlukan jika seseorang mengalami aneurisma aorta abdominal.
Pilihan pengobatan akan bergantung pada ukuran dan lokasi aneurisma. Dokter juga akan mempertimbangkan faktor lain, seperti usia dan kondisi kesehatan pasien.
Perbaikan melalui pembedahan biasanya direkomendasikan jika aneurisma:
- Mencapai diameter 5,5 sentimeter (cm) pada pria.
- Mencapai diameter 5 cm pada perempuan.
- Bertambah besar lebih dari 0,5 cm dalam 6 bulan.
- Bertambah besar lebih dari 1 cm dalam 1 tahun.
- Mulai menimbulkan gejala.
Namun bagi penderita aneurisma dengan ukuran lebih kecil dari 5,5 cm, dokter dapat merekomendasikan rencana penanganan berikut:
- Pemeriksaan lanjutan dengan USG atau CT scan secara berkala.
- Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah tinggi.
- Obat penurun kolesterol.
- Terapi atau program untuk membantu berhenti merokok.
Kapan harus ke dokter?
Merasakan denyut di perut sering kali bukan hal yang perlu dikhawatirkan, terutama pada orang yang tidak memiliki masalah kardiovaskular.
Namun, dalam beberapa kasus, denyut di perut dapat menjadi tanda aneurisma aorta abdominal. Seseorang sebaiknya menemui dokter jika merasa khawatir terhadap risikonya, terlebih karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala.
- Denyut di perut terasa terus-menerus.
- Disertai nyeri punggung atau perut.
- Memiliki faktor risiko aneurisma.
- Memiliki riwayat keluarga aneurisma.
Pemeriksaan rutin sangat penting, terutama bagi orang dengan risiko tinggi.
Kesimpulannya kenapa perut berdetak seperti jantung padahal tidak hamil? Jawabannya bisa karena kondisi normal, seperti denyutan aorta abdominal yang terasa lebih jelas. Namun, dalam beberapa kasus, hal ini bisa menjadi tanda aneurisma aorta abdominal, yaitu kondisi serius yang memerlukan perhatian medis.
Jika Bunda merasakan denyut di perut terasa mengganggu, terus-menerus, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Cerita Anggun C. Sasmi Alami Keguguran Berulang dan Tekanan Jadi Perempuan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bisakah Bunda Cepat Hamil Setelah Menstruasi?
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
TERPOPULER
7 Ciri Karakteristik Orang yang Disukai Banyak Orang Menurut Psikolog
Potret Terbaru Alma & Alsa Anak Kembar Anisa Rahma, Sudah Pintar Nyanyi
Influencer Berprestasi Mischka Aoki Diterima Kampus Oxford & Stanford, Intip 5 Potretnya
Semut Bersayap di Rumah Pertanda Apa? Ini Penyebab dan Cara Membasminya
15 Arti Mimpi Melahirkan Bayi Perempuan Lengkap
REKOMENDASI PRODUK
9 Baju Daerah & Kebaya Anak untuk Perayaan Pawai Hari Kartini
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
3 Kertas Gambar Ibu Kartini untuk Lomba Mewarnai Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kebaya untuk Hari Kartini, Elegan dan Stylish
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet & Hemat Listrik di Bawah Rp2 Jutaan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Karakteristik Orang yang Disukai Banyak Orang Menurut Psikolog
Potret Terbaru Alma & Alsa Anak Kembar Anisa Rahma, Sudah Pintar Nyanyi
Influencer Berprestasi Mischka Aoki Diterima Kampus Oxford & Stanford, Intip 5 Potretnya
Semut Bersayap di Rumah Pertanda Apa? Ini Penyebab dan Cara Membasminya
15 Arti Mimpi Melahirkan Bayi Perempuan Lengkap
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Ustaz Jojo Menang Likes usai Adu Mekanik Mirror Selfie dengan Justin Bieber
-
Beautynesia
7 Manfaat Rutin Bangun Jam 4 Pagi Setiap Hari
-
Female Daily
AVEENO Ajak Perempuan Lebih Open Lewat Kampanye SOS!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Aubrey Plaza Perdana Pamer Kehamilan di Karpet Merah Pasca-Tragedi
-
Mommies Daily
Terpopuler: Isi Tas Melahirkan hingga Rekomendasi Tempat Gymnastic Anak