KEHAMILAN
Pebulu Tangkis Mitzi Abigail Ungkap Manfaat Besar Gunakan Jasa Suster Pasca Melahirkan Caesar
Amrikh Palupi | HaiBunda
Jumat, 09 Jan 2026 16:50 WIBAtlet bulu tangkis Mitzi Abigail membagikan pengalaman berharga usai melahirkan dengan menggunakan jasa suster pasca melahirkan putra pertamanya, Ethan Caleb Ginting. Melalui ceritanya, istri Anthony Ginting ini menegaskan bahwa bantuan profesional setelah persalinan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berperan besar dalam proses pemulihan fisik dan mental ibu.
Menurut Mitzi Abigail, banyak ibu baru yang tidak menyangka bahwa masa pemulihan pasca melahirkan, terutama setelah operasi caesar (SC), membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga ekstra. Tubuh tidak bisa langsung kembali lincah, bahkan untuk berdiri tegap saja terasa sulit di hari-hari awal.
"Highly recommended banget pakai jasa Sus pasca melahirkan. Gak expect pemulihannya ternyata agak butuh waktu lebih lama dan ga bisa langsung lincah," kata Mitzi Abigail dikutip dari akun Instagram @mitziabigail.
Mitzi Abigail mengaku sangat merekomendasikan penggunaan jasa suster pasca melahirkan. Ia bahkan menyarankan untuk melakukan booking jauh-jauh hari karena jadwal suster biasanya sangat padat. Beruntung, ia diperkenalkan dengan suster andal oleh rekannya, yang kemudian sangat membantunya selama masa nifas.
Meski awalnya direncanakan lebih lama, perempuan 29 tahun ini hanya bisa bersama suster selama 21 hari karena jadwal yang sudah penuh. Namun, dalam waktu tersebut, manfaat yang dirasakan benar-benar maksimal.
"Booking dari jauh-jauh hri biar dapet jadwalnya karena jadwalnya pun padat merayap, thanks to ci @elsie.ca yang kenalin sus. Sedihnya cuman 21 hari aja bareng karena awal janjian tuh aku bilang di awal Desember tapi ternyata mundur karena aku plan pervaginam. Susnya udah ada job lain dan ga bisa diganti," ucapnya.
Dalam ceritanya, Mitzi menjelaskan bahwa job desk suster sangat berfokus pada pemulihan ibu. Mulai dari menyiapkan makanan pagi, siang, dan malam, hingga memastikan asupan nutrisi tercukupi untuk mendukung produksi ASI. Mitzi hanya perlu membeli bahan makanan, sementara suster yang mengolah semuanya.
Bahkan untuk camilan, suster aktif bertanya dan menyiapkan snack sehat. Salah satunya kacang mede yang dipanggang karena dipercaya baik untuk menunjang kualitas ASI.
"Masakin dan siapin makan aku dari pagi, siang, malam (kita cuman perlu beli bahan aja) nanti dia juga kadang tanya mau snack apa? bisa dia siapin. Kaya aku dan kacang mede gitu dia panggangin dan suruh aku makan karena katanya bagus buat ASI juga.
Selain itu, Mitzi juga mendapatkan perawatan tradisional yang lengkap, seperti uap rempah dan mandi rempah dengan aroma yang segar dan menenangkan. Air hangat berpadu dengan rempah-rempah membuat tubuh terasa jauh lebih rileks, terutama setelah operasi caesar yang cukup menguras energi.
"Uap rempah dan mandi rempah (jujur belum sempet tanya ini apa aja karena bahannya dari dia semua, aku cuman disuruh beli sereh aja) tapi air rempahnya wangi banget dan seger banget buat mandi pakai itu karena air hangat juga jadi pasca SC aku berasa kaya hidup kembali," katanya.
Mitzi Abigail juga mendapatkan pijat oksitosin dilakukan setiap hari setelah uap rempah. Perawatan ini membantu memperlancar ASI sekaligus memberikan efek relaksasi. Seminggu sekali, mandi rempah diganti dengan lulur untuk membantu pemulihan kulit.
Sementara perawatan tubuh, Mitzi Abigail juga menjalani bengkung yang dipakai saat malam hari. Bengkung baru dilakukan dua minggu setelah operasi caesar, ketika perban sudah diganti dan kondisi jahitan dinyatakan aman.
"Pijat oksitosin ini tiap hari juga dilakuin abis uap itu langsung pijet baru deh mandi rempah biasa seminggu sekali diganti lulur. Bengkung kalau malam dibawa tidur gitu dan after SC baru boleh 2 minggu setelahnya baru perban udah ganti dan jahitan ok," tuturnya.
Ungkap manfaat besar gunakan jasa suster pasca melahirkan
Mitzi Abigail mengakui bahwa di awal masa menyusui, ia masih sangat awam. Kehadiran suster menjadi penyelamat karena membantu pelekatan bayi saat direct breastfeeding (DBF), termasuk saat masih di rumah sakit.
Suster juga mahir dalam pijat laktasi, penggunaan pompa ASI, sterilizer, hingga cara memanaskan ASI. Bahkan, Mitzi merasa justru dirinya yang banyak belajar dari suster tersebut.
"Terus dia ngerti cara pakai pumping, sterilizer, manasin susu dll malahan aku yang belajar ke dia sih," ucapnya.
Menurut Mitzi Abigail semua kebutuhan ASI juga ditangani dengan rapi, mulai dari menyimpan ASI di chiller, mencuci botol susu dan corong, hingga mensterilkannya secara rutin. Tak ketinggalan, suster juga menyiapkan minuman tradisional seperti ciako dan teh angco untuk menunjang pemulihan pasca melahirkan.
Di samping itu, suster juga tidak fokus ke pemulihan sang Bunda saja tapi ke perawatan Si Kecil. Mitzi mengatakan tugas suster mulai menjemur bayi, melakukan pijat bayi, hingga siaga penuh saat bayi terbangun di tengah malam untuk membantu proses menyusu.
Di masa awal pasca melahirkan, Mitzi mengaku belum mampu beraktivitas normal karena rasa sakit. Bahkan untuk berdiri tegap pun masih sulit. Oleh karena itu, bantuan suster dalam memandikan bayi, mengganti popok, dan merawat kebutuhan harian bayi benar-benar sangat berarti.
"Bersyukur banget deh dan gak nyesel sama sekali karena awal-awal juga aku kan masih sakit dan belum aktifitas normal. Beneran terbantu banget karena sus juga mandiin dan ganti popok baby juga. Aku jujur berdiri aja awal-awal belum bisa tegap karena masih sakit," tuturnya.
Ia juga menyoroti sikap profesional sang suster. Meski kondisi rumah belum sepenuhnya rapi karena baru pindah, suster sama sekali tidak mengeluh. Semua pekerjaan dikerjakan dengan sigap dan penuh inisiatif.
Ketika membutuhkan barang tertentu, suster berusaha mencarinya sendiri. Mitzi hanya perlu memberi tahu lokasi secara lisan karena kondisinya belum memungkinkan untuk bergerak bebas.
"Bener-benar dia cari barang sendiri aku cuma bilang di dekat mana karena aku belum bisa nunjukkin dan bawain sendiri soalnya sakit," tuturnya.
Selain itu, Mitzi juga sangat terbantu oleh susternya saat mendampinginya ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter spesialis anak untuk Si Kecil. Bahkan kata Mitzi, susternya mendengarkan dengan saksama dan tampak berpengalaman karena hafal nama-nama dokter obgyn dan DSA dari klien sebelumnya.
"Pas ke DSA pun dia dengerin dan mau tahu gitu kelihatan waktu cerita-cerita dia tuh hapal nama dokter-dokter obgyn dan DSA client dia yang sebelumnya. Baru ini ketemu orang se perfect ini kerjanya," tuturnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)