KEHAMILAN
Cerita Bunda Alami Stroke dan Pendarahan Otak Usai Melahirkan, Ini Gejala yang Dialami
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 06 Jan 2026 21:30 WIBKelahiran seorang anak menjadi sumber kebahagiaan yang tak ternilai. Tetapi, hal itu terkadang tidak selalu berjalan tanpa risiko, Bunda.
Kebahagiaan menyambut kelahiran anak harus berubah menjadi ujian berat bagi Bunda bernama Erin Adelekun. Ia didiagnosis stroke usai melahirkan anak pertamanya pada Agustus 2020.
Dua hari setelah Adelekun melahirkan anak pertamanya, ia merasakan sakit kepala ringan saat pulang dari rumah sakit. Dokter saat tidak tidak khawatir dan menyarankannya minum obat pereda nyeri.
Namun sekitar seminggu kemudian, Adelekun bangun dengan sakit kepala hebat yang pernah ia rasakan. Ketika suaminya memanggilnya untuk mengatakan sarapan sudah siap di pagi itu, Adelekun mengira ia akan menjawab suaminya dengan kalimat, 'Saya segera turun'. Namun, ia hanya mendengar ucapan yang tidak jelas. Setelah itu, Adelekun mengalami kelemahan di lengan kanannya.
"Ketika saya turun ke bawah, lengan kanan lemas dan saya tahu saya mengalami stroke," katanya, dilansir Today.
Saat sang suami membawanya ke rumah sakit terdekat, kaki kanan Adelekun juga sudah lemas. Hal terakhir yang diingat adalah tubuhnya bergetar di meja MRI karena kejang. Ia lalu berada dalam koma yang diinduksi secara medis selama tiga minggu berikutnya.
Menjalani tindakan operasi
Menurut ahli bedah saraf di MedStar Washington Hospital Center, Dr. Jeffrey Mai, Adelekun mengalami stroke hemoragik yang sangat hebat. Pembuluh darah Bunda satu anak itu pecah, sehingga menyebabkan pendarahan di kedua sisi otaknya.
Kondisi tersebut juga menimbulkan pembengkakan otak sehingga dokter harus mengangkat sebagian tengkorak Adelekun untuk memberi ruang bagi otak untuk mengembang, dan mengurangi tekanan serta membantunya stabil. Dalam prosedur ini, tulang tengkorak kemudian dipasang kembali selama tindakan lanjutan.
Operasi berjalan lancar. Namun, ketika Adelekun bangun dari koma, seluruh sisi kanannya lumpuh.
"Saya tidak bisa berjalan. Saya tidak bisa berbicara. Saya hanya mengeluarkan suara. Saya menunjuk gambar untuk berkomunikasi. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada saya," ungkapnya.
Pada saat terkena stroke, Adelekun juga dinyatakan terinfeksi COVID-19. Selama tiga bulan, ia pun menghabiskan waktu sendiri di kamar untuk memulihkan diri dari stroke. Ia hanya bisa melihat suami dan anak pertamanya melalui panggilan video.
"Saya punya waktu untuk menangis. Tapi kemudian saya berpikir, baiklah, sekarang mari kita mulai bekerja. Saya ingin melihat putri saya dan merasakan pengalaman menjadi seorang ibu. Itulah yang membuat saya terus bertahan," ujarnya.
Jalani terapi hingga kembali mandiri
Adelekun lalu menjalani terapi fisik dan terapi bicara yang berlanjut hingga saat ini. Stroke yang dialaminya menyebabkan afasia, yakni kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab atas bahasa. Hal itu sangat menghancurkannya, terlebih ia dikenal sebagai orang yang pandai berbicara dan terbiasa bicara sebagai manajer proyek.
"Itu adalah hal yang paling menjengkelkan, tidak dapat menemukan kata-kata meski saya tahu kata-kata itu. Saya berpendidikan, dan saya tidak bisa merangkai dua kalimat pun. Saya hanya merasa malu. Saya sama sekali tidak ingin berbicara," kata Adelekun.
Pada akhirnya, Adelekun memutuskan untuk tak menyerah. Kini, ia sudah pulih. Ia sudah bisa bicara, berjalan dengan tongkat, dan mengendarai mobil yang dimodifikasi.
"Saya kembali ke kondisi sebelum stroke. Memang berbeda, tetapi berbeda tidak selalu berarti buruk. Itu hanya berarti berbeda. Saya menjalani kehidupan yang berlimpah bersama keluarga saya," katanya.
Adelekun baru berusia 38 tahun ketika stroke itu terjadi pada Agustus 2020. Dunianya tidak akan pernah sama lagi. Namun, ia berusaha bangkit dan meningkatkan kesadaran tentang stroke setelah melahirkan.
"Erin sungguh luar biasa. Dia tidak menyerah pada apa pun. Semangat dan sikapnya membuat perbedaan besar dalam pemulihannya," kata spesialis cedera otak dan stroke di MedStar National Rehabilitation Hospital di Washington, Dr. Emma Nally.
Risiko stroke pada ibu hamil
Stroke selama dan setelah kehamilan sangat jarang terjadi. Nally mengatakan bahwa dokter tidak tahu persis penyebab pendarahan otak yang dialami Adelekun.
Menurutnya, Adelekun tidak memiliki tekanan darah tinggi. Bunda satu anak itu juga mengidap jenis stroke cukup jarang terjadi, yakni disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, bukan gumpalan yang menyumbat pembuluh darah.
Namun ada beberapa hal yang perlu Bunda ketahui. Darah pada ibu hamil lebih mungkin menggumpal. Hal itu merupakan mekanisme perlindungan untuk menurunkan risiko kehilangan darah yang besar selama persalinan. Di sisi lain, gumpalan darah tersebut dapat berpindah ke otak sehingga bisa menyumbat arteri dan menyebabkan stroke.
"Preeklampsia, komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peradangan dan tekanan darah tinggi, merupakan faktor risiko stroke karena memberi tekanan pada pembuluh darah kecil di otak," ungkap Nally.
"Operasi caesar juga dapat meningkatkan risiko stroke, karena ini adalah operasi perut besar yang dapat disertai rasa sakit dan banyak waktu pemulihan setelahnya, menyebabkan darah mengumpul dan menggumpal dalam beberapa kasus."
Ada beberapa gejala stroke saat hamil dan setelah melahirkan yang perlu diwaspadai oleh para Bunda, yakni:
- Hilangnya keseimbangan
- Penglihatan kabur
- Mati rasa di satu sisi wajah
- Kelemahan di salah satu lengan
- Bicara tidak jelas atau cadel
Segera periksa ke dokter bila mengalami gejala di atas secara tiba-tiba, baik saat hamil atau setelah melahirkan.
Demikian kisah Bunda yang alami stroke setelah melahirkan, serta gejala stroke yang perlu Bunda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Simak video di bawah ini, Bun:
Ketahui 5 Penyebab Bumil Meninggal Setelah Operasi Caesar & Cara Mencegahnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kisah Bunda Melahirkan 5 Bayi Kembar setelah 12 Tahun Menanti Momongan
Studi Temukan Ibu yang Melahirkan 3 Anak atau Lebih Berisiko Kecil Terkena Stroke
Kehamilan Disebut Dapat Meningkatkan Risiko Stroke? Ini Kata Pakar
Penyebab Stroke setelah Melahirkan, Kenali segera Gejalanya Bun
TERPOPULER
Tim Ratoh Jaroe SDIT Citra Az-Zahra Raih Juara 2 Piala Wali Kota Jakpus, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Benarkah Kipas Angin Gantung Bisa "Membunuh" Energi Positif? Ini Kata Feng Shui
Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan
Momen Hangat BCL, Tiko, dan Noah Kumpul Bersama Keluarga Almarhum Ashraf Sinclair di KL
Omelette hingga Sunny Side Up, Mana Olahan Telur yang Aman & Tidak untuk Ibu Hamil?
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Al Ghazali Ultah ke-29, Rayakan Bareng Keluarga hingga Dapat Ucapan Manis dari Bunda Maia
Tim Ratoh Jaroe SDIT Citra Az-Zahra Raih Juara 2 Piala Wali Kota Jakpus, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Omelette hingga Sunny Side Up, Mana Olahan Telur yang Aman & Tidak untuk Ibu Hamil?
Benarkah Kipas Angin Gantung Bisa "Membunuh" Energi Positif? Ini Kata Feng Shui
Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kulit Berminyak Butuh Pelembap Khusus, Kenali Produk dengan Formula Ringan Ini
-
Beautynesia
3 Teknik Pernapasan yang Ampuh Redakan Stres Sebelum Tidur
-
Female Daily
Siapa Adéla? Kenalan dengan Pop Star Baru di Balik Lagu Hits “Ain’t In LA”
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kim Jae Won & Bang Jeemin IZNA Dirumorkan Pacaran, Sering Kirim Pesan Mirip
-
Mommies Daily
Bandung-Malang Naik Apa? Ini Perbandingan Sleeper Bus, Kereta, dan Pesawat: Cek Harga dan Durasi