kehamilan
Kisah Bunda Hamil di Usia 62 Th, Putuskan Jalani Bayi Tabung usai Anak Tunggal Meninggal
HaiBunda
Jumat, 16 Jan 2026 18:55 WIB
Daftar Isi
Kisah seorang perempuan mendapatkan kehamilan di usia lanjut sudah banyak dibagikan di media sosial. Baru-baru ini, kisah tersebut dialami oleh seorang perempuan 62 tahun dari Tiongkok.
Perempuan yang tidak disebutkan identitasnya ini tengah hamil enam bulan. Ia mendapatkan kehamilan melalui program bayi tabung.
Menurut laporan Dahe News, perjalanan kehamilan perempuan ini dibagikan di sebuah platform media sosial terkemuka di Tiongkok oleh adiknya. Menurut sang adik, kakaknya itu sedang mengandung untuk kedua kalinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Januari 2025, perempuan itu kehilangan putranya yang merupakan anak semata wayangnya. Tidak diketahui dengan jelas usia sang putra atau penyebab kematiannya.
Di pertengahan tahun 2025, perempuan tersebut hamil melalui in vitro fertilisation (IVF) atau bayi tabung. Ia menganggap bayi di dalam kandungannya sebagai sang putra yang telah meninggal.
Dalam sebuah unggahan video di media sosial, perempuan ini pernah menunjukkan baby bump kehamilannya yang sudah tampak besar. Di video, ia terlihat duduk santai sambil menebak waktu kelahiran bayinya.
"Kurasa bayinya akan lahir lebih awal dari tanggal perkiraan," katanya, dilansir laman South China Morning Post.
"Bayi saya suka menendang-nendang perut saya. Saya mendapati bahwa setiap kali saya makan makanan manis, bayi cenderung aktif," sambungnya.
Perlu diketahui, di Tiongkok, dokter dilarang memberi tahu ibu hamil jenis kelamin janin mereka untuk mencegah keluarga yang ingin menggugurkan bayi perempuan karena preferensi tradisional terhadap anak laki-laki.
"Banyak orang mengatakan kepada saya, karena saya suka makan makanan manis akhir-akhir ini, bayi yang saya kandung pasti laki-laki," ungkapnya.
"Jadi ini seperti putra saya kembali lagi."
Selama hamil, perempuan 62 tahun ini menjalani pemeriksaan prenatal lebih sering dibandingkan ibu hamil yang berusia lebih muda. Setiap kali periksa, ia akan ditemani oleh adik perempuannya yang membagikan perjalanan kehamilannya secara online.
Untuk beberapa pemeriksaan yang penting, keduanya harus pergi ke pusat kesehatan besar di Changchun, ibu kota Jilin. Tempat itu berjarak sekitar 170 kilometer (km) dari kampung halaman mereka di Songyuan.
Picu kontroversi karena usia ibu saat hamil
Kisah kehamilan perempuan asal Songyuan, provinsi Jilin, di timur laut Tiongkok ini sempat menuai kontroversi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah usia ibu yang dianggap berisiko pada kehamilannya, Bunda.
"Pada prinsipnya, kami tidak menganjurkan perempuan untuk hamil di usia yang sangat tua karena mereka menghadapi risiko yang sangat tinggi," kata Chen Min, seorang dokter kandungan senior di Harbin No 1 Hospital di provinsi Heilong.
"Kemungkinan komplikasi selama kehamilan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dengan perempuan hamil yang lebih muda. Mereka hanya dapat memilih operasi caesar, tetapi operasi tersebut juga berisiko bagi mereka," lanjutnya.
Jika seorang perempuan berencana untuk hamil di usia yang cukup lanjut, maka ia harus menjalani pemeriksaan medis komprehensif sebelum kehamilan, mengikuti saran dokter dengan ketat, dan melahirkan bayi di rumah sakit besar dengan kemampuan tanggap darurat yang memadai.
Diskusi hangat juga muncul dari netizen yang menganggap perempuan ini sudah cukup umur untuk hamil. Mereka khawatir ia akan kesulitan merawat anaknya setelah lahir.
"Apakah kamu memiliki energi yang dibutuhkan untuk merawat anak itu? Terlebih lagi, jika kamu dan suami meninggal, anak kamu akan menjadi yatim piatu di usia muda. Bahkan setelah dewasa, ia akan tetap merasa sedih melihat orang tua teman-temannya masih hidup," kata seorang netizen.
Tidak semua netizen meninggalkan kritik, Bunda. Ada juga yang mendukung keputusan perempuan ini untuk hamil lagi di usia 60-an.
"Seseorang membutuhkan jangkar emosional dan dukungan spiritual untuk terus hidup. Inilah motivasi hidup," ungkap netizen lain.
Adik perempuan itu juga membela keputusan kakaknya untuk hamil lagi melalui IVF. Ia menjawab kritik dengan mengungkit pengalaman hidup kakaknya yang pahit.
"Tidak ada yang mengerti keteguhan hati kakak saya. Tidak ada yang mengerti rasa sakit karena kehilangan satu-satunya anaknya," katanya.
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto |
Hamil di usia 60-an
Sebenarnya tidak ada batasan usia kapan seorang perempuan bisa mendapatkan kehamilan secara alami atau melalui proses bayi tabung. Tetapi, kesuburan mulai menurun seiring bertambahnya usia.
"Perempuan biasanya tidak bisa hamil antara 5 dan 10 tahun sebelum menopause," kata dokter anak bersertifikat, Dan Brennan, MD, dikutip dari Medicine Net.
"Perempuan dilahirkan dengan semua sel telur yang dia miliki. Seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur akan berkurang. Sel telur tersebut juga lebih mungkin mengalami kelainan. Selain itu, semakin tua usia, semakin besar kemungkinan mengalami gangguan yang dapat membuat peluang hamil lebih kecil, seperti kondisi endometriosis. Pada usia 45 tahun, kemungkinan perempuan tidak akan bisa hamil secara alami."
Berdasarkan persentase, peluang hamil akan berkurang seiring bertambahnya usia. Peluang hamil sebesar 85 persen dapat terjadi pada perempuan di bawah 30 tahun. Saat memasuki usia 30 tahun, peluangnya menjadi 75 persen, 66 persen di usia 35 tahun, dan 44 persen pada usia 40 tahun.
Perlu dicatat, perempuan yang telah mengalami menopause tidak akan bisa hamil tanpa bantuan seperti IVF. Untuk mendapatkan kehamilan, mereka perlu menggunakan sel telur dari pendonor atau sel telur milik sendiri yang telah dibekukan saat usia produktif.
Risiko hamil di usia 60-an
Mendapatkan kehamilan di usia 60-an dengan IVF bukan tidak mungkin terjadi, Bunda. Namun, bila ia bisa hamil, maka ia tetap dihadapkan pada risiko komplikasi, seperti:
- Diabetes
- Cacat lahir
- Kehilangan kehamilan (keguguran/stillbirth)
- Tekanan darah tinggi
- Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Demikian kisah Bunda hamil di usia 62 tahun melalui program bayi tabung, serta risiko hamil di usia lanjut menurut pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Hamil di Usia 58 Th dari Prosedur Bayi Tabung, Kisah Bunda Ini Sempat Bikin Heboh Medsos
Kehamilan
Simak Aturan Berhubungan Seks saat Bunda dan Ayah Menjalani IVF
Kehamilan
Jessica Iskandar Berencana Ikut Program Bayi Tabung, Ingin Punya 4 Anak
Kehamilan
5 Penyebab Paling Umum yang Sebabkan Program Bayi Tabung Gagal
Kehamilan
Cetak Rekor Baru, Bayi Kembar Lahir dari Embrio yang Dibekukan 30 Tahun Lalu
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Romantis Irwansyah & Zaskia Sungkar Traveling di Sela Program Bayi Tabung
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Ibu Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Rendah Memiliki Bayi dengan Cacat Lahir, Benarkah?
Kisah Haru Bunda Hamil di Usia 44 Th setelah Selamat dari Kecelakaan Pesawat
Kisah Nenek 92 Tahun Tak Sadar Hamil Bertahun-tahun, Janin Mengeras Selama 60 Th