Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Jenis Sushi yang Boleh Dimakan Ibu Hamil Menurut Dokter, Ketahui Aturan Amannya!

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 15 Jan 2026 11:10 WIB

Friends eating at a Japanese restaurant luxury Japanese style cuisine with assorted sushi, seafood ,oysters,sashimi freshly served on the dining table in a restaurant.
Jenis Sushi yang Boleh Dimakan Ibu Hamil Menurut Dokter, Ketahui Aturan Amannya!/Foto: Getty Images/primeimages
Daftar Isi
Jakarta -

Sushi kerap menjadi makanan favorit karena rasanya yang segar dan kaya nutrisi. Namun, saat hamil, Bunda perlu lebih berhati-hati dalam memilih jenis sushi yang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis sushi mengandung ikan mentah yang berisiko membawa bakteri dan parasit berbahaya bagi janin.

Kabar baiknya, ibu hamil tetap boleh makan sushi, asalkan memilih jenis yang tepat dan mengikuti aturan keamanan pangan sesuai anjuran dokter.

Apakah ibu hamil boleh makan sushi?

Menurut dokter kandungan dan ahli gizi, ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi sushi dengan ikan mentah. Ikan mentah berisiko mengandung bakteri Listeria monocytogenes, Salmonella, serta parasit seperti Anisakis yang dapat menyebabkan infeksi serius pada ibu dan janin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikutip dari FDA secara jelas menyatakan bahwa ikan mentah seperti sushi dan sashimi berpotensi mengandung parasit atau bakteri berbahaya, dan ibu hamil disarankan menghindari makanan laut mentah atau setengah matang. Ini termasuk sushi mentah yang sering dijual di restoran. 

FDA juga menunjukkan bahwa beberapa ikan tertentu mengandung merkuri tinggi (seperti swordfish, shark, king mackerel), yang berbahaya bagi perkembangan otak janin jika dikonsumsi berlebihan saat hamil. 

Dikutip dari Romper, Dr. Grover maupun Dr. Roohi Jeelani, dokter kandungan, ahli endokrinologi reproduksi, dan spesialis infertilitas di Vios Fertility Institute, sangat menyarankan untuk tidak melakukannya. 

“Mengonsumsi daging atau ikan mentah atau setengah matang dapat membuat wanita hamil berisiko terkena toksoplasmosis atau listeria. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi terkait kehamilan seperti keguguran dan lahir mati,” ujar Dr. Jeelani. 

Selain itu, dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), listeriosis selama kehamilan dapat mengakibatkan miscarriage (keguguran), stillbirth (lahir mati), preterm labor (kelahiran prematur), serta sepsis atau meningitis pada bayi yang baru lahir. 

Infeksi listeria selama kehamilan diketahui dapat meningkatkan risiko:

  • Keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Infeksi serius pada bayi baru lahir

Jenis sushi yang aman untuk ibu hamil

Anjuran bahwa ibu hamil boleh makan sushi hanya jika semua bahannya dimasak matang dan bukan ikan mentah didasarkan pada pedoman medis dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), U.S. Food and Drug Administration (FDA), FoodSafety.gov, serta American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Sementara itu, WHO dan FDA juga menekankan pembatasan ikan tinggi merkuri karena dapat mengganggu perkembangan sistem saraf janin, meski tetap menganjurkan konsumsi ikan matang rendah merkuri sebagai sumber protein dan omega-3 yang penting selama kehamilan.

Berikut beberapa jenis sushi yang boleh dimakan ibu hamil menurut dokter:

1. Sushi dengan ikan matang

Sushi yang menggunakan ikan matang sepenuhnya aman karena proses pemanasan dapat membunuh bakteri dan parasit.

Contohnya:

  • Unagi (belut panggang)
  • Ebi (udang rebus)
  • Tamago sushi (telur dadar Jepang)
  • Salmon matang (baked salmon roll)

Pastikan ikan dimasak hingga suhu minimal 63°C agar benar-benar aman.

2. Sushi vegetarian

Sushi tanpa ikan mentah menjadi pilihan paling aman bagi ibu hamil.

Pilihan yang direkomendasikan:

  • Kappa maki (mentimun)
  • Avocado rollInari sushi (tahu manis)
  • Sushi dengan wortel, asparagus, atau jamur

Selain aman, sushi vegetarian juga kaya serat dan vitamin.

3. California roll

California roll umumnya menggunakan:

  • Kepiting imitasi (surimi) yang sudah dimasak
  • Alpukat
  • Mentimun

Karena tidak mengandung ikan mentah, California roll relatif aman untuk ibu hamil, asalkan dibuat secara higienis.

4. Sushi dengan daging matang

Beberapa variasi sushi modern menggunakan daging ayam atau daging sapi matang, yang juga aman dikonsumsi ibu hamil jika dimasak sempurna.

Sultan! Sushi Termahal di Dunia Ini Harganya Mencapai Rp 32 JutaFoto: The Richest

Jenis sushi yang sebaiknya dihindari ibu hamil

Dokter menyarankan ibu hamil menghindari jenis sushi berikut:

  • Sushi dengan ikan mentah seperti: Salmon mentah, Tuna mentah, Sashimi, Nigiri mentah.
  • Sushi dengan kerang mentah, tiram, atau seafood setengah matang.
  • Sushi dengan ikan tinggi merkuri, seperti: Tuna sirip biru (bluefin tuna) dan ikan todak.

Paparan merkuri berlebihan dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf janin.

Aturan aman makan sushi untuk ibu hamil

Agar tetap aman, perhatikan beberapa aturan penting berikut:

1. Hindari sushi dengan ikan mentah atau setengah matang

Badan keamanan pangan resmi seperti dikutip dari FoodSafety.gov menjelaskan bahwa seafood mentah (termasuk sushi atau sashimi) dapat mengandung parasit atau bakteri seperti Listeria yang dapat menyebabkan penyakit serius pada ibu hamil dan berpotensi membahayakan janin.

Oleh karena itu, semua makanan laut sebaiknya dimasak sampai matang (145°F atau ±63 °C) sebelum dikonsumsi selama kehamilan. 

2. Masak semua bahan seafood sampai matang sempurna

FDA (Food and Drug Administration) menekankan pentingnya meminta makanan laut dimasak matang saat makan di luar, karena ikan mentah atau kurang matang lebih berisiko membawa bakteri dan parasit daripada ikan yang dimasak. 

3. Pilih restoran atau tempat yang bersih dan tepercaya

Ibu hamil harus memperhatikan kebersihan dan standar penyajian makanan di restoran. Panduan keamanan pangan mengingatkan bahwa makanan laut yang tidak ditangani atau disimpan secara higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi. 

4. Konsumsi segera dan jangan simpan lama pada suhu ruang

Makanan laut yang didiamkan terlalu lama pada suhu ruang meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri, terutama bagi ibu hamil yang sistem kekebalan tubuhnya berubah selama kehamilan. Panduan keamanan makanan menyarankan untuk mengonsumsi sushi segera setelah disajikan untuk meminimalkan risiko tersebut. 

5. Batasi kecap asin dan wasabi

Walaupun bukan bahaya bakteri, natrium berlebih dari kecap asin dapat memperparah pembengkakan atau gangguan lambung selama kehamilan. Hal ini sejalan dengan panduan nutrisi umum untuk ibu hamil yang menghindari konsumsi natrium berlebih dan makanan yang terlalu asin. 

6. Waspada terhadap ikan tinggi merkuri

Selain bakteri, risiko lain dari sushi adalah merkuri. FDA dan otoritas lain menyarankan ibu hamil untuk menghindari ikan predator besar seperti swordfish, shark, king mackerel, dan tilefish karena kandungan merkuri yang tinggi dapat mempengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf janin. Mercury tidak berkurang saat ikan dimasak, sehingga batasan jenis ikan tetap penting. 

7. Manfaat ikan matang tetap dianjurkan

Meskipun harus menghindari jenis ikan dan persiapan tertentu, tubuh tetap membutuhkan omega-3, protein, dan nutrisi lain dari ikan matang rendah merkuri untuk perkembangan janin. Panduan makan sehat ibu hamil termasuk konsumsi ikan rendah merkuri 8–12 oz (±224–340 g) per minggu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda