HaiBunda

KEHAMILAN

Ternyata Minum Teh Saat Hamil Bisa Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Annisa Karnesyia & Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Minum Teh/ Foto: iStockphoto/Getty Images/Natee Meepian
Jakarta -

Banyak Bunda memilih minum teh saat hamil untuk sekedar membuat tubuh nyaman. Ada juga yang minum teh untuk memenuhi kebutuhan cairan selama hamil.

Teh pada dasarnya aman dikonsumsi selama hamil atau masa prenatal. Tapi, belum banyak studi yang mengungkap manfaatnya bagi perkembangan janin atau bayi setelah lahir.

Nah, belum lama ini, sebuah studi mengangkat isu tentang manfaat teh selama kehamilan. Studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports pada 2025 ini menemukan bahwa anak-anak dari ibu yang rutin minum teh selama kehamilan, menunjukkan kemampuan kognitif serta kemampuan motorik halus dan kasar yang lebih tinggi.


Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Anhui Medical University ini melibatkan 1.423 pasangan ibu dan anak dari Chinese National Birth Cohort (CNBC). Para ibu diminta untuk memberikan informasi tentang status konsumsi teh dan kopi mereka selama trimester pertama, kedua, dan ketiga kehamilan.

Skala penilaian kognisi diterapkan untuk menentukan fungsi kognitif pada bayi berusia 0 hingga 42 bulan. Sedangkan, analisis statistik yang tepat dilakukan untuk meneliti dampak konsumsi teh dan kopi ibu selama kehamilan terhadap perkembangan kognitif anak.

Hasil studi penelitian

Hasil studi menemukan, sekitar 36 persen, 6 persen, dan 4 persen ibu yang terdaftar di penelitian, melaporkan mengonsumsi teh pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Sementara itu, 30 persen, 1,5 persen, dan 0,9 persen ibu melaporkan mengonsumsi kopi di trimester pertama, kedua, dan ketiga.

Berdasarkan temuan tersebut, analisis statistik yang mengontrol faktor-faktor pengganggu potensial mengungkapkan bahwa konsumsi teh ibu pada trimester kedua berhubungan dengan fungsi kognitif dan keterampilan motorik halus yang secara signifikan lebih tinggi pada bayi berusia 36 bulan. Di sisi lain, konsumsi teh ibu pada trimester ketiga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan fungsi kognitif dan keterampilan motorik kasar yang lebih tinggi pada bayi.

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi teh sepanjang kehamilan memiliki skor kognitif, motorik halus, dan motorik kasar tertinggi dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya hanya mengonsumsi teh pada satu trimester.

Berbeda dengan dampak konsumsi teh oleh ibu hamil, penelitian ini tidak menemukan hubungan signifikan antara konsumsi kopi oleh ibu selama kehamilan dan perkembangan kognitif bayi.

Ilustrasi Teh/ Foto: iStock

Bagaimana dengan kandungan kafein di teh?

Sama seperti kopi, teh mengandung kafein. Banyak ibu hamil enggan mengonsumsi kopi atau teh lantaran mengandung kafein.

Faktanya, bukti yang ada mengenai efek neurodevelopmental dari paparan kafein ke janin memang telah menyoroti beberapa dampak buruk, termasuk penurunan kognitif, kelainan perilaku, kurangnya perhatian, hiperaktivitas, dan melamun pada anak-anak berusia 9 hingga 10 tahun.

Sebaliknya, beberapa penelitian melaporkan bahwa asupan kafein rendah hingga sedang selama kehamilan tidak terkait dengan gangguan kognitif atau perilaku pada anak. Secara keseluruhan, pengamatan ini menunjukkan bahwa efek neurodevelopmental kafein mungkin bergantung pada dosis. Asupan berlebihan dianggap dapat menimbulkan potensi risiko.

Bukti terbaru juga menunjukkan bahwa ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi kopi untuk memastikan asupan kafein harian tidak melebihi 200 miligram (mg) per hari. Demikian seperti melansir dari laman News Medical.

Keterbatasan studi

Studi ini tetap memiliki keterbatasan ya, Bunda. Misalnya, jumlah pasti teh dan kopi yang dikonsumsi subjek dalam studi tidak diukur. Peneliti hanya mencatat frekuensi konsumsi saja.

Tak hanya itu, beberapa jenis teh juga tidak dianalisis secara terpisah di tiap trimester kehamilan. Padahal, beberapa jenis teh mengandung jumlah kafein dan polifenol yang berbeda.

Keterbatasan lainnya adalah studi bersifat observasional. Ini artinya, meski ditemukan adanya hubungan, peneliti tidak dapat memastikan sebab dan akibatnya. Dalam hal ini, faktor lain yang memengaruhi perkembangan kognitif tidak dipertimbangkan, seperti pola makan ibu, status sosial, dan gaya hidup.

Terakhir, penelitian ini dilakukan di China, keterbatasan kemampuan menjangkau subjek secara luas terbatas. Selain itu, kebiasaan diet dan budaya setiap populasi dapat berbeda.

Penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan uji coba terkontrol diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini. Penelitian lanjutan mungkin dapat mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan konsumsi teh selama hamil dan perkembangan otak anak.

Jenis teh yang sebaiknya dihindari selama hamil

Seperti dijelaskan sebelumnya, tidak semua teh aman untuk kehamilan. Beberapa jenis teh yang sebaiknya dihindari selama hamil di antaranya adalah teh yang berasal dari daun tanaman Camellia sinensis, seperti teh hitam, teh hijau, hingga oolong.

"Teh-teh ini mengandung kafein, stimulan alami yang sebaiknya dibatasi selama kehamilan," kata ahli nutrisi Alina Petre, MS, RD, dikutip dari Healthline.

"Kafein dapat dengan mudah menembus plasenta, dan organ hati janin yang belum matang kesulitan untuk memecahnya. Karena itu, bayi lebih mungkin mengalami efek samping dari jumlah kafein yang dianggap aman untuk orang dewasa," sambungnya.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terpapar terlalu banyak kafein selama kehamilan mungkin memiliki risiko lebih tinggi lahir prematur, lahir dengan berat badan lahir rendah, atau mengalami cacat lahir. Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko keguguran atau lahir mati, Bunda.

Selain teh mengandung kafein tinggi, Bunda juga perlu menghindari teh herbal selama hamil. Teh herbal terbuat dari buah-buahan kering, bunga, rempah-rempah, atau bahan herba. Teh jenis ini mungkin mengandung senyawa lain yang dianggap tidak aman selama kehamilan dan dapat menyebabkan efek samping yang berisiko pada janin.

Demikian penjelasan terkait dampak minum teh pada perkembangan janin, dan jenis teh yang sebaiknya dihindari selama hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Buah yang Baik untuk Bumil Trimester 1, Bisa Redakan Morning Sickness

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Greysia Polii Kenang Pertemuan Pertama dengan Suami, Berawal dari Kaki Bengkak

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Berapa Perbedaan Jarak Usia Pasangan Agar Pernikahan Langgeng? Ini Kata Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

7 Rekomendasi Film Monster Terbaik, Cocok Ditonton Bareng Si Kecil

Parenting Ajeng Pratiwi & Muhammad Prima Fadhilah

Ilmuwan Klaim Bisa 'Meremajakan' Sel Telur Manusia untuk Sukseskan Promil via IVF

Kehamilan Indah Ramadhani

Ternyata Minum Teh Saat Hamil Bisa Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Kehamilan Annisa Karnesyia & Ratih Wulan Pinandu

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resep Nasi Goreng ala Solaria yang Simpel dan Bisa Dibuat Sendiri di Rumah

Greysia Polii Kenang Pertemuan Pertama dengan Suami, Berawal dari Kaki Bengkak

7 Rekomendasi Film Monster Terbaik, Cocok Ditonton Bareng Si Kecil

Berapa Perbedaan Jarak Usia Pasangan Agar Pernikahan Langgeng? Ini Kata Pakar

Ilmuwan Klaim Bisa 'Meremajakan' Sel Telur Manusia untuk Sukseskan Promil via IVF

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK