KEHAMILAN
Ibu Hamil yang Sering Mencium Aroma Makanan Berlemak Bisa Memicu Obesitas Anak? Ini Faktanya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Minggu, 01 Feb 2026 20:30 WIBBaru-baru ini, sebuah studi di bidang metabolisme mengungkapkan temuan yang mengejutkan. Dipaparkan oleh sejumlah peneliti dari Institut Max Planck, obesitas pada anak, salah satunya bisa terjadi karena ibu hamil terlalu sering mencium aroma makanan berlemak, lho.
Mungkin sebagian besar Bunda merasa heran dengan temuan ini. Pasalnya, bagaimana mungkin aroma makanan yang dihirup mampu memengaruhi metabolisme hingga menyebabkan obesitas pada anak?
Tenang, Bunda. Hal ini akan terjawab melalui serangkaian penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Institut Max Planck. Hasil penelitian ini pun mampu memberi gambaran yang lebih jelas, sehingga Bunda akan memahami hal-hal yang harus diperhatikan selama kehamilan.
Yuk, simak fakta-fakta dari studi berikut ini.
Temuan pengaruh aroma makanan berlemak terhadap sistem metabolisme
Dalam studi ini, peneliti menggunakan tikus-tikus hamil sebagai subjek dan membaginya menjadi dua kelompok. Nantinya, kedua kelompok ini akan mendapatkan makanan dengan kandungan kalori dan nutrisi yang sama, dengan aroma makanan yang berbeda.
Nah, pada kelompok pertama, tikus-tikus mendapat makanan yang sudah diberi aroma khusus. Aromanya diketahui mirip sekali dengan aroma makanan olahan yang tinggi lemak. Sedangkan untuk kelompok kedua, makanan mereka sama sekali tidak diberikan aroma seperti itu.
Selama tikus-tikus itu hamil dan menyusui, induk tikus dari kedua kelompok memiliki berat badan dan kesehatan metabolisme yang normal. Anak-anak mereka juga terbilang dalam kondisi yang aman tanpa masalah pertumbuhan sedikit pun.
Justru, perubahan signifikan terjadi ketika induk menyapih anak-anak mereka. Saat itu, anak-anak tikus diuji dengan menggunakan diet tinggi lemak. Dari sana, terlihat perbedaan antara anak yang sempat terpapar aroma kuat dan yang tidak sama sekali.
Anak tikus yang terpapar aroma makanan berlemak cenderung lebih terhambat pertumbuhannya. Mereka memiliki jumlah lemak tubuh lebih banyak, energi yang lebih sedikit, serta mengalami resistensi insulin.
Para peneliti menyebutkan, ciri ciri tersebut serupa dengan karakteristik obesitas dan risiko penyakit diabetes tipe 2 yang kemungkinan besar akan datang dalam beberapa waktu kemudian.
Apa yang terjadi dengan tubuh tikus yang terpapar aroma makanan berlemak?
Para peneliti juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap induk tikus yang pernah terpapar aroma makanan berlemak. Mereka fokus mencari perubahan di bagian otak yang mengatur nafsu makan, rasa senang (reward), dan keseimbangan energi.
Hasilnya, pada tikus yang terpapar aroma makanan berlemak, terdapat perubahan signifikan di jalur otak yang berkaitan dengan dopamin. Dopamin merupakan zat kimia otak yang berperan untuk mengeluarkan perasaan senang dan termotivasi.
Jalur ini diketahui berfungsi untuk mengontrol seberapa kuat otak untuk mendorong seseorang terpikat dengan makanan. Ketika jalur ini berubah, makanan yang tinggi lemak akan terasa lebih menggoda dan sulit untuk ditolak.
Selain itu, neuron AgRP, yang merupakan sel saraf di otak yang berperan sebagai pemberi sinyal lapar menunjukkan respons yang tidak normal. Otak mereka seolah-olah tidak merasakan kepuasan setelah mengonsumsi makanan berlemak yang begitu banyak.
Dampaknya begitu berbahaya bagi kesehatan bayi dan ibu hamil di masa mendatang
Temuan ini memberi gambaran kepada para Bunda, bahwa pengaruh lingkungan selama kehamilan tidak hanya berasal dari apa yang dikonsumsi, melainkan juga berasal dari aroma makanan yang sering terpapar.
Bila jalur otak yang mengatur dopamin tidak normal, zat kimia otak tak segan-segan mampu membuat anak menjadi lebih bernafsu dengan makanan tinggi lemak dan sulit untuk merasa puas setelah memakannya.
Hal ini tentu sangat penting dan menjadi perhatian bagi seluruh Bunda. Paparan aroma makanan berlemak yang berlebihan selama hamil mampu meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada anak di masa yang akan datang.
“Temuan kami menunjukkan bahwa aroma makanan yang terpapar pada janin dan bayi baru lahir juga dapat memengaruhi kesehatan mereka di kemudian hari, terlepas dari bagaimana kondisi kesehatan sang ibu,” ujar salah satu peneliti dan penulis studi dari Institut Max Planck, Sophie Steculorum.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa paparan aroma saja tidak langsung menyebabkan obesitas pada anak. Berdasarkan eksperimen ini, para Bunda juga mengonsumsi makanan yang mengandung aroma tersebut sehingga efeknya bisa benar-benar terjadi.
Zat-zat penyedap yang digunakan pada makanan olahan tersebut juga diketahui mengandung bahan aditif yang diduga kuat menjadi pengaruh besar dalam kesehatan sistem metabolisme anak di masa depan.
“Temuan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana pengaruh konsumsi zat penyedap rasa selama kehamilan dan menyusui terhadap perkembangan otak serta kesehatan metabolisme bayi di kemudian hari,” lanjut Steculorum, dikutip dari laman MedIndia.
Demikian informasi bagaimana pengaruh aroma makanan berlemak yang dicium selama kehamilan, dapat memengeruhi berat badan anak setelah lahir. Semoga dapat menambah wawasan dan membantu Bunda dalam memahami pengaruh besar aroma yang terpapar serta makanan yang dikonsumsi selama kehamilan, bagi kesehatan anak di masa depan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bayi Alami Stroke Sebelum Lahir, Ini Penjelasan Medisnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Daftar Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil saat Lebaran, Termasuk Es Sirup
Manfaat Buah Sirsak Untuk Janin dan Bumil, Ternyata Kaya Asam Folat
Tips Memenuhi Kalsium Selama Kehamilan dengan Asupan Makanan dan Susu
4 Manfaat Bengkoang untuk Ibu Hamil yang Jarang Diketahui
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Mix and Match Polo dan Rok Pleated? Ini Formula yang Jarang Gagal
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral DIY Pakai Cabai untuk Menumbuhkan Rambut, Dokter Ingatkan Risikonya
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif