Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Benarkah Ada Trimester 0 dalam Kehamilan? Simak Penjelasannya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 09 Feb 2026 18:50 WIB

Test Pack
Benarkah Ada Trimester 0 dalam Kehamilan? Simak Penjelasannya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jcomp
Daftar Isi
Jakarta -

Trimester dalam kehamilan lazimnya yang dikenal selama ini yakni trimester 1 sampai trimester 3. Namun di luar itu, ternyata ada juga istilah trimester nol, Bunda. Nah, benarkah ada trimester 0 dalam kehamilan? Simak penjelasannya, Bun.

Kehamilan yang dimulai dari nol bulan biasanya masuk dalam ranah trimester satu. Hal ini dimulai ketika ada pemeriksaan kehamilan yang menampilkan dua garis merah muda sebagai penanda kehamilan.

Namun, konsep trimester nol secara global ternyata semakin dikenal, Bunda. Fase ini menyoroti pentingnya tiga bulan sebelum pembuahan. Sehingga, periode ini justru yang memainkan peran signifikan dalam kesuburan, perkembangan bayi, dan kesehatan kehamilan secara keseluruhan.

Selama fase tersebut, perubahan gaya hidup kecil dan pilihan kesehatan proaktif dapat memberikan dampak besar. Baik Bunda yang sedang aktif mencoba untuk hamil atau merencanakan masa depan, memahami trimester nol dapat menjadi dasar untuk kehamilan yang lancar dan sehat.

Apa itu trimester nol?

Trimester nol merupakan fase yang mengacu pada tiga bulan sebelum pembuahan terjadi pada tubuh perempuan yang sedang mempersiapkan kehamilan. Meskipun biasanya orang-orang fokus pada perawatan prenatal setelah tes kehamilan positif, perawatan pra-kehamilan ternyata sama juga pentingnya dipersiapkan.

Alasannya karena kualitas sel telur dan sperma, keseimbangan hormon, dan kesehatan secara keseluruhan pada saat pembuahan berlangsung dapat memengaruhi kesuburan, hasil kehamilan, dan bahkan kesehatan jangka panjang bayi.

Berikut ini beberapa alasan lainnya mengapa trimester nol penting diprioritaskan pasangan sebelum kehamilan:

1. Mendukung kualitas sel telur dan sperma

Baik sel telur maupun sperma sebenarnya membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk matang. Artinya, pilihan yang Bunda buat di bulan-bulan ini secara langsung bisa memengaruhi pembuahan.

2. Mengurangi komplikasi kehamilan

Tubuh yang siap tentunya akan lebih kecil kemungkinannya mengalami komplikasi seperti diabetes gestasional, preeklamsia, atau keguguran.

3. Mengoptimalkan perkembangan janin

Nutrisi penting pada fase pra-konsepsi dapat mengurangi cacat lahir dan memastikan pembentukan otak dan organ yang tepat.

4. Membantu mengatur hormon

Hormon yang seimbang mendukung masa-masa ovulasi, implantasi, dan kehamilan yang sehat secara teratur.

Langkah penting untuk trimester nol yang sehat

Sebelum mencoba untuk hamil, pemeriksaan kesehatan pra-konsepsi sangatlah penting dilakukan. Berikut ini yang perlu Bunda lakukan:

1. Pemeriksaan pra konsepsi ke dokter

Dalam fase ini, dokter dapat menilai berbagai hal termasuk keseimbangan hormon dan pola ovulasi, fungsi tiroid dan kondisi kesehatan mendasar lainnya, kebutuhan suplemen seperti asam folat dan vitamin D, masalah genetik atau medis apa pun yang dapat memengaruhi kehamilan, dan lainnya. 

2. Mulailah mengonsumsi vitamin prenatal sejak dini

Salah satu langkah penting di trimester nol ialah mengonsumsi vitamin prenatal terutama  asam folat sebanyak 400-800 mcg setiap hari. Asupan tersebut dapat membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf pada bayi.

3. Fokus pada nutrisi seimbang

Pola makan bergizi seimbang dapat memengaruhi kualitas sel telur dan sperma sehingga dapat membantu menyehatkan tubuh. Dan, pola makan yang ramah kesuburan meliputi sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah jeruk. Kemudian, ada juga juga lemak sehat dari kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat serta protein tanpa lemak dan ikan kaya omega 3, lalu memenuhi sumber kalsium dari susu atau tumbuhan. Kurangi juga makanan olahan, kafein berlebih, alkohol, dan lemak trans.

4. Kurangi paparan racun

Racun sehari-hari dapat ditemukan dalam plastik, pestisida, dan produk perawatan kulit yang dapat mengganggu hormon dan kesuburan. Beralihlah ke produk perawatan yang bebas kimiawi seperti dikutip dari laman Drrajeevagarwal.

5. Pertahankan berat badan ideal

Kekurangan atau kelebihan berat badan dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko kehamilan. Usahakan untuk mencapai BMI yang seimbang melalui nutrisi dan olahraga yang tepat. 

6. Pantau siklus dan ovulasi 

Memahami siklus menstruasi dapat membantu dalam menentukan waktu hubungan seksual yang baik untuk meningkatkan peluang pembuahan terbaik.

7. Utamakan kesehatan mental dan emosional

Stres dapat memengaruhi kadar hormon dan membuat seseorang sulit hamil. Untuk itu, lakukan mindfullness, meditasi, atau pernapasan serta prioritaskan tidur cukup untuk pengaturan hormon yang lebih seimbang.

8. Menjaga kesehatan tubuh

Jika memiliki riwayat seperti PCOS, gangguan tiroid, diabetes, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya mengelolanya sebaik mungkin agar lebih stabil dan terjaga.

Penting diingat bahwa kesuburan akan menurun seiring bertambahnya usia ya, Bunda. Jadi, mengintervensi dini dapat meningkatkan peluang kehamilan lebih besar. Optimalkan kesehatan dan kesuburan sebelum pembuahan terjadi dengan gaya hidup sehat dalam keseharian.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda