Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cemas Hadapi Persalinan? Ini Cara Menghilangkan Ketakutan saat Melahirkan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 16 Feb 2026 11:20 WIB

Ilutrasi melahirkan
Cemas Hadapi Persalinan? Ini Cara Menghilangkan Ketakutan saat Melahirkan/Foto: Getty Images/FatCamera
Daftar Isi

Melahirkan adalah tantangan bagi setiap perempuan. Tak sedikit yang merasa cemas dan takut menghadapi proses persalinan, dan hal tersebut merupakan hal yang wajar. Para ahli pun membagikan beberapa cara untuk membantu menghilangkan ketakutan saat melahirkan.

Menghilangkan ketakutan saat melahirkan bukanlah perkara mudah. Banyak faktor yang perlu dipersiapkan, mulai dari kesiapan mental dan fisik hingga perlengkapan yang harus dibawa. Setidaknya, setiap pasangan perlu mempersiapkan hal-hal tersebut sejak jauh hari.

Agar persalinan Bunda berjalan lebih lancar tanpa stres dan kecemasan yang berlebihan, yuk simak informasi berikut mengenai cara menghilangkan ketakutan saat melahirkan menurut para ahli.

Studi tentang ketakutan saat melahirkan menurut ahli

Ahli telah mencatat, setidaknya 60 persen perempuan mengalami ketakutan saat akan melahirkan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melahirkan. Studi para peneliti dari Robert Gordon University di Skotlandia dan University of South Australia (UniSA) menemukan sejumlah faktor yang dapat membantu meredakan ketakutan.

Sebanyak 88 ibu hamil trimester ketiga di Skotlandia melakukan survei atas seberapa takut mereka menghadapi persalinan, sebelum mengikuti kelas ibu hamil (antenatal). Hasilnya, 12 persen dari mereka ditemukan mengalami ketakutan dan gangguan kesejahteraan kesehatan mental yang berlebihan.

Sementara lainnya, mereka lebih memilih untuk positive thinking, percaya diri, dan rileks, sehingga mereka tidak memiliki ketakutan terhadap persalinan. Mulai dari sini, peneliti percaya bahwa dengan lebih percaya diri dan meningkatkan emosi positif, ibu hamil mampu mengatasi ketakutan mereka saat melahirkan.

Penulis utama studi tersebut, Dr. Katrina Forbes-McKay, mengatakan bahwa pemberian afirmasi positif serta pembekalan yang membuat ibu hamil percaya diri dapat disampaikan melalui kelas ibu hamil atau antenatal. Dengan begitu, kesejahteraan mental ibu hamil lebih terjaga.

“Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi dampak negatif dari ketakutan terhadap persalinan, tetapi masih sedikit penelitian yang membahas faktor-faktor yang dapat melindungi perempuan dari rasa takut tersebut,” kata Dr. Forbes-McKay yang dikutip dari laman resmi UniSA.

Intinya, ketakutan dapat diatasi, Bunda. Mulailah untuk lebih bersikap tenang, berpikir positif, dan selalu yakin bahwa diri Bunda bisa melakukannya.

Ketakutan yang sering muncul saat melahirkan

Ketakutan saat melahirkan merupakan hal yang normal. Banyak ibu hamil yang merasa gugup dan cemas, terutama karena membayangkan rasa sakit saat melahirkan. Tak jarang, kekhawatiran tersebut membuat sebagian ibu memilih atau meminta persalinan dengan operasi caesar.

Berikut ini beberapa ketakutan yang sering muncul saat melahirkan, dilansir dari laman Flo Health.

1. Tidak sanggup menahan rasa sakit

Menurut dokter ob-gyn dari Cedars-Sinai Medical Group, Dr. Sara Twogood, rasa sakit memiliki jenis yang berbeda, termasuk pada saat persalinan. Rasa sakit saat bersalin berbeda dengan rasa sakit saat cedera ataupun terluka. Selain itu, tubuh akan melepaskan pereda nyeri alami untuk mengatasi rasa sakit selama proses pembukaan dan persalinan.

2. Takut menghadapi proses persalinan yang panjang

Peluang terjadinya persalinan yang berlangsung lama, atau lebih dari 25 jam, hanya sekitar 8 persen dari seluruh kelahiran. Artinya, sekitar 92 persen ibu tidak akan mengalami kondisi tersebut. Selain itu, persalinan normal umumnya berlangsung sekitar 12 hingga 18 jam, terutama pada persalinan pertama.

3. Persalinan terlalu cepat dan takut tidak sampai rumah sakit tepat waktu

Persalinan presipitatus, yaitu persalinan yang berlangsung sangat cepat, sekitar 2 hingga 3 jam, yang membuat ibu hamil tidak sempat tiba di rumah sakit sesuai rencana, diketahui hanya terjadi pada sekitar 3 dari 100 kelahiran. Dengan kata lain, kondisi ini tergolong cukup langka, Bunda.

4. Tidak sanggup menghadapi ketidakpastian saat kontraksi

Ketidakpastian ini tak jarang membuat ibu hamil lebih memilih bersalin dengan operasi caesar. Namun, menunggu kontraksi sebenarnya dapat membantu mengurangi waktu yang dihabiskan di rumah sakit, serta membuat pereda nyeri alami dalam tubuh terkumpul dan meningkat seiring dengan intensitas persalinan.

5. Vagina robek dan membutuhkan pemulihan yang lama

Robekan pada vagina umum terjadi pada persalinan normal dan pertama kali. Robekan kecil biasanya memerlukan jahitan dan akan sembuh dalam beberapa minggu. Sementara itu, robekan yang lebih besar biasanya akan pulih dalam empat hingga enam minggu. Namun, kondisi ini tidak terlalu umum dan hanya terjadi pada sekitar 6 dari 100 persalinan normal.

Cara mengatasi ketakutan saat melahirkan

Operasi caesar kerap menjadi ‘alternatif’ untuk meredakan ketakutan saat melahirkan. Namun, operasi caesar juga memiliki risiko, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Para ahli menegaskan bahwa setiap metode persalinan memiliki tantangannya masing-masing, tergantung pada bagaimana kita menyikapinya, Bunda.

Berikut ini beberapa cara mengatasi ketakutan yang bisa dilakukan Bunda sekalian.

1. Gunakan pereda nyeri

Terdapat beberapa pengobatan untuk meredakan nyeri, baik nyeri sebagian maupun nyeri total. Namun, perlu diingat penggunaan pereda nyeri ini harus berada di bawah pengawasan dokter, ya.

  • Nitrous oxide: gas tertawa yang bila dihirup selama kontraksi akan mengalihkan perhatian dari rasa sakit.
  • Opioid: morfin, fentanil, dan remifentanil yang biasanya diberikan melalui suntikan atau infus dapat membantu mengurangi kesadaran terhadap rasa sakit.
  • Anestesi lokal: suntikan untuk mematirasakan area di sekitar vulva, vagina, dan anus tepat sebelum bayi lahir, saat dokter membuat sayatan pada dinding vagina, dan saat menjahit robekan.
  • Epidural: sebuah selang kecil yang dimasukkan ke dalam punggung untuk menyalurkan obat pereda nyeri yang efektif dan mampu menghilangkan rasa pada tubuh bagian bawah.

2. Cara non-medis untuk menghadapi rasa sakit

Berikut penjelasannya, Bunda.

  • Teknik pernapasan dan visualisasi: teknik ini dapat membantu Bunda mengalihkan perhatian dari rasa sakit selama kontraksi.
  • Pijat: Bunda bisa meminta ayah memijat bagian belakang punggung selama kontraksi untuk mengalihkan rasa sakit yang muncul.
  • Mandi air hangat atau berendam: persalinan di dalam air atau water birth menjadi pilihan yang populer untuk mendapatkan persalinan yang minim nyeri dan kecemasan.

3. Lakukan persiapan

Pelajari bagaimana rencana persalinan Bunda berdasarkan pengamatan dokter. Selain itu, siapkan peralatan seperti tas rumah sakit yang sudah diisi lengkap barang-barang, kendaraan apa yang akan digunakan dan siapa yang akan menyetir, serta pelajari tanda-tanda persalinan agar Bunda atau Ayah dapat mengenalinya.

4. Terapi perilaku kognitif

Jika kecemasan saat menunggu persalinan semakin memburuk, Bunda bisa mempertimbangkan untuk mengikuti terapi. Salah satu terapi yang direkomendasikan adalah terapi perilaku kognitif. Terapi tersebut akan membantu mengubah pola pikir negatif dan melawan rasa takut serta ketidakpastian terkait kelahiran.

5. Pijat perineum

Pijatan ini diberikan pada area perineum atau jaringan otot yang terletak di antara lubang vagina dan anus. Teknik pijat ini dapat memperkecil kemungkinan terjadinya robekan, membuat robekan pulih lebih cepat, serta mengurangi rasa sakit pada perineum setelah melahirkan. Biasanya pijat ini dilakukan saat usia kehamilan menginjak 35 minggu.

Demikian informasi yang diberikan mengenai cara menghilangkan ketakutan saat melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda