sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Tips agar Bunda Bisa Melahirkan dengan Mudah dan Lancar

Asri Ediyati Kamis, 07 May 2020 15:23 WIB
Young happy pregnant mother posing next to a window at home and touching her belly caption
Jakarta - Sebagian besar ibu hamil ingin melahirkan bayinya dengan normal. Namun, terkadang situasi persalinan tak berjalan sesuai skenario. Ya, ini karena kondisi setiap jelang persalinan itu berbeda.

Akan tetapi, tak ada salahnya untuk berusaha lebih dahulu agar Bunda bisa melahirkan dengan mudah dan lancar. Berikut tips agar melahirkan mudah dan lancar dari beberapa ahli:


1. Tetap bugar


Menurut Tekoa King, bidan perawat bersertifikasi dan associate professor of obstetrics and gynecology di University of California, San Francisco, ibu hamil yang tetap bugar cenderung memiliki proses persalinan yang cepat.

"Kebugaran meningkatkan daya tahan tubuh, dan jika Anda lebih bisa mentolerir proses persalinan, Anda cenderung tidak membutuhkan intervensi medis," ujarnyan dikutip dari Parents.

Beberapa cara agar tetap bugar yaitu jalan kaki, berenang, atau mengikuti kelas pranatal-exercise selama kehamilan. Tentunya ini setelah mendapat persetujuan dari dokter atau bidan.

2. Ambil kelas prenatal

Membiasakan diri Bunda dengan tahapan persalinan dan mempraktikkan langkah-langkah kenyamanan sebelum persalinan akan membantu mengurangi rasa cemas. Jika Bunda tidak cemas, maka dapat membuat prosesĀ melahirkan menjadi lebih mudah. Hal ini dikatakan oleh Robert Stern, MD, ketua kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Vassar Brothers, di Poughkeepsie, New York.

Ia menyarankan untuk ibu hamil mencari kelas kecil (dengan kurang dari 10 pasangan), instruktur bersertifikat, dan tujuan yang sesuai dengan kebutuhan Bunda.

3. Minta dukungan

Suami kemungkinan akan berada di sisi selama persalinan, tetapi Bunda mungkin ingin mendapatkan bantuan tambahan. Menurut analisis uji klinis yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology, wanita yang memiliki perawatan terus-menerus yang disediakan oleh doula (seseorang yang dilatih untuk mendukung ibu yang sedang bersalin dan pasangannya) kemungkinan 50 persen lebih kecil untuk membutuhkan operasi caesar.

Mereka yang dibantu dengan doula bisa 30 persen lebih sedikit membutuhkan obat penghilang rasa sakit, dan mereka mengalami persalinan 25 persen lebih pendek daripada mereka yang tidak memiliki perawatan ini.
Ilustrasi hamil besarIlustrasi hamil besar/ Foto: iStock

4. Mengalihkan perhatian

Untuk ibu pertama kali, persalinan aktif berlangsung rata-rata 12 hingga 14 jam. Jadi ketika kontraksi dimulai, Bunda akan merasakannya pertama di punggung bawah atau kram perut bagian bawah.

"Jika Anda mulai khawatir sejak awal, menghitung kontraksi, dan bernapas melalui setiap rasa sakit, Anda akan lelah," kata King.

Untuk itu, alihkan kegiatan lainnya seperti jalan-jalan, mandi, atau membuat kue. Apapun yang membuat Bunda relaks akan membantu segalanya.

5. Konsumsi snack dengan hati-hati

Camilan ringan pada tahap awal persalinan saat Bunda di rumah akan membantu menjaga tingkat energi Anda. Tetapi hindari makanan berlemak atau sulit dicerna, karena perut yang terlalu penuh bisa membuat Bunda merasa mual dan menyebabkan muntah selama tahap persalinan aktif berikutnya. Kontraksi otot dan pernapasan cepat selama persalinan juga dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan dengan cepat.

Sebuah penelitian terbaru dari University of California di Irvine mengungkapkan bahwa menggandakan laju pemberian cairan intravena dapat mempersingkat persalinan lebih dari satu jam.

"Selain itu, persalinan ini mungkin bertahan lebih lama dari 12 jam, kata penulis studi Thomas Garite, M.D., seorang profesor dan ketua departemen kebidanan dan ginekologi universitas.

6. Mandi air hangat

"Rasa sakit dapat menyebabkan otot tegang di seluruh tubuh Anda, yang bahkan menciptakan ketidaknyamanan," kata Marcie Richardson, M.D., seorang Ob-gyn dengan Harvard Vanguard Medical Associates, di Boston.

Mandi air hangat bisa melawan respons itu. Arahkan pancuran ke bagian belakang punggung atau di mana pun kontraksi terjadi.

7. Pijatan dari pasangan

Dalam sebuah penelitian di Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine, wanita yang bekerja dan menerima pijatan dari pasangannya melaporkan merasa lebih sedikit rasa sakit dan kecemasan saat melahirkan dibandingkan mereka yang tidak dipijat.


Simak juga manfaat rajin ngepelĀ lantai bagi ibu hamil:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi