kehamilan
4 Tanda Lidah Putih yang Disebabkan Sifilis
HaiBunda
Jumat, 13 Feb 2026 21:40 WIB
Daftar Isi
Lidah sifilis merupakan salah satu manifestasi infeksi sifilis di rongga mulut yang sering muncul pada stadium primer maupun sekunder. Sifilis sendiri adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat menular melalui kontak kulit ke kulit saat hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, sifilis juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin.
Mengutip laman SingleCare, lidah sifilis termasuk dalam gejala sifilis stadium kedua, meskipun pada beberapa kasus dapat diawali dengan luka sifilis (chancre) di dalam mulut pada stadium primer. Kondisi ini kerap ditandai dengan munculnya bercak putih, luka tidak nyeri, atau perubahan warna pada lidah dan jaringan mulut lainnya.
Pada tahap selanjutnya, infeksi sifilis dapat menyebabkan ruam kulit, kutil, lesi kulit, demam, dan sakit tenggorokan. Bercak putih atau luka juga dapat muncul di lidah (lidah sifilis), bagian dalam bibir, atau area lain di rongga mulut. Sama seperti luka sebelumnya, kondisi ini juga dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.Â
Namun, hal tersebut tidak berarti infeksi telah sembuh. Bakteri sifilis tetap berada di dalam tubuh dan dapat menyebar, bahkan berpotensi menyerang sistem saraf serta organ-organ vital di kemudian hari.
Penyebab lidah sifilis
Mengutip laman Healthline, penyebab lidah sifilis atau oral syphilis adalah bakteri Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh melalui luka atau jaringan yang terluka di mulut, bibir, atau lidah.
1. Infeksi oleh bakteri treponema pallidum
Sifilis disebabkan oleh bakteri ini, yang dapat masuk melalui luka kecil pada mukosa mulut atau lidah.
2. Hubungan seksual oral tanpa perlindungan
Ketika seseorang melakukan oral seks dengan pasangan yang terinfeksi sifilis dan tidak menggunakan pengaman seperti kondom atau dental dam, bakteri dapat masuk melalui jaringan yang terbuka.
3. Kontak mulut dengan luka aktif sifilis
Lesi sifilis (chancre) yang aktif di mulut atau bibir dapat menular ke orang lain melalui kontak langsung. Walaupun lebih jarang, kontak seperti berciuman sangat dekat bisa meningkatkan risiko penularan.
Tanda-tanda awal lidah sifilis?
Tanda paling awal dari sifilis adalah munculnya satu atau lebih luka yang tidak terasa nyeri pada lidah atau permukaan lain di dalam mulut. Menurut sebuah studi tahun 2021, sebanyak 92 persen orang yang didiagnosis sifilis oral hanya memiliki satu luka. Dari jumlah tersebut, sekitar 37 persen mengalami luka di lidah (lidah sifilis). Sekitar satu dari 12 orang dapat mengalami lebih dari satu luka di dalam mulut.
1. Chancre (luka sifilis)
Tanda awal infeksi sifilis sebenarnya bisa berupa chancre yang muncul di area genital, anus, bibir, atau di dalam mulut.
2. Lapisan putih atau patches di lidah
Pada infeksi sifilis, terutama bila berkembang ke fase sekunder bisa muncul bercak putih atau merah muda di dalam mulut lidah, bibir, langit-langit mulut, dan jaringan mukosa.
3. Lesi atau gelembung di mulut
Selain bercak putih, orang dengan sifilis bisa mengalami lesi lain seperti kondiloma atau pertumbuhan abnormal di mulut yang berkaitan dengan respon imun terhadap infeksi. Biasanya muncul lesi pucat yang menonjol di dalam mulut, ketiak, atau selangkangan.
4. Gejala yang menyertai
Tidak hanya lidah, sifilis juga bisa menimbulkan beberapa gejala yang menyertai seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, rasa tidak enak badan (malaise), nyeri otot, sakit tenggorokan, kelelahan sampai ruam kulit.Â
Diagnosis lidah sifilis
Segera temui tenaga kesehatan atau lakukan tes jika Anda mengalami gejala sifilis atau penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Pengobatan sangat diperlukan.
Satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis sifilis adalah melalui pemeriksaan darah, yaitu tes darah nonspesifik dan tes darah spesifik untuk mendeteksi antibodi Treponema. Jika hasil tes sifilis positif, dokter biasanya juga akan merekomendasikan pemeriksaan PMS lainnya. Bila terdapat lesi, tenaga medis dapat menggunakan pemeriksaan mikroskopis dari sampel jaringan (biopsi kecil) untuk mengidentifikasi bakteri penyebabnya.
Tenaga kesehatan juga akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Mereka akan mencari tanda-tanda apakah infeksi telah menyerang sistem saraf, mata, atau telinga. Jika ada dugaan neurosifilis, dokter akan melakukan pemeriksaan cairan serebrospinal secara lengkap melalui pungsi lumbal (spinal tap) untuk mendeteksi bakteri.
Cara mengobati gejala lidah sifilis
Sifilis harus diobati dengan antibiotik untuk memberantas infeksi. Terapi standar adalah satu kali suntikan penisilin intramuskular. Alternatif antibiotik dapat diberikan pada orang yang tidak dapat menggunakan penisilin, seperti doksisiklin atau tetrasiklin oral, maupun suntikan seftriakson.Â
Untuk neurosifilis dan sifilis tersier, diperlukan suntikan penisilin yang lebih sering selama dua hingga tiga minggu. Evaluasi lanjutan dan tes ulang biasanya dilakukan pada enam, 12, dan 24 bulan setelah pengobatan selesai.
Begitu penjelasan tentang lidah sifilis ya, Bunda. Semoga informasinya bermanfaat.Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Risiko Melakukan Seks Oral Ketika Hamil, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Belum Suntik HPV tapi Sudah Berhubungan Suami Istri, Berbahayakah?
Kehamilan
Benarkah Kanker Serviks Bisa Menular dari Toilet Duduk? Simak Faktanya
Kehamilan
Trikomoniasis: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
Kehamilan
Walau Tak Sebabkan Kehamilan, Ketahui Bahaya Lain bila Menelan Sperma
Kehamilan
Berhubungan Seks saat Menstruasi, Apakah Bikin Hamil? Pelajari Bahayanya Yuk
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Ciri Penyakit Menular Seksual pada Perempuan yang Perlu Bunda Waspadai
Jenis-jenis Penyakit Menular Seksual yang Paling Umum Dialami Perempuan & Cara Mencegahnya
7 Jenis Medical Check Up Pranikah bagi Calon Pasangan Suami Istri