Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kehamilan Mempertajam Kerja Otak Ibu Jadi Lebih Peka Terhadap Tangisan Bayi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 02 Mar 2026 11:40 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Kehamilan dapat mengubah kondisi fisik dan mental seorang perempuan. Kehamilan juga bisa membuat otak calon ibu berubah dalam beradaptasi menjalani peran barunya.

Studi terbaru yang diterbitkan di Infant Mental Health Journal: Infancy and Early Childhood mengungkap bahwa kehamilan secara khusus dapat mempertajam otak seorang perempuan, Bunda. Menurut studi ini, calon ibu yang menjalani kehamilan akan membentuk insting untuk merespons sinyal yang diberikan bayinya.

Penelitian ini mendokumentasikan bahwa perempuan tidak hanya mengalami perubahan fisik selama kehamilan, tetapi juga persiapan emosional dan kognitif untuk menjadi seorang ibu. Salah satu indikasinya adalah mereka merespons bayi secara lebih positif.

Ibu hamil dapat merespons sinyal dari bayinya

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Copenhagen dan Psychiatric Center Copenhagen ini membandingkan bagaimana ibu hamil dan yang tidak hamil bereaksi terhadap gambar, video, suara, dan skenario realitas virtual yang menampilkan bayi. Studi dilakukan pada 78 perempuan di Denmark, di mana 44 di antaranya sedang hamil.

Para peneliti lalu menindaklanjuti kondisi ibu hamil selama enam bulan setelah melahirkan menggunakan kuesioner tentang kesejahteraan, keterikatan, dan respons terhadap tangisan bayi mereka sendiri. Peserta yang hamil tidak memiliki faktor risiko sosial atau psikologis, seperti depresi pasca persalinan. Sementara kelompok kontrol yang tidak hamil juga tidak memiliki anak yang masih kecil.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan respons perempuan terhadap tangisan dan tawa bayi. Perbedaan ini cukup jelas sehingga peneliti bisa menarik kesimpulan, Bunda.

"Kami mengukur respons fisiologis dan ekspresi wajah subjek, dan meminta mereka untuk menggambarkan perasaan selama dan setelah percobaan. Hasilnya, ibu yang hamil menjadi kurang stres karena tangisan bayi dan lebih bahagia ketika terpapar senyuman bayi dibandingkan mereka yang tidak hamil. Para ibu hamil juga merasakan dorongan yang lebih kuat untuk menggendong bayi," kata psikolog dan peneliti Anne Bjertrup, dilansir laman MedicalXpress.

Para peneliti percaya perubahan pada ibu hamil terjadi karena mereka mulai mempersiapkan diri secara mental untuk menerima sinyal dari bayinya. Oleh karena itu, mereka tidak terlalu terpengaruh secara negatif oleh tangisan bayi, yang biasanya membuat sebagian orang stres.

"Semakin positif respons peserta yang hamil terhadap rangsangan bayi selama kehamilan, semakin baik pula hubungan mereka dengan anaknya selama enam bulan setelah melahirkan," ujar Bjertrup.

Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Dacharlie

Hasil studi diharapkan bisa cegah depresi pasca persalinan

Temuan ini juga konsisten dengan penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa reaksi negatif terhadap sinyal bayi selama kehamilan dikaitkan dengan tingkat depresi pasca persalinan yang lebih tinggi. Bjertrup dan rekan-rekannya berharap, penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko mengalami kesulitan dalam hubungan dengan anak mereka.

"Jika reaksi yang kami dokumentasikan dalam penelitian ini mencerminkan penyesuaian emosional dan kognitif adaptif yang penting untuk membangun hubungan dengan anak setelah lahir, maka ini dapat memberi kita wawasan tentang apa yang harus diperhatikan secara khusus pada ibu hamil," ungkap Bjertrup.

"Dengan kata lain, bila ibu hamil sangat terpengaruh secara negatif atau stres karena sinyal bayi, hal itu dapat mengindikasikan bahwa mereka berisiko lebih tinggi mengalami depresi pasca persalinan. Kami berharap ini dapat membantu mereka dengan melatih pengaturan emosi selama kehamilan."

Para peneliti percaya bahwa gagasan tentang 'otak kehamilan' atau pregnancy brain telah menjadi stereotip yang meluas. Padahal, kita seharusnya menghargai perubahan yang terjadi pada otak ibu hamil dan orang tua baru sebagai adaptasi perubahan emosional dan kognitif.

Demikian hasil studi terbaru yang mengungkap manfaat dari kehamilan pada otak ibu dalam merespons sinyal bayi menangis dan tertawa. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda