HaiBunda

KEHAMILAN

Keluar Lendir Tanpa Darah, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 21 Feb 2026 20:00 WIB
Keluar Lendir Tanpa Darah, Apakah Tanda Mau Melahirkan?/Foto: Getty Images/damircudic
Jakarta -

Persalinan biasanya menunjukkan deretan gejala yang khas. Lantas, ketika keluar lendir tanpa darah, apakah tanda mau melahirkan ya, Bunda?

Jelang persalinan, biasanya ibu hamil mengalami gejala keluar lendir yang menjadi hal normal dan umum pada kehamilan akhir. Sumbat lendir merupakan kumpulan lendir yang terbentuk di saluran serviks pada awal kehamilan. Fungsinya ialah mencegah bakteri atau infeksi masuk ke rahim dan mencapai janin. 

Saat tubuh sudah bersiap untuk persalinan, leher rahim mulai melunak, menipis, dan terbuka. Hal inilah yang menyebabkan sumbat lendir terlepas dari leher rahim. Lendir tersebut terdorong keluar ke dalam vagina. Keluarnya lendir tersebut kemungkinan akan terlihat di pakaian dalam Bunda atau di tisu toilet. Ini dianggap sebagai kehilangan sumbat lendir seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.


Keluar lendir tanpa darah, apakah tanda mau melahirkan?

Pada sebagian kasus jelang persalinan, ada juga perempuan yang mengalami persalinan tanpa keluar lendir terlebih dahulu. Biasanya, ibu hamil bisa mengalami pembukaan serviks beberapa sentimeter tanpa kehilangan sumbat lendir. 

Namun, pada akhirnya akan keluar juga. Semua ibu hamil akan memiliki sumbat lendir yang melindungi rahim mereka dari bakteri. Sumbat lendir pada umumnya akan selalu keluar sebelum bayi lahir. Beberapa perempuan mengalami kehilangan sumbat lendirnya setelah gejala persalinan lainnya dimulai dan pada umumnya keluar lebih dulu sebagai gejala awal jelang persalinan.

Secara umum, tanda-tanda persalinan ialah munculnya kontraksi. Di luar itu, beberapa gejala berikut bisa jadi penandanya ya, Bunda:

1. Penipisan serviks

Sebelum persalinan, serviks biasanya memiliki panjang 3,5 hingga 4 sentimeter. Saat persalinan dini dimulai, serviks pun mulai melunak, memendek, dan menipis. Proses itu disebut effacement. Pada titik ini dalam persalinan, Bunda mungkin merasakan kontraksi ringan yang datang dan pergi. Atau, bisa juga Bunda mungkin tidak merasakan apa pun sama sekali.

Pada 0 persen penipisan serviks, serviks setidaknya memiliki panjang 2 sentimeter. Itu berarti kondisi serviks masih sangat tebal. Sementara jelang persalinan, serviks harus benar-benar menipis sebelum persalinan normal terjadi seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

2. Pembukaan serviks

Tanda lain dari persalinan dini adalah serviks mulai terbuka yang disebut dilatasi. Dilatasi biasanya diukur dalam sentimeter dari nol hingga 10. Pada ukuran nol, artinya tidak ada dilatasi. Sementara pada ukuran 10 sentimeter, serviks sepenuhnya melebar.

Awalnya, perubahan serviks ini bisa sangat lambat. Setelah Bunda memasuki persalinan aktif yakni ketika serviks terbuka 6 sentimeter atau lebih, Bunda dapat mengharapkan dilatasi yang lebih cepat.

3. Peningkatan keputihan

Selama kehamilan, sumbat lendir yang tebal akan menghalangi pembukaan serviks untuk mencegah bakteri masuk ke rahim. Selain itu, selama trimester ketiga akhir, sumbat ini mungkin berpindah ke vagina. Akibatnya, Bunda mungkin melihat peningkatan keputihan yang bening, merah muda, atau sedikit berdarah.

4. Merasakan bayi telah turun

Penurunan atau masuknya kepala bayi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketika kepala bayi telah masuk jauh ke dalam panggul. Hal ini dapat menyebabkan perubahan bentuk perut ibu hamil, yang mungkin terasa lebih ringan karena bayi berada lebih rendah di panggul.

5. Pecah ketuban

Ketika ketuban pecah, Bunda mungkin mengalami sedikit cairan keluar dari vagina. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter dan pergilah ke rumah sakit.

6. Kontraksi

Kontraksi adalah kondisi ketika rahim mengencang dan mengendur. Selama beberapa bulan terakhir kehamilan, Bunda mungkin merasakan kontraksi ringan dari waktu ke waktu. Ini disebut kontraksi Braxton Hicks di mana kontraksi ini tidak menandakan dimulainya persalinan.

Pada kontraksi yang sesungguhnya jelang persalinan, kontraksi terus berlanjut apa pun yang Bunda lakukan baik sedang berdiri, duduk, atau berbaring. Dan, seiring waktu, kontraksi persalinan semakin kuat dan makin intens.

Kenali warna lendir saat mau melahirkan

Warna lendir jelang melahirkan biasanya secara bertahap berbeda-beda warnanya ya, Bunda. Berikut ini beberapa warnanya yang perlu Bunda ketahui:

1. Lendir warna bening

Ketika lendir warna bening biasanya menjadi tanda bahwa tubuh sedang bersiap untuk persalinan. Namun, hal ini tidak selalu mengindikasikan bahwa persalinan akan segera dimulai ya, Bunda.

2. Lendir warna kecokelatan

Lendir warna kecoklatan dapat menunjukkan bahwa tubuh sedang bersiap untuk persalinan. Seringnya, kondisi ini terjadi setelah hal-hal seperti pemeriksaan leher rahim atau hubungan seksual. Warna cokelat biasanya hanya darah lama yang keluar dari sistem tubuh seperti dikutip dari laman Baby Forest.

3. Lendir warna hijau atau kuning

Jika Bunda menemukan lendir warna hijau atau kuning, bisa jadi hal tersebut menandakan adanya infeksi seperti infeksi bakteri, atau bahkan potensi kebocoran cairan ketuban. 

4. Lendir warna merah muda

Ketika lendir warna merah muda atau berwarna darah, hal ini jadi pertanda bahwa leher rahim mulai melebar. Sering kali, hal ini jadi pertanda baik bahwa persalinan segera tiba. Tetapi, jika kondisinya justru banyak darah, ada baiknya segera menghubungi dokter ya, Bunda.

5. Lendir warna merah terang

Lendir warna merah terang bisa menjadi tanda perdarahan aktif yang membutuhkan penanganan segera. Jika Bunda melihat banya darah merah terang, jangan ragu menghubungi dokter sesegera mungkin ya, Bunda.

10 Tanda Melahirkan Sudah Dekat/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

Beda lendir keputihan dengan lendir tanda mau melahirkan

Keputihan selama kehamilan memang umum terjadi ya, Bunda. Meski demikian, ada perbedaan antara keputihan dengan lendir tanda mau melahirkan yang juga kerap keluar dari vagina. Apa sebenarnya beda lendir keputihan dengan lendir tanda mau melahirkan?

1. Perbedaan dari warna

Warna bisa menjadi petunjuk bahwa keputihan dan lendir tanda mau melahirkan berbeda. Pada lendir tanda mau melahirkan biasanya mengandung darah yang dapat membuatnya berwarna cokelat, merah muda, atau kemerahan.

Sementara, pada keputihan biasa selama kehamilan, lendirnya tidak mengandung darah dan biasanya berwarna putih atau kuning muda, seperti dikutip dari laman Natural Cycles.

2. Aroma

Lendir jelang persalinan relatif tidak berbau. Biasanya, lendir ini keluar secara bertahap selama beberapa hari atau mungkin keluar sekaligus dalam gumpalan besar, sekitar satu atau dua inci panjangnya seperti dikutip dari laman Baby Center.

3. Jumlah Lendir

Sumbat lendir jelang persalinan fungsinya ialah menyumbat leher rahim yang panjangnya sekitar empat sentimeter. Banyak dari jumlah lendir ini sendiri sekitar dua sendok makan. 

4. Konsistensi

Konsistensi dalam sumbat lendir jelang melahirkan biasanya lebih kental dan lebih lengket dibandingkan lendir keputihan yang cenderung lebih encer dan lebih licin.

5. Rasa sakit

Keluarnya lendir jelang persalinan sering kali disusul dengan adanya kontraks yakni di mana kondisi rahim mengencang lalu rileks. Bagi sebagian orang, kontraksi mungkin terasa seperti nyeri haid yang hebat.

Kontraksi yang dirasakan jelang persalinan cenderung menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering seiring kemajuan persalinan Bunda. Selama kontraksi, otot rahim juga akan mengencang dan rasa sakit meningkat seperti dikutip dari laman Nhs.

5 Cara mengatasi lendir tanda mau melahirkan

Jika Bunda menyadari bahwa lendir tanda mau melahirkan mulai keluar, sebaiknya segera bersiap-siap ke rumah sakit jika gejalanya disertai kondisi yang membahayakan. Berikut cara mengatasi lendir tanda mau melahirkan yang bisa dilakukan, Bunda:

1. Tetap tenang

Jika kehamilan Bunda sudah cukup bulan, lebih dari 37 minggu, tidak perlu segera menghubungi dokter kecuali Bunda mengalami perdarahan hebat, kontraksi teratur, lendir berbau sangat busuk, dan ketuban pecah. Selain itu, perhatikan demam atau demam atau keluarnya cairan ketuban berwarna hijau atau kuning.

2. Segera hubungi dokter

Pada kehamilan kurang dari 37 minggu, keluarnya lendir jelang persalinan mungkin bisa menyebabkan kekhawatiran. Apalagi, risiko komplikasi seperti persalinan prematur bisa terjadi. Karenanya, segeralah menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

3. Ketahui tanda-tanda persalinan lainnya

Setelah keluar sumbat lendir, waspadai indikasi lain bahwa Bunda sedang dalam tahap jelang persalinan. Tanda-tanda lainnya termasuk penurunan posisi bayi, kram atau nyeri punggung yang lebih parah, merasa lebih lelah, atau mengalami sensasi sendi yang longgar seperti dikutip dari laman Parents.

4. Tetap berjalan apa adanya

Jika sudah melewati tanggal perkiraan lahir dan belum juga keluar sumbat lendir, Bunda tidak perlu berpikir untuk membuatnya keluar secara paksa. Sebab, sumbat lendir merupakan cara untuk melindungi Bunda dan bayi dan akan keluar pada waktunya. Dokter biasanya memiliki cara lain untuk mempercepat prosesnya, seperti menggunakan pitocin jika diperlukan. Tetaplah rileks dan biarkan berjalan apa adanya.

5. Hindari stres

Kehilangan sumbat lendir tidak memiliki arti selain sebagai tanda bahwa persalinan segera terjadi. Meski ini belum dialami, sebaiknya Bunda tidak merasa stres jika memang belum melihat penampakan sumbat lendir tersebut. Bersikaplah tenang dan biarkan lendir jelang melahirkan keluar secara alami.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

BAB Terasa Sakit Setelah Operasi Caesar? Ini Cara Mengatasinya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengenal Otrovert, Kepribadian Tersembunyi Antara Introvert dan Ekstrovert

Mom's Life Nadhifa Fitrina

5 Potret OOTD Arash Anak Aaliyah Massaid, Gayanya Disebut Old Money

Parenting Nadhifa Fitrina

Keluar Lendir Tanpa Darah, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

20 Tempat Bukber di Margonda Depok, Lengkap dari Estetik hingga Terjangkau Mulai Rp20 Ribuan

Mom's Life Natasha Ardiah

Cerita Dian Sastrowardoyo Putuskan Adopsi Kucing Bareng Dee Lestari, Kok Bisa?

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Otrovert, Kepribadian Tersembunyi Antara Introvert dan Ekstrovert

5 Potret OOTD Arash Anak Aaliyah Massaid, Gayanya Disebut Old Money

Keluar Lendir Tanpa Darah, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Cerita Dian Sastrowardoyo Putuskan Adopsi Kucing Bareng Dee Lestari, Kok Bisa?

20 Tempat Bukber di Margonda Depok, Lengkap dari Estetik hingga Terjangkau Mulai Rp20 Ribuan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK