Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Setelah Tarawih atau Jelang Sahur? Ini Tips Atur Waktu Hubungan Intim Selama Ramadan

Melly Febrida   |   HaiBunda

Kamis, 19 Feb 2026 21:40 WIB

Suami istri muslim
Setelah Tarawih atau Jelang Sahur? Ini Tips Atur Waktu Hubungan Intim Selama Ramadan/Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Daftar Isi
Jakarta -

Pasangan suami istri (pasutri) selama Ramadhan bukan berarti tak boleh sama sekali berhubungan intim. Yang terpenting, pasutri mengatur waktu intim selama Ramadan. Manakah yang terbaik, setelah tarawih atau jelang sahur?

Pasutri tetap diperbolehkan berhubungan intim selama Ramadan, asalkan dilakukan di luar waktu puasa. Selama puasa, umat muslim tetap melakukan aktivitas harian sehingga tubuh membutuhkan energi.

Padahal, waktu istirahat juga berubah. Pengaturan waktu intim yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan, kualitas ibadah, dan keharmonisan rumah tangga.

Aturan hubungan intim selama Ramadan

Hubungan seks selama Ramadan masih diperbolehkan, tapi tidak tanpa syarat. Melansir StudioArabiya, saat seseorang berpuasa sepanjang siang hari di bulan suci Ramadan maka ia tidak makan, minum, atau melakukan hubungan seksual. Namun, pada malam hari, pasutri dihalalkan untuk berhubungan intim.

Al-Qur'an menyebutkan bahwa hubungan seksual diperbolehkan dari waktu matahari terbenam (Maghrib) di malam hari sejak awal Ramadan dan tidak boleh melebihi waktu subuh (Fajar).

Itu menandakan bahwa pasutri hanya boleh berhubungan intim pada malam sebelum puasa, pasutri bebas untuk melakukan keintiman seolah-olah tidak ada dosa atau kesalahan.

Jika pasutri nekat melakukan hubungan seksual selama jam puasa, yakni dari subuh hingga matahari terbenam, maka dapat membatalkan puasa serta memerlukan penebusan. 

Waktu terbaik, setelah tarawih atau jelang sahur?

Mengenai hubungan seksual di malam hari selama Ramadan, memang diperbolehkan dan tidak dilarang.

Allah berfirman:

"Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa." [Al Baqarah 2:187]

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa diperbolehkan makan, minum, dan bersetubuh di malam-malam Ramadhan sampai fajar. Setelah bersetubuh, wajib mandi wajib (ghusl), kemudian shalat Subuh.

Lantas, waktu terbaik setelah tarawih atau jelang sahur? Secara medis, tidak ada waktu yang mutlak paling benar. Pilihan waktu intim tergantung kondisi fisik, kualitas tidur, dan aktivitas pasangan.

Berikut perbandingannya berhubungan intim antara setelah tarawih atau jelang sahur yang dirangkum dari berbagai sumber:

Setelah tarawih

Kelebihannya:

  • Setelah berbuka, tubuh sudah mendapatkan asupan energi.
  • Waktu tidur malam masih cukup panjang.
  • Lebih santai dan tidak terburu waktu sahur.

Kekurangannya:

  • Sebagian orang masih merasa kekenyangan. Kebanyakan orang makan besar setelah tarawih.
  • Waktu tidur bisa tertunda jika terlalu larut.

Tubuh yang cukup energi dan tidak terlalu lelah biasanya membuat hubungan intim terasa lebih nyaman dan memuaskan.

Jelang sahur

Kelebihan:

  • Tubuh dalam kondisi rileks setelah tidur.
  • Hormon testosteron pada pria cenderung lebih tinggi di pagi hari, sehingga dapat meningkatkan gairah seksual.

Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa kadar testosteron pria mengikuti ritme harian, dengan level tertinggi biasanya terjadi pada pagi hari dan menurun sepanjang hari.

Kekurangannya:

  • Waktu terbatas karena harus sahur.
  • Tubuh bisa menjadi lelah karena kualitas tidur terganggu.

Tips mengatur waktu intim selama Ramadan

Hubungan intim selama Ramadan diharapkan tetap nyaman dan tidak mengganggu ibadah. Beberapa tips ini bisa dilakukan pasutri:

1. Memilih waktu saat tubuh tidak terlalu lelah

Sebaiknya menghindari hubungan intim jika tubuh kelelahan usai menjalani aktivitas harian yang cukup berat. Tubuh yang terlalu lelah bisa menurunkan gairah dan kualitas hubungan.

2. Menghindari langsung berhubungan setelah makan besar

Berhubungan intim saat perut terlalu kenyang dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman. Sistem pencernaan membutuhkan energi, sehingga aliran darah tidak maksimal ke organ reproduksi. Idealnya, berikan jeda sekitar 1 hingga 2 jam setelah makan besar sebelum berhubungan intim.

3. Memperhatikan waktu mandi wajib

Usahakan pasutri untuk memastikan masih ada waktu mandi wajib sebelum waktu salat subuh jika berhubungan intim pada malam hari. Ini penting agar ibadah puasa yang dijalani tetap sah.

4. Menjaga kualitas tidur

Pasutri juga penting untuk memperhatikan kualitas tidur selama Ramadan. Kurang tidur usai berhubungan intim dapat mempengaruhi mood, energi, serta kesehatan secara keseluruhan. Pastikan kualitas tidur pasutri tidak terlalu berkurang karena berhubungan intim.

5. Komunikasikan dengan pasangan

Pasutri penting untuk saling berdiskusi soal waktu yang paling nyaman untuk berhubungan intim. Karena setiap pasangan memiliki ritme energi dan kebiasaan yang berbeda.

ta

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda