kehamilan
Ini Kondisi Janin saat Ibu Hamil Berpuasa, Ternyata...
HaiBunda
Jumat, 20 Feb 2026 07:00 WIB
Daftar Isi
Menjalani puasa saat hamil sering kali membuat Bunda bertanya-tanya, “Janinku aman nggak ya kalau aku nggak makan dan minum seharian?” Kekhawatiran ini wajar banget, Bun. Apalagi banyak mitos yang bilang janin bisa 'kelaparan' kalau ibunya berpuasa.
Menurut ulasan medis, kondisi tersebut sebenarnya tidak sesederhana itu. Yuk, kita bahas Bunda.
Apakah janin akan kelaparan?
Kabar baiknya, janin tidak langsung kelaparan saat Bunda berpuasa. Tubuh ibu hamil itu luar biasa pintar. Saat Bunda tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa jam, tubuh tetap berusaha menyalurkan nutrisi ke janin. Nutrisi tersebut berasal dari makanan yang sudah dikonsumsi sebelumnya dan juga dari cadangan energi dalam tubuh, seperti lemak.
Janin mendapatkan nutrisi melalui plasenta. Selama fungsi plasenta baik dan tidak ada gangguan medis tertentu, suplai nutrisi tetap berjalan. Jadi, bukan berarti setiap kali Bunda merasa lapar, janin juga ikut kelaparan. Masalah biasanya muncul bukan karena puasanya, melainkan jika ada gangguan pada plasenta atau kondisi medis tertentu yang memang menghambat aliran nutrisi.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Medical Sciences membandingkan 25 ibu hamil yang berpuasa dengan 27 ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan pada trimester kedua dan ketiga. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam pertumbuhan janin seperti diameter kepala, panjang tulang paha, ukuran perut, dan berat badan janin antara ibu yang berpuasa dan yang tidak.
Selain itu, volume cairan ketuban dan indeks Doppler untuk aliran darah ke plasenta dan ari-ari juga tidak berbeda secara signifikan di antara kedua kelompok. Artinya, puasa tidak memberi efek negatif terhadap pertumbuhan janin dan sirkulasi materno-fetal berdasarkan parameter yang diukur.
Apa yang terjadi pada tubuh ibu hamil saat berpuasa?
Walaupun janin tetap mendapatkan nutrisi, puasa memang bisa memengaruhi metabolisme tubuh Bunda.
Saat tidak makan dalam waktu lama, kadar gula darah bisa menurun. Tubuh kemudian mencari sumber energi lain dengan memecah cadangan lemak. Proses ini bisa menghasilkan zat yang disebut keton.
Jika kadar keton terlalu tinggi dan berlangsung lama, kondisi ini tidak ideal untuk kehamilan karena berpotensi memengaruhi pertumbuhan janin. Selain itu, puasa tanpa pengaturan makan yang baik juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika Bunda kurang minum saat sahur dan berbuka.
Beberapa studi, termasuk penelitian pada populasi ibu hamil di Uni Emirat Arab yang dikutip dari Springer, menunjukkan bahwa puasa dapat menyebabkan perubahan pada kadar glukosa darah dan metabolisme ibu, misalnya gula darah setelah berbuka bisa lebih tinggi daripada kelompok tanpa puasa. Hal ini belum dikaitkan langsung dengan efek buruk pada janin, tetapi menunjukkan bahwa puasa dapat memengaruhi metabolisme energi ibu.
Selain itu, penelitian lain yang dilakukan di Rumah Sakit Obstetri dan Perawatan Anak Antakya (Turki) pada tahun 2014 melibatkan 240 ibu hamil yang sehat terbagi ke dalam kelompok yang berpuasa dan yang tidak berpuasa di setiap trimester. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam kenaikan berat janin, ukuran tubuh janin, profil biofisik janin, indeks cairan ketuban, atau rasio aliran darah umbilikalis antara ibu yang berpuasa dan tidak.
Dengan kata lain, hasil kehamilan (termasuk parameter perkembangan janin) tidak terpengaruh oleh puasa. Studi ini menekankan pentingnya hidrasi dan asupan kalori yang cukup saat sahur dan berbuka apabila ibu memilih berpuasa.
Karena itu, kondisi setiap ibu hamil tidak bisa disamaratakan. Ada yang tetap kuat berpuasa, ada juga yang mudah lemas atau pusing.
Kapan puasa ibu hamil perlu dibatalkan?
Bunda sebaiknya berhati-hati atau bahkan menunda puasa jika memiliki kondisi seperti anemia berat, diabetes gestasional, riwayat gangguan pertumbuhan janin, atau kehamilan berisiko tinggi.
Selain itu, jika selama puasa Bunda mengalami:
- Pusing hebat,
- Lemas berlebihan,
- Mual muntah parah,
- Kontraksi dini,
- Gerakan janin terasa berkurang.
Sebaiknya segera berbuka dan konsultasikan ke dokter.
Dalam ajaran agama pun, ibu hamil termasuk yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa jika khawatir terhadap kesehatannya atau janin. Jadi, tidak perlu merasa bersalah ya, Bun.
Hukum Puasa bagi Ibu Hamil/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki |
Tips aman berpuasa saat hamil
Bunda yang ingin tetap berpuasa saat hamil tentu perlu persiapan ekstra. Walaupun banyak penelitian menunjukkan puasa relatif aman pada ibu hamil yang sehat, kondisi tiap kehamilan tetap berbeda. Supaya ibadah tetap nyaman dan janin tetap terlindungi, ini beberapa tips yang bisa Bunda terapkan:
1. Konsultasi ke dokter terlebih dahulu
Sebelum mulai puasa, pastikan Bunda sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Ini penting terutama jika Bunda memiliki anemia, diabetes gestasional, riwayat keguguran, atau kehamilan risiko tinggi. Dokter akan menilai apakah kondisi Bunda memungkinkan untuk berpuasa.
2. Jangan lewatkan sahur
Sahur bukan sekadar formalitas, Bun. Pilih makanan dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum), protein (telur, ayam, ikan, tahu, tempe), lemak sehat, serta sayur dan buah. Karbohidrat kompleks membantu menjaga gula darah lebih stabil sepanjang hari.
3. Perbanyak cairan
Targetkan minimal 8 gelas air antara waktu berbuka hingga sahur. Bunda bisa membaginya dengan pola 2–4–2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur). Hindari minuman berkafein berlebihan karena bisa meningkatkan risiko dehidrasi.
4. Hindari makanan terlalu manis dan berminyak
Makanan manis berlebihan saat berbuka memang menggoda, tapi bisa membuat gula darah naik cepat lalu turun drastis. Ini justru membuat Bunda lebih cepat lemas keesokan harinya.
5. Kurangi aktivitas berat
Selama puasa, usahakan tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu menguras tenaga. Jika Bunda bekerja, atur ritme agar tidak terlalu lelah. Istirahat cukup sangat membantu menjaga stamina.
6. Perhatikan tanda bahaya
Segera berbuka jika muncul tanda seperti pusing berat, pandangan kabur, lemas ekstrem, kontraksi dini, nyeri perut hebat, atau gerakan janin terasa berkurang. Jangan dipaksakan, karena kesehatan Bunda dan bayi adalah prioritas.
7. Rutin pantau kehamilan
Tetap jalani kontrol kehamilan sesuai jadwal. Jika perlu, dokter mungkin akan memantau berat badan, tekanan darah, serta pertumbuhan janin untuk memastikan semuanya tetap dalam batas normal.
Yang paling penting, Bun, dengarkan tubuh sendiri. Jika merasa tidak kuat, tidak apa-apa untuk tidak berpuasa. Dalam ajaran agama, ibu hamil termasuk yang mendapat keringanan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Apakah Ibu Hamil Puasa Memengaruhi Berat Badan Janin? Simak Kata Dokter
Kehamilan
7 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil saat Sahur, Bisa Membahayakan Janin!
Kehamilan
5 Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil yang Bekerja agar Tetap Fit dan Bugar
Kehamilan
Ketahui Hukum Puasa bagi Ibu Hamil Menurut Islam
Kehamilan
Bukan Air Es, Ini Minuman yang Sebaiknya Dihindari Bumil Saat Buka Puasa
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hukum Puasa bagi Ibu Hamil/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki
Apakah Ibu Hamil Puasa Memengaruhi Berat Badan Janin? Simak Kata Dokter
Amankah bila Ibu Hamil Berbuka Puasa dengan Makanan Manis?
Amankah Ibu Hamil yang Puasa tapi Berat Badan Turun?