KEHAMILAN
21 Kesalahan Penggunaan Kondom yang Perlu Dihindari
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 24 Feb 2026 21:15 WIBPenggunaan kondom bisa menjadi jalan ninja memproteksi kehamilan secara mudah jika digunakan secara benar. Namun, ada saja kesalahan penggunaan kondom yang perlu dihindari karena dapat mengurangi efektivitasnya.
Sebagian orang berpikir bahwa kondom bisa menjadi alat proteksi utama terhadap kehamilan serta risiko IMS. Padahal, kondom pun hanyalah alat bantu biasa yang tidak 100 persen efektif dalam melindungi semua risiko yang dikhawatirkan.
Kesalahan penggunaan kondom yang perlu dihindari
Penggunaan kondom yang benar memainkan peran kunci dalam perlindungan secara maksimal. Sebelum menggunakannya, pahami terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya serta pastikan menghindari kesalahan pengguna kondom yang bisa membuat manfaatnya tidak maksimal. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:
1. Tidak melakukan tes PMS
Kondom memang efektif dalam mencegah penyakit menular seksual, tetapi tidak secara sempurna. Kondom menawarkan perlindungan paling besar terhadap infeksi seperti gonore, klamidia, hepatitis A dan B, dan HIV, tetapi tidak selalu berhasil sebagai penghalang terhadap PMS lainnya. Alasannya, tidak semua PMS menyebar melalui cairan yang artinya risiko tertular melalui kontak kulit ke kulit masih bisa terjadi karena kondom tidak menutupi seluruh area kemaluan.
2. Menggunakan kembali kondom
Jangan pernah mencuci atau menggunakan kembali kondom yang sudah dipakai. Sebab, kondom bekas tidak dianggap andal dalam pencegahan kehamilan dan PMS.
3. Menggunakan kondom yang tidak pas
Penis memiliki berbagai bentuk dan ukuran sama halnya dengan alat proteksi seperti kondom. Jika seseorang menggunakan kondom yang tidak pas, manfaat kontrasepsi pun tidak berjalan maksimal. Hindari juga penggunaan kondom yang terlalu ketat karena lebih mudah robek dan kondom yang terlalu besar lebih mungkin mudah terlepas.
4. Menggunakan kondom yang disimpan di dalam dompet
Seseorang yang terus menerus duduk di atas kondom dan memanaskannya akan mengurangi manfaat perlindungannya, seperti dikatakan Dr Brian A. Levine, M.D, seorang pakar kesuburan dan endokrinologi reproduksi.
5. Menggunakan kondom merupakan cara terbaik menghindari kehamilan
"Kondom adalah alat kontrasepsi yang bagus, tetapi tidak sempurna," kata Dr. Levine. Penelitian kontrasepsi sebelumnya menunjukkan bahwa kondom eksternal (yang dipasang di atas penis) 98 persen efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan sempurna.
6. Tidak memeriksa pembungkus kondom dan melihat apakah ada robekan atau tidak
Meskipun memakan waktu lebih untuk memeriksa hal tersebut, sebelum menggunakannya memang perlu melihat detail pembungkus dari kondom itu sendiri guna memastikan kondisinya utuh.
7. Tidak memasang kondom dengan benar
Tepi yang digulung dari kondom eksternal harus berada di luar, menghadap menjauh dari penis. Jadi, pastikan menggunakannya dengan benar.
8. Menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa
Periksa tanggal kedaluwarsa kondom secara rutin. Beberapa kondom mengandung spermisida atau bahan lain yang rusak seiring waktu dan tidak berfungsi dengan baik. Jika kondom sudah kedaluwarsa, kondom tersebut tidak akan seaman atau seefektif kondom yang belum kedaluwarsa.
9. Hanya melakukan di ujung penis tanpa perlindungan
Tindakan tersebut justru menjadi ide yang paling berisiko dari foreplay ketika dilakukan tanpa kondom. Secara teoritis, ide tersebut masih mungkin membuat perempuan hamil. Meskipun mungkin tidak ada sperma dalam cairan pra-ejakulasi, secara teknis cairan pra-ejakulasi dapat membawa beberapa sperma hidup yang berada di uretra.
10. Lupa mencubit ujung kondom
Ujung reservoir kecil di bagian atas kondom eksternal memiliki fungsi: untuk mengumpulkan sperma. Melewatkan langkah ini dapat menyebabkan sperma bocor keluar dari pangkal kondom.
11. Menggunakan dua kondom untuk keamanan ekstra
Tidak ada alasan untuk menggunakan dobel kondom sekaligus. Karena satu saja sudah cukup memastikan keamanan dalam berhubungan seks. Justru, gesekan antara dua kondom membuat masing-masing kondom lebih mungkin robek, seperti dikutip dari laman Self.
12. Tidak cukup sering mengganti kondom
Ketika pasangan sudah berejakulasi, tetapi ingin lanjut ke ronde kedua, segeralah berganti kondom. Bahkan, jika penis tidak sepenuhnya lemas, ada kemungkinan terjadinya pelunakan penis yang dapat memberi ruang bagi air mani untuk keluar.
13. Berpelukan setelah orgasme
Sperma dapat bocor keluar dari pangkal kondom terutama jika pasangan berada terlalu lama di dalam. Meskipun menyenangkan untuk berpelukan, sadarilah bahwa melakukannya tanpa menarik keluar terlebih dahulu, kondom akan terlepas dari penis. Jika itu terjadi, sperma berpotensi masuk ke vagina.
14. Tidak menggunakan pelumas dengan cukup
Jika gesekannya terlalu banyak, atau jika sering berganti posisi, ada kemungkinan kondom akan robek. Pastikan memiliki banyak pelumas sehingga dapat menghindari masalah tersebut.
15. Menggunakan jenis pelumas yang salah
Carilah pelumas berbahan dasar air atau silikon, bukan berbahan dasar minyak untuk digunakan dengan kondom lateks. Hindari juga penggunaan losion, minyak pijat, atau petroleum jelly sebagai pengganti pelumas.
16. Tidak memiliki persediaan kondom
Memiliki kondom cadangan baik dilakukan untuk menjaga stok ketika dibutuhkan. Termasuk ketika kondom ada yang reject, dan permasalahan lainnya.
17. Tidak menggunakan kondom setiap kali seharusnya
Agar kondom berfungsi maksimal, gunakan sepanjang waktu saat berhubungan seks. Tetapi, hanya 59 persen orang yang menggunakan kondom dengan metode kontrasepsi lain yang tetap menggunakan kondom sepanjang waktu, menurut sebuah studi pada 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Contraception. Para peneliti menemukan bahwa 35 persen orang memulai hubungan seksual tanpa kondom dan 6 persen melepas kondom di beberapa titik selama hubungan seks.
18. Tidak menggunakan kondom untuk seks oral
Penularan IMS selama seks oral bisa terjadi ketika kondom tidak digunakan. Karenanya, proteksi melalui kondom tetap diperlukan.
19. Tidak mempertimbangkan untuk menggunakan kondom internal
Kondom internal telah mengalami banyak perkembangan yang layak dicoba. Kondom ini sangat efektif, dan model baru yang lebih baik sehingga tidak berisik ketika digunakan.
20. Berhubungan seks setelah kondom robek
Ketika kondisi kondom robek, segeralah menggantinya dengan yang baru. Pastikan menghentikan sesi bercinta sementara dan meminta pasangan menarik diri atau Bunda sendiri yang menarik diri. Kemudian, dengan hati-hati keluarkan kondom yang rusak dan memasang yang baru.
21. Menggunakan kondom alami ketimbang lateks
Beberapa orang merasa alergi dengan kondom lateks dan mungkin mencoba kondom yang terbuat dari kulit domba dan berbagai bahan lainnya. CDC mengatakan bahwa untuk menghindari kondom alami ini jika memungkinkan karena kondom tipe ini lebih berpori daripada jenis lateks sehingga kurang efektif melawan PMS.
Demikian Bunda, kesalahan penggunaan kondom yang perlu dihindari agar tetap aman. Semoga informasinya membantu ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
Simak video di bawah ini, Bun:
Program Hamil, Berapa Kali Berhubungan Intim dalam Seminggu?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Tepat Gunakan Kondom agar Efektif Cegah Kehamilan, Cek Masa Pakai
3 Hal yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Kehamilan Usai Berhubungan Intim Tanpa Kondom
Cara Menentukan Ukuran Kondom yang Tepat untuk Berhubungan Intim
3 Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan
TERPOPULER
Menikah di Tanggal Cantik, Nuri Shaden & Hikmal Abrar Rayakan Anniversary ke-17 Bersama Ketiga Anak
Sayyidul Istighfar: Arti, Cara Mengamalkan Doa, dan Keutamaan yang Dijanjikan Allah
Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Benarkah Sakit Parah saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Anak? Ini Kata Studi
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Menikah di Tanggal Cantik, Nuri Shaden & Hikmal Abrar Rayakan Anniversary ke-17 Bersama Ketiga Anak
Sayyidul Istighfar: Arti, Cara Mengamalkan Doa, dan Keutamaan yang Dijanjikan Allah
Benarkah Sakit Parah saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Otak Anak? Ini Kata Studi
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dahlia dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Raja Charles III Kirim Surat ke Pangeran Harry & Meghan Markle, Tegaskan Status Keduanya Non-Working Royal
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pakai Behel Tapi Gigi Susah Dibersihkan? Ini 3 Sikat Gigi yang Aman Buat Kawat Gigi
-
Beautynesia
Daftar Gunung Api Aktif Terbesar di Dunia, Ada yang Tingginya Hampir 7.000 meter
-
Female Daily
Seharian Kena Polusi? 4 Micellar Water Lokal Ini Bisa Jadi First Cleanser Andalan!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 11 September: Leo Saling Percaya, Cancer Tetap Waspada
-
Mommies Daily
Skincare 10 Step Mulai Ditinggalkan? Ini Tren Skincare Minimalis dengan Prinsip “Less Is More”