HaiBunda

KEHAMILAN

Perut Ibu Hamil Mulas atau Kontraksi? Ini Cara Membedakannya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 02 Mar 2026 19:10 WIB
Perut Ibu Hamil Mulas atau Kontraksi? Ini Cara Membedakannya/Foto: Getty Images/damircudic
Jakarta -

Jelang persalinan, perut mulas sering kali membingungkan apakah sudah benar-benar kontraksi atau belum. Sebenarnya, bagaimana perut bumil mulas atau kontraksi? Ini cara membedakannya.

Meskipun tanggal hari perkiraan lahir masih menghitung hari, tetapi Bunda perlu memahami seperti apa sensasi kontraksi yang sesungguhnya. Sehingga, Bunda tidak dibuat bingung ketika merasakannya.

Tak jarang, perut memang kerap mulas menjelang hari persalinan meskipun bukan kontraksi sungguhan. Karenanya, ketimbang membingungkan, yuk, cari tahu seperti apa sebenarnya kontraksi jelang persalinan.


Membedakan perut mulas dan kontraksi

Kontraksi persalinan yang sebenarnya biasanya dimulai di bagian atas rahim dan menjalar ke bawah. Kemudian, intensitasnya dan frekuensinya terus meningkat seiring waktu. Kontraksi ini sendiri merupakan sinyal tubuh bahwa persalinan akan dimulai dan bahwa leher rahim mulai berubah sebagai persiapan kelahiran. Dengan adanya tekanan dari kepala bayi dapat menyebabkan leher rahim melebar dan menipis.

Pada fase permulaan di persalinan awal merupakan bagian persalinan terpanjang ya, Bunda. Sehingga, waktunya tidak dapat diprediksi dan dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Selama fase ini, rahim mulai berkontraksi dan mengencang. 

Namun, kontraksi biasanya bersifat ringan dan sering kali tidak teratur. Tetapi, seiring waktu, persalinan awal berlanjut ke fase aktif, dan kontraksi terus meningkat baik dalam intensitas dan frekuensi seperti dikutip dari laman Bswhealth.

Tanda-tanda ibu hamil mengalami kontraksi

Meskipun nyeri kontraksi persalinan awal mirip dengan nyeri perut akibat gas, namun ada beberapa cara utama untuk membedakannya. Berikut ini beberapa tanda-tanda yang bisa dijadikan panduannya:

1. Ketidaknyamanan yang muncul memiliki ritme

Kontraksi biasanya datang bergelombang dan dimulai dari yang lebih ringan sebelum mencapai puncaknya kemudian menjadi lebih ringan lagi, dengan jeda di antaranya. Sementara pada nyeri perut akibat gas, biasanya lebih konstan.

"Bunda akan merasakan pola dari kontraksi persalinan, di mana kontraksi datang setiap empat hingga lima menit dan semakin kuat," kata Paul du Treil, MD, seorang dokter kandungan dan direktur kesehatan ibu dan anak di Touro Infirmary di New Orleans. Jadi, keluarkan stopwatch dan lihat apakah nyeri terjadi pada interval yang teratur. Jika tidak, dan nyeri lebih konstan atau tidak teratur, kemungkinan besar itu adalah nyeri akibat gas daripada nyeri persalinan.

2. Perut terasa kencang

Nyeri persalinan biasanya melibatkan kontraksi otot yang kuat di rahim. Ada pengencangan yang tidak nyaman di perut selama persalinan, di mana seluruh perut terasa keras," kata Dr. du Treil seperti dikutip dari laman Parents.

Karenanya, jika perut mengeras setiap kali Bunda mengalami nyeri dan kemudian melunak setelahnya, kemungkinan itu adalah kontraksi dan bukan nyeri perut akibat gas. 

3. Ada sensasi yang terjadi di area vagina

Kontraksi persalinan yang sebenarnya biasanya disertai dengan berbagai gejala persalinan lainnya. "Lendir berdarah atau perubahan pada cairan vagina meningkatkan kemungkinan bahwa itu adalah persalinan sungguhan dan bukan alarm palsu," kata Bart Putterman, MD, seorang dokter kandungan di Texas Children Pavilion for Women di Houston.

Tanda-tanda nyeri perut akibat gas

Nyeri perut akibat gas umum terjadi selama kehamilan dikarenakan faktor hormon serta tekanan yang diberikan bayi yang sedang bertumbuh pada saluran pencernaan. Sehingga, terjadi gangguan pencernaan secara tidak langsung yang mengakibatkan perut jadi lebih bergas. Berikut ini tanda-tanda nyeri perut akibat gas yang perlu Bunda ketahui:

1. Nyeri tidak teratur dan tajam

Gas akan datang dan pergi secara tidak teratur. Nyeri yang menyertainya sering kali lebih tajam daripada nyeri kontraksi yang umumnya ditandai sebagai nyeri perut secara menyeluruh, mirip dengan kram menstruasi.

2. Makanan tertentu memicu gas

Karena tekanan yang diberikan bayi pada sistem pencernaan, makanan apa pun dapat menjadi penyebab gas selama kehamilan. Namun, beberapa makanan tertentu seperti makanan yang digoreng, berminyak, dan pedas, dapat meningkatkan gas.

3. Pergi ke kamar mandi memberikan kelegaan

Nyeri perut akibat gas biasanya cepat mereda setelah buang air di kamar mandi. Jika ini membantu, artinya bayi dalam rahim belum akan keluar. Melakukan peregangan ringan atau berjalan dapat membantu meredakan nyeri perut akibat gas.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membedakan perut mulas atau kontraksi ya, Bunda. Semoga informasinya membantu.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

BAB Terasa Sakit Setelah Operasi Caesar? Ini Cara Mengatasinya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Kiyoji Anak Ketiga Jennifer Bachdim, Wajah Bule & Matanya Indah

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga, Indonesia Termasuk?

Mom's Life Nadhifa Fitrina

10 Jurusan Kuliah dengan Gaji Lulusan Paling Rendah, Meski Sudah 5 Tahun Bekerja

Mom's Life Amira Salsabila

Berawal dari Ngidam saat Hamil, Pengusaha Ini Ciptakan Cokelat Viral hingga Mendunia

Kehamilan Indah Ramadhani

Beranda x Samsung Indonesia: Main dan Belajar Paling ManTAB Bersama Kenkulus

Haibunda Squad Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Kiyoji Anak Ketiga Jennifer Bachdim, Wajah Bule & Matanya Indah

Beranda x Samsung Indonesia: Main dan Belajar Paling ManTAB Bersama Kenkulus

10 Jurusan Kuliah dengan Gaji Lulusan Paling Rendah, Meski Sudah 5 Tahun Bekerja

Berawal dari Ngidam saat Hamil, Pengusaha Ini Ciptakan Cokelat Viral hingga Mendunia

10 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga, Indonesia Termasuk?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK