HaiBunda

KEHAMILAN

Mengenal Hormon hCG yang Berperan Penting dalam Proses Kehamilan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 13:20 WIB
Hormon hCG yang Berperan Penting dalam Proses Kehamilan/ Foto: Getty Images/PonyWang

Pernahkah Bunda merasa mual dan muntah di pagi hari saat hamil? Kondisi ini sering disebut morning sickness yang biasanya terjadi pada trimester pertama. Salah satu penyebabnya adalah karena hormon hCG atau biasa disebut hormon kehamilan yang sedang meningkat.

Menurut dokter spesialis kandungan, Karen Carlson, MD, yang dikutip dari laman Nebraska Medicine, hormon ini sangat penting pada awal kehamilan. Bahkan, saat Bunda melakukan tes kehamilan di rumah, kadar hormon hCG dalam tubuh sudah mulai bekerja.

Selain berperan dalam proses kehamilan, hCG juga juga kerap digunakan pada program kesuburan untuk membantu memicu ovulasi. Cara ini digunakan untuk membantu perempuan yang sedang menjalani program hamil.


Meskipun hCG identik dengan reproduksi, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hormon tersebut muncul, seperti tumor atau kanker. Bila kadar hCG sangat tinggi tetapi tidak hamil, kondisi tersebut perlu diwaspadai dan segeralah temui dokter untuk lakukan pemeriksaan.

Mengenal apa itu hormon hCG

HCG atau Human Chorionic Gonadotropin adalah hormon kehamilan yang diproduksi tubuh setelah sel telur yang telah dibuahi sperma menempel pada dinding rahim. Proses ini umumnya terjadi sekitar 6 sampai 12 hari setelah pembuahan. 

Karena hormon hCG sudah muncul sejak awal kehamilan, maka hCG menjadi salah satu tanda pertama bahwa seorang perempuan sedang hamil. Hormon ini bisa dideteksi melalui darah maupun urine, sehingga digunakan sebagai dasar dalam pemeriksaan tes kehamilan.

Mengapa hormon hCG penting dalam proses kehamilan?

Pada awal kehamilan, hormon hCG berperan menjaga kelenjar endokrin dalam ovarium agar tetap menghasilkan hormon progesteron. Hal ini sangat penting karena tanpa progesteron yang cukup, kehamilan tidak dapat bertahan, Bunda.

Sebagai informasi tambahan, kadar progesteron yang meningkat dalam tubuh dapat membantu menjaga ketebalan dinding rahim, mendukung perkembangan plasenta, serta mempertahankan kehamilan di trimester pertama.

Kembali lagi, pada 6 minggu pertama, kadar hCG biasanya berlipat ganda setiap 48 hingga 72 jam. Oleh karena itu, dokter kandungan cenderung menilai berdasarkan jumlah kenaikan hCG selama beberapa waktu dibandingkan hanya satu waktu saja.

Kadar hCG sudah bisa terdeteksi sejak 3-7 hari pertama setelah pembuahan. Maka, jika kenaikannya tidak sesuai harapan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Namun, bila hCG mencapai titik stabil lalu menurun saat memasuki akhir kehamilan, itu merupakan kondisi yang normal, ya.

Apakah bisa hormon hCG meningkat tetapi tidak hamil?

Melansir dari temuan yang diterbitkan dalam jurnal Medscape, tidak semua kenaikan kadar hCG menandakan kehamilan, Bunda. Hormon hCG bisa muncul jika terdapat suatu kondisi tertentu dalam tubuh, baik yang normal maupun abnormal. Berikut kondisi yang membuat hormon hCG meningkat:

  • Pasca persalinan, di mana kadar hCG yang tersisa menandakan adanya sisa jaringan janin yang tertinggal.
  • Pasca perawatan tumor. Penurunan kadar hCG menandakan tumor mereda, tetapi sebaliknya jika meningkat menandakan tumor tersebut kembali datang.
  • Pada kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, kadar hCG tetap meningkat tetapi biasanya lebih lambat dari kehamilan normal.
  • Setelah keguguran, kadar hCG tidak langsung hilang. Biasanya membutuhkan waktu 7 sampai 60 hari untuk mereset kadarnya, tergantung usia kehamilan saat itu.
  • Penyakit trofoblastik gestasional. Kondisi seperti mola hidatidosa atau hamil anggur dan koriokarsinoma dapat menyebabkan kadar hCG sangat tinggi, terutama pada mola lengkap.
  • Kondisi implantasi juga dapat meningkatkan kadar hCG dalam tubuh.

Hasil tes hCG positif bisa palsu, bagaimana mengetahuinya?

Terkadang, hasil tes darah menunjukkan hCG positif tetapi tidak sedang hamil. Kondisi ini disebut positif palsu. Untuk memastikannya, terdapat dua cara biasa dilakukan, yakni sebagai berikut:

1. Membandingkan hasil tes darah dengan tes urine

Jika peningkatan hCG benar-benar terjadi, seharusnya hormon ini terdeteksi baik di urine maupun di darah. Namun, sebagian besar kasus positif palsu menunjukkan kadar hormon hCG yang hanya terdeteksi di darah, tetapi tidak ditemukan dalam urine.

Sebagai alternatif, lakukanlah pemeriksaan dengan urine agar mendapatkan hasil yang sensitif dan lebih tepat. Jika perlu, sampel urine bisa diperiksa menggunakan alat laboratorium yang sama seperti pemeriksaan darah untuk hasil yang lebih akurat.

2. Menguji di laboratorium berbeda

Cara kedua untuk memastikan hasil tes positif hCG palsu adalah dengan mengirimkan sampel darah ke dua laboratorium yang menggunakan metode pemeriksaan berbeda. Jika ditemukan perbedaan atau bahkan salah satunya negatif, kemungkinan besar itu merupakan hCG palsu.

Orang yang pernah mengalami hasil hCG positif palsu juga berisiko mengalami hasil positif palsu pada pemeriksaan lain, seperti tes CA-125 atau antibodi tiroid. Karenanya, penting untuk memberitahu tenaga kesehatan mengenai riwayat ini agar tercatat dalam rekam medis.

Nah, demikian informasi mengenai hormon hCG, hormon yang berperan penting dalam proses kehamilan. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bumil Simak Ya, Ini 10 Manfaat Melakukan USG Kehamilan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Ciri Perempuan Terlalu Banyak Berkorban untuk Orang yang Tak Melakukan Hal Sama Menurut Psikologi

Mom's Life Azhar Hanifah

Benarkah Anak yang Suka Main HP Bisa Sebabkan Mata Merah?

Parenting Kinan

Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Ini Cara Diet Ampuh Mengembalikannya, Bun

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Pakar Sebut Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Lambung Pasca Lebaran

Mom's Life Amira Salsabila

Kasus Kanker Ginjal Diprediksi Berlipat Ganda pada 2050, Ini Penyebab & Kelompok Paling Berisiko

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dampak Infeksi pada Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak

11 Ciri Perempuan Terlalu Banyak Berkorban untuk Orang yang Tak Melakukan Hal Sama Menurut Psikologi

Benarkah Anak yang Suka Main HP Bisa Sebabkan Mata Merah?

Pakar Sebut Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Lambung Pasca Lebaran

Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Ini Cara Diet Ampuh Mengembalikannya, Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK