kehamilan
Hamil Anak Kedua? Ini Perubahan pada Otak dan Tubuh Bunda yang Jarang Disadari
HaiBunda
Selasa, 03 Mar 2026 07:10 WIB
Daftar Isi
Bunda, kehamilan anak kedua sering terasa 'beda' dibanding yang pertama. Bukan cuma soal pengalaman yang sudah lebih matang, tapi memang ada perubahan nyata pada otak dan tubuh yang terjadi secara biologis. Sebagian terasa jelas, sebagian lagi jarang disadari.
Perubahan saat hamil anak kedua
Yuk, kenali apa saja perubahan yang bisa terjadi saat hamil anak kedua.
1. Otak Bunda makin adaptif dan responsif
Penelitian menggunakan pemindaian MRI menunjukkan bahwa kehamilan memicu perubahan struktur otak, terutama pada area yang berhubungan dengan empati, naluri keibuan, dan kemampuan membaca emosi bayi.
Studi dari peneliti di Autonomous University of Barcelona yang dipublikasikan di jurnal Nature Neuroscience menemukan adanya pengurangan volume materi abu-abu di area sosial otak, bukan berarti fungsi menurun, tapi justru menjadi lebih 'efisien' dan spesifik dalam merespons kebutuhan anak.
Pada kehamilan kedua, otak sudah memiliki 'jejak biologis' dari pengalaman sebelumnya. Itulah sebabnya banyak Bunda merasa lebih tenang, lebih peka, dan lebih cepat mengenali sinyal tubuh maupun gerakan janin.
Selain itu, studi yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan bahwa kehamilan pertama dan kedua memiliki dampak yang kuat dan unik pada otak ibu. Kelompok peneliti juga menemukan bahwa kehamilan mengubah fungsi otak. Para peneliti melacak 110 wanita, beberapa menjadi ibu untuk pertama kalinya, yang lain memiliki anak kedua, dan kelompok ketiga tetap tidak memiliki anak. Pemindaian otak berulang memungkinkan mereka untuk melihat dengan tepat apa yang berubah di otak para wanita.
"Dengan ini, kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa otak tidak hanya berubah selama kehamilan pertama, tetapi juga selama kehamilan kedua," kata Hoekzema, kepala Laboratorium Otak Kehamilan di Amsterdam UMC.
"Selama kehamilan pertama dan kedua, otak berubah dengan cara yang serupa dan unik. Setiap kehamilan meninggalkan jejak unik pada otak wanita," sambungnya.
Perubahan terbesar selama kehamilan pertama terjadi pada struktur dan aktivitas yang disebut jaringan mode default. Bagian otak ini penting untuk banyak fungsi, termasuk refleksi diri dan proses sosial. Selama kehamilan kedua, jaringan ini berubah lagi, tetapi tidak terlalu signifikan. Namun, selama kehamilan kedua, terjadi lebih banyak perubahan pada jaringan otak yang terkait dengan mengarahkan perhatian dan merespons rangsangan.
"Tampaknya selama kehamilan kedua, otak lebih banyak berubah pada jaringan yang terlibat dalam bereaksi terhadap isyarat sensorik dan dalam mengendalikan perhatian," jelas peneliti Milou Straathof, yang menganalisis data tersebut dikutip dari Medicalxpress.
2. Tubuh lebih cepat 'beradaptasi'
Beberapa perubahan fisik sering terasa lebih cepat di kehamilan kedua, seperti Perut tampak lebih cepat membesar, Gerakan janin terasa lebih awal, Kontraksi palsu (Braxton Hicks) lebih sering muncul
Hal ini terjadi karena otot rahim dan dinding perut sudah pernah meregang sebelumnya, sehingga responsnya lebih cepat dibanding kehamilan pertama.
3. Kelelahan bisa lebih terasa
Berbeda dengan kehamilan pertama, kini Bunda sudah punya si kakak yang tetap membutuhkan perhatian. Kombinasi perubahan hormon (progesteron yang meningkat) dan aktivitas mengurus anak membuat rasa lelah lebih intens.
Secara fisiologis, tubuh tetap mengalami peningkatan volume darah hingga 30–50 persen untuk mendukung janin. Jika asupan zat besi kurang, risiko anemia juga bisa meningkat.
4. Perubahan emosi yang lebih kompleks
Jika pada kehamilan pertama Bunda mungkin fokus pada rasa cemas soal persalinan, di kehamilan kedua muncul dimensi baru:
- Apakah bisa membagi perhatian dengan adil?
- Apakah hubungan dengan anak pertama akan berubah?
Secara hormonal, fluktuasi estrogen dan progesteron tetap memengaruhi suasana hati. Namun pengalaman sebelumnya sering membuat Bunda lebih siap secara mental.
5. Otot panggul dan dasar panggul perlu perhatian ekstra
Kehamilan kedua meningkatkan tekanan pada dasar panggul. Jika setelah persalinan pertama latihan Kegel jarang dilakukan, risiko keluhan seperti anyang-anyangan atau nyeri punggung bawah bisa meningkat.
Latihan penguatan dasar panggul sangat disarankan untuk membantu persalinan dan pemulihan nanti.
6. Respons imun tubuh berbeda
Menariknya, sistem imun juga 'mengingat' kehamilan sebelumnya. Beberapa studi menyebutkan tubuh ibu bisa memiliki respons imun yang lebih adaptif pada kehamilan berikutnya, meski tetap perlu perhatian terhadap risiko tertentu seperti preeklamsia atau diabetes gestasional, terutama jika pernah mengalaminya sebelumnya.
Foto: iStock |
Tips hamil anak kedua agar Bunda tetap sehat fisik dan mental
Bunda, hamil anak kedua memang terasa berbeda. Tubuh sudah punya “pengalaman”, tetapi tanggung jawab juga bertambah karena ada si kakak yang tetap membutuhkan perhatian. Supaya tetap nyaman dan sehat, ini beberapa tips yang bisa dilakukan.
1. Atur energi dengan bijak
Kehamilan kedua sering terasa lebih melelahkan. Usahakan tidur lebih awal saat anak pertama tidur. Jangan ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga. Kurangi aktivitas yang tidak terlalu penting agar tubuh tidak kelelahan.
2. Perkuat otot dasar panggul
Karena rahim dan otot perut sudah pernah meregang, latihan penguatan seperti Kegel penting dilakukan sejak awal. Ini membantu mencegah nyeri punggung, anyang-anyangan, dan mempersiapkan persalinan.
3. Jaga asupan nutrisi
Tubuh tetap membutuhkan zat besi untuk mencegah anemia, asam folat untuk perkembangan janin, serta protein dan kalsium untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang. Pastikan juga minum cukup air setiap hari.
4. Perhatikan kesehatan mental
Wajar jika muncul rasa khawatir tentang membagi perhatian dengan anak pertama. Ajak si kakak berdiskusi tentang calon adik, libatkan dalam persiapan, dan beri waktu khusus hanya untuknya. Jangan abaikan perasaan Bunda sendiri.
5. Tetap rutin kontrol kehamilan
Meskipun sudah berpengalaman, setiap kehamilan berbeda. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi dini jika ada kondisi tertentu seperti anemia, diabetes gestasional, atau tekanan darah tinggi.
Intinya, kunci hamil anak kedua adalah menjaga keseimbangan antara fisik, emosi, dan dukungan keluarga. Bunda tidak harus menjalani semuanya sendirian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Wizzy Dapat Kejutan Manis Hamil Anak Kedua di Momen Ulang Tahunnya yang Ke-31
Kehamilan
Cerita 5 Bunda Seleb Jalani Kehamilan saat Anak Pertama masih Usia Balita
Kehamilan
Bolehkah Ibu Hamil Minum Larutan Penyegar? Ini Penjelasannya
Kehamilan
7 Cara Cepat Hamil Anak Kedua untuk Ayah & Bunda yang Ingin Tambah Momongan
Kehamilan
10 Perbedaan yang Bunda Rasakan Ketika Hamil Anak Kedua
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Foto: iStock
Deretan Bunda Artis Ngidam Bertemu Seseorang saat Hamil, Zaskia Sungkar hingga Alyssa Daguise
Kabar Bahagia! Lee Seung Gi dan Lee Da In Umumkan Kehamilan Anak Kedua
6 Kakak Adik Artis yang Hamil Bareng, Kelewat Kompak!