sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Cara Cepat Hamil Anak Kedua untuk Ayah & Bunda yang Ingin Tambah Momongan

Annisa Karnesyia Senin, 22 Mar 2021 14:55 WIB
Tes Kehamilan caption
Jakarta -

Merencanakan kehamilan anak kedua bisa sedikit berbeda dari kehamilan pertama, Bunda. Meski begitu, cara cepat hamil anak kedua tidak begitu berbeda dari perencanaan anak pertama.

Ahli endokrin reproduksi, Dr. Aaron K. Styer, mengatakan bahwa tubuh wanita harus sehat sebelum merencanakan hamil anak kedua. Itulah penting untuk memastikan bahwa tubuh Bunda memiliki waktu untuk pulih dari kehamilan pertama.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar wanita mencoba untuk menghindari hamil dalam waktu enam bulan setelah melahirkan. Idealnya waktu menunggu setidaknya 18 bulan, Bunda.


"Ini untuk memberi tubuh waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan asupan vitamin yang menurun, berat badan naik, dan mendapatkan kembali sistem reproduksi untuk membuat bayi," kata Styer, dilansir What to Expect.

Kehamilan bisa berbeda pada setiap wanita ya. Begitu pun kehamilan kedua yang secara fisiologis bisa berbeda dari kehamilan pertama.

banner resep tahu

Untuk mengetahui cara cepat hamil anak kedua, Bunda perlu tahu kondisi tubuh dan merencanakan kehamilan dengan benar. Selain itu, Bunda memerlukan pertimbangan yang matang.

Pertimbangan hamil anak kedua

Ayah dan Bunda mungkin butuh pertimbangan matang sebelum merencanakan kehamilan anak kedua. Perencanaan yang matang dapat membantu Bunda mendapatkan hasil terbaik sesuai keinginan sendiri dan keluarga.

Berikut beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan sebelum merencanakan hamil anak kedua:

1. Apa Ayah dan Bunda merasa ingin memiliki anak yang jarak umurnya berdekatan untuk bisa bermain bersama?

2. Apa Bunda sudah siap untuk melakukan tugas mengurus bayi, termasuk mengganti popok, bangun di malam hari, atau menyusui kembali?

3. Apa Bunda lebih suka memberi jarak yang cukup jauh antara anak pertama dan kedua untuk meminimalkan risiko persaingan antar saudara?

4. Apa Bunda termasuk tipe ibu yang lebih menikmati gagasan bahwa setiap anak yang masih kecil harus tumbuh tanpa gangguan?

Jika Bunda menjawab 'Ya' untuk dua pertanyaan pertama, artinya kita telah siap merencanakan hamil anak kedua. Namun, jika Bunda menjawab 'Ya' untuk dua pertanyaan terakhir, artinya Bunda belum siap memiliki anak kedua.

Pertanyaan-pertanyaan ini sebaiknya diajukan pada diri sendiri sebelum memutuskan hamil anak kedua. Seperti kita tahu, merencanakan kehamilan bukanlah proses yang mudah bagi beberapa pasangan.

ilustrasi test packIlustrasi test pack/ Foto: iStock

Cara cepat hamil anak kedua

Setelah Ayah dan Bunda sudah memutuskan untuk memiliki anak kedua, selanjutnya adalah mengetahui cara cepat hamil. Dilansir berbagai sumber, berikut cara cepat hamil anak kedua:

1. Hindari stres

Stres dalam merencanakan kehamilan kedua bisa bersumber dari anak pertama. Jika usia anak pertama masih bayi, ini mungkin bisa menjadi alasan Bunda tak memiliki waktu untuk merencanakan kehamilan.

Selain itu, kehamilan dan persalinan pertama bisa berdampak buruk secara fisik dan emosional. Untuk merencanakan kehamilan sebagai cara cepat hamil anak kedua, Bunda perlu menghindari stres akibat hal-hal tersebut.

2. Jaga pola makan

Untuk merencanakan kehamilan, Bunda tentu harus menjalani pola hidup sehat ya. Selain menghindari stres, jangan lupa menjaga pola makan dan konsumsi makanan bergizi.

Mengutip Live Science, nutrisi yang dibutuhkan untuk hamil adalah kalsium, protein dan zat besi. Beberapa makanan lain adalah buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, biji-bijian, susu dan sumber lemak sehat.

Bunda juga bisa konsumsi suplemen yang mengandung asam folat. Namun, pastikan mendapatkan asupan vitamin B dari makanan seperti sayuran berdaun hijau gelap, brokoli, dan kacang-kacangan.

Perbanyak juga konsumsi makanan mengandung karbohidrat kompleks baik untuk memenuhi kebutuhan selama program hamil. Contohnya, beras merah, roti gandum, sayuran, dan pasta gandum.

Sebaliknya, studi Harvard University menyebutkan bahwa konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi lebih berisiko membuat wanita tidak subur. Artinya, Bunda harus jeli memilih makanan untuk cepat bisa hamil.

3. Jaga berat badan

Beberapa Bunda mungkin masih belum kembali ke bentuk badan ideal setelah melahirkan anak pertamanya. Tak sedikit yang membutuhkan proses lama untuk kembali ke bentuk badan idealnya.

Penambahan berat badan saat merencanakan kehamilan perlu diperhatikan ya. Memiliki terlalu banyak lemak tubuh ternyata bisa mengganggu ovulasi lho.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kelebihan berat badan membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk bisa hamil. Penelitian ini membandingkan wanita dengan berat badan ideal.

4. Konsumsi asam folat

Asam folat merupakan bagian dari vitamin B. Manfaat asam folat dipercaya dapat meningkatkan kesuburan dan sebagai cara sepat hamil, Bunda.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram (mkg) setiap hari untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Kandungan asam folat bisa didapatkan dari suplemen atau makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Konsumsi asam folat sebelum kehamilan dapat membantu membentuk tabung saraf bayi. Selain itu, asam folat juga dapat mencegah cacat lahir, terutama pada otak dan tulang belakang bayi.

Konsultasikan ke dokter untuk penggunaan suplemen asam folat ya. Beberapa Bunda dengan kondisi kesehatan seperti diabetes, berat badan berlebih, dan mengidap penyakit celiac, mungkin membutuhkan dosis asam folat yang lebih besar.

5. Berhubungan seks di masa subur

Mengetahui masa subur atau ovulasi merupakan cara cepat hamil anak kedua. Peluang kehamilan jauh lebih besar saat Ayah dan Bunda berhubungan seks saat ovulasi.

Masa subur wanita dipengaruhi oleh siklus haid. Menurut Dr.dr.Suskhan Djusad, dokter kandungan dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, masa subur pada siklus haid teratur adalah hari ke-14.

Pada siklus haid tidak teratur atau lebih dari 28 hari, kita dapat menggunakan perhitungan dengan rumus Neagle. Perhitungan ini akan mencari nilai rata-rata siklus haid tiga bulan untuk mengetahui masa subur wanita.

"Karena masa subur belum tentu tepat sesuai perhitungan, kita bisa mencuri waktu untuk berhubungan seksual. Waktu tersebut adalah dua hari sebelum dan sesudah masa subur. Misalnya, bila masa subur adalah hari ke-14, wanita bisa berhubungan seksual di hari ke-12, 14, dan 16," kata Suskhan, kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

6. Hentikan kebiasaan tidak sehat

Selain menjaga pola makan, Bunda juga perlu menghindari kebiasaan tidak sehat ya. Beberapa faktor pencegah kehamilan yang harus dihindari adalah merokok, minum kafein, dan alkohol.

Tak hanya Bunda, Ayah juga harus menghindari kebiasaan tidak sehat ini agar tak memengaruhi kualitas spermanya. Melansir dari Vaping Daily, studi mengungkapkan bahwa pria perokok (rokok tembakau maupun vape), cenderung memiliki penurunan jumlah dan pergerakan sperma.

7. Konsultasi ke dokter

Sebelum merencanakan kehamilan kedua, penting bagi Ayah dan Bunda memeriksakan kesehatan ke dokter ya. Dokter akan membantu Bunda menghitung masa subur dari siklus haid.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa kualitas sperma Ayah untuk memastikan kesiapan membuahi sel telur Bunda. Kondisi sel telur, rahim, serta kandungan Bunda juga akan diperiksa oleh dokter.

"Lakukan siklus pemeriksaan ini sebelum mulai mencoba hamil. Jika memiliki masalah medis, maka bisa ditangani sebelum hamil," kata Paula Hillard, MD, profesor kebidanan dan kandungan di Universitas Stanford, mengutip WebMD.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!