Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Negara Ini Catat Lebih dari 10 Persen Kelahiran dari Ibu Usia 40 Tahun ke Atas

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 12 Mar 2026 19:10 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi
Ilustrasi Ibu Usai Melahirkan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FatCamera
Daftar Isi
Jakarta -

Angka kelahiran dari ibu usia 40 tahun ke atas mulai meningkat di beberapa negara. Salah satunya adalah negara Spanyol, Bunda.

Menurut data terbaru dari Eurostat, Negara Spanyol memiliki usia rata-rata tertinggi kedua untuk perempuan melahirkan di Eropa pada tahun 2022, yaitu 32,6 tahun. Tak hanya itu, data menunjukkan bahwa negara ini memiliki usia rata-rata tertua kedua untuk ibu yang melahirkan anak pertamanya, yakni di usia sekitar 31,6 tahun.

Spanyol juga menempati peringkat kedua untuk persentase kelahiran dari perempuan berusia 40 tahun atau lebih 11 persen dari kelahiran hidup di negara itu berasal dari ibu yang berusia lima dekade atau lebih. Berdasarkan statistik Eropa, negara Irlandia menempati peringkat pertama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab banyak kelahiran dari ibu usia 40-an di Spanyol

Ada beberapa penyebab 10 persen angka kelahiran di Spanyol berasal dari ibu usia 40 tahun ke atas. Berikut penjelasan lengkapnya, seperti melansir dari laman Business Insider:

1. Tidak aman secara finansial

Menunda kehamilan adalah tren yang berkembang di seluruh Eropa, bukan hanya di Spanyol. Salah satu penyebabnya adalah ketidakamanan finansial, Bunda

Spanyol memiliki tingkat pengangguran kaum muda tertinggi di Uni Eropa. Pakar dari IVIRMA Global, García-Velasco, mengatakan bahwa kombinasi upah rendah dan ketidakstabilan finansial menyebabkan banyak perempuan menunda untuk hamil hingga mereka lebih aman secara finansial.

Seorang ibu dua anak kelahiran Barcelona yang melahirkan anak keduanya pada usia 40 tahun, Sarah Richards, setuju dengan alasan ini. Menurutnya, banyak orang ingin memiliki keamanan finansial dan rumah sendiri sebelum berkeluarga.

Harga properti di kota-kota dan daerah pesisir Spanyol yang cukup tinggi membuat banyak orang kesulitan membeli rumah. Padahal, Spanyol merupakan salah satu negara dengan usia rata-rata tertinggi di Eropa untuk kaum muda yang meninggalkan rumah keluarga.

"Kamu tidak bisa membeli rumah di sana, dan harga sewanya sangat tinggi. Kamu harus memiliki pekerjaan yang sangat baik, atau kamu memiliki keluarga kaya yang dapat membantu biaya perawatan anak," kata Richards.

2. Banyak orang bergantung dengan IVF

Menurut lembaga kesuburan global International Fertility Group, Spanyol adalah negara 'pemimpin' di Eropa dalam tingkat keberhasilan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF). Banyak orang drai negara AS terbang ke Spanyol untuk menjalani IVF.

Tingkat kepopuleran IVF ini membuat pasangan di Spanyol memutuskan untuk menunda kehamilan. Menurut García-Velasco, beberapa perempuan di Spanyol merasa IVF minim risiko sehingga dapat digunakan untuk program hamil usia lanjut.

"Karena hasilnya baik, ini mengurangi tekanan dan ketakutan," katanya.

IVF juga mudah diakses di Spanyol dan gratis untuk perempuan berusia 40 tahun ke bawah, dan pada kondisi tertentu. Selain itu, negara ini memiliki lebih banyak klinik IVF daripada negara lain di Uni Eropa.

"Semakin banyak fasilitas yang ditawarkan untuk menjadi seorang ibu di usia yang lebih lanjut, semakin mudah jadinya," kata Pauline Bronkurst, yang melahirkan anak keduanya pada usia 43 tahun.

3. Banyak orang menikah di usia tua

Faktor utama lain yang berkontribusi pada penundaan kehamilan di Spanyol adalah orang-orang cenderung menikah di usia yang lebih tua. Usia rata-rata pernikahan pertama di kalangan pria di Spanyol adalah 36,8 tahun atau tertinggi di Eropa. Sementara menurut data Eurostat terbaru, usia rata-rata perempuan menikah di negara ini adalah 34,7 tahun.

Stephanie Galavodas, yang melahirkan di usia 41 tahun, mengatakan bahwa ia menunggu hingga usia 40-an untuk memiliki anak karena ia 'terlalu banyak menerima tawaran dalam hidup ketika belum memiliki pasangan'. Setelah bertahun-tahun mengejar gelar, bepergian, dan membangun karier, ia akhirnya bertemu pasangan dan memutuskan untuk memiliki anak.

"Saya selalu tahu bahwa suatu hari nanti saya akan memiliki anak. Jadi rasanya tidak masalah bagi saya untuk keluar dan mengalami berbagai hal daripada terburu-buru untuk memiliki anak," katanya.

Demikian berita tentang Spanyol yang menjadi salah satu negara dengan angka kelahiran tertinggi untuk ibu usia 40 tahun ke atas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda