KEHAMILAN
Influencer Ini Alami Gatal Parah saat Hamil, Syok saat Didiagnosis ada Masalah pada Hati
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 24 Mar 2026 11:20 WIBKulit gatal sering kali dianggap sebagai keluhan normal selama kehamilan. Bagi kebanyakan Bunda, kondisi ini sering kali diremehkan karena yakin akan sembuh dengan sendirinya.
Tapi bagaimana bila rasa gatal menjadi parah hingga menyebabkan ruam kulit dan mengganggu aktivitas sehari-hari?
Rasa gatal selama hamil bisa saja merupakan gejala dari kondisi medis serius seperti kolestasis. Setidaknya itulah yang pernah dialami influencer bernama Abbie Herbert.
Perempuan 29 tahun ini tak pernah menganggap keluhan gatalnya saat hamil di trimester ketiga sebagai hal yang serius. Baru setelah dia mulai mengunggah video vlog harian, netizen menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan Herbert.
Dalam vlog tersebut, Herbert terlihat menggaruk telapak tangannya. Saat itu, ia menganggapnya sebagai gejala kehamilan yang aneh.
"Kulitku hanya meregang," katanya saat itu, dilansir Today.
"Namun, saya mulai melihat beberapa komentar yang bilang seperti, 'Kamu gatal. Sebaiknya kamu memeriksakannya'. Tapi saya sama sekali tidak mempedulikannya."
Pada video vlog kedua dan ketiga yang di-postingnya, Herbert kembali menerima banyak komentar dan pesan langsung yang mendesaknya untuk memeriksakan diri. Itu juga pertama kalinya dia mendengar istilah kolestasis, yakni suatu kondisi pada organ hati yang menyebabkan tangan dan kaki gatal selama kehamilan.
Herbert lalu mencari informasi tentang kolestasis. Tetapi, ia merasa bahwa rasa gatalnya tidak separah yang dijelaskan di internet.
Namun, pada suatu hari, ia menyadari telah menggaruk cukup keras hingga menyebabkan ruam dan pembuluh darah di tangannya pecah. Ibunda Herbert lalu mendesak anaknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Herbert melahirkan segera setelah didiagnosis kolestasis
Herbert lalu memutuskan untuk menjalani serangkaian tes untuk mengetahui penyebab gatal di kulitnya saat hamil. Saat itu, hasil tesnya normal, Bunda.
Tetapi beberapa hari kemudian, tes asam empedu organ hati keluar. Hasilnya menunjukkan sesuatu yang abnormal atau dapat berarti Herbert positif kolestasis.
Untuk menyelamatkan bayinya, Herbert diminta untuk segera menjalani persalinan. Pada tanggal 5 Desember, ia melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat.
Apa itu kolestasis?
Kolestasis yang dialami Herbert merupakan suatu kondisi di mana asam empedu yang diproduksi di organ hati mulai menumpuk di aliran darah. Asam empedu tersebut dapat memengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan, Bunda.
"Asam empedu itu dapat menembus plasenta, lalu ke bayi dan memengaruhi organ hati bayi," kata dokter kandungan di Allegheny Health Network, Dr. Ron Cypher.
Menurut Cypher, kolestasis saat hamil juga dapat menyebabkan rasa gatal di tangan dan kaki. Jika tidak diobati, maka kolestasis dapat menimbulkan komplikasi termasuk kelahiran prematur atau masalah paru-paru pada bayi. Dalam skenario terburuk, kolestasis bisa menyebabkan bayi lahir mati atau stillbirth.
Cypher mengatakan, perempuan yang tidak hamil juga dapat mengalami kolestasis, Tetapi, para ahli berpendapat bahwa perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi medis ini.
"Hormon-hormon tertentu dapat menyebabkan organ hati bekerja terlalu keras, yang mungkin menjelaskan mengapa kolestasis cenderung terjadi pada tahap akhir kehamilan," ungkap Cypher.
Sebenarnya, tidak ada yang tahu penyebab utama kolestasis, Bunda. Jika kondisi tersebut terdeteksi lebih awal dalam kehamilan, pasien mungkin bisa mengonsumsi obat yang disebut ursodiol untuk membantu mengurangi asam empedu.
Tetapi, jika seseorang sudah berada pada usia kehamilan 36 minggu atau lebih, dokter mungkin akan merekomendasikan persalinan untuk menyelamatkan bayi.
Demikian kisah Bunda alami gatal parah saat hamil hingga didiagnosis mengidap kolestasis.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bumil, Ini 3 Cara Mengatasi Kram Kaki saat Tidur
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil, Benarkah Juga Bisa Lancarkan Persalinan?
15 Tanda Mau Melahirkan, Ibu Hamil Wajib Tahu
Perkembangan Janin yang Normal di Trimester 1, 2, dan 3
Perubahan yang Mungkin Dialami Saat Hamil Trimester 1, 2, dan 3
TERPOPULER
Potret Brandon Salim Momong Sang Anak yang Makin Menggemaskan
5 Ciri Kepribadian Langka yang Banyak Dimiliki Orang dengan Nama Berawalan Huruf S
Orang Cerdas Sering Merasakan Emosi Ini saat Memulai Pekerjaan Baru, Ternyata...
Ciri Orang yang Sulit Maju dalam Hidup, Masih Terikat pada 8 Hal Ini
Ciri Kepribadian Seseorang dari Pilihan Kata yang Sering Diucapkan
REKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus Kecil Stainless Steel Terbaik dengan Tutup Kaca
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tips Olahraga Couple ala Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil untuk Pasangan Pemula
Cara Mengenali Kepribadian Orang yang Suka Tertawa saat Mengakhiri Pembicaraan
Potret Brandon Salim Momong Sang Anak yang Makin Menggemaskan
Orang Cerdas Sering Merasakan Emosi Ini saat Memulai Pekerjaan Baru, Ternyata...
5 Ciri Kepribadian Langka yang Banyak Dimiliki Orang dengan Nama Berawalan Huruf S
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bosan Atasan Model Itu-Itu Saja? Coba Gaya High Collar yang Lebih Modern Ini
-
Beautynesia
KUIS: Kepribadian Ungkap Menu Sarapan Terbaik Untukmu, Cek!
-
Female Daily
Ini Rekomendasi 5 Lipstik Merah Brand Lokal yang Bikin Wajah Auto Fresh dan Glowing!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Menang Piala Idol Terpopuler
-
Mommies Daily
Jangan Asal Donasi, Ini 7 Jenis Baju Bekas yang Sebaiknya Tidak Didonasikan